News

Art Project di Leipzig (3)

Art Project di Leipzig (3)

Baca juga : Art Project di Leipzig (2)

Kamis, 22 Juni 2017
Saya kali ini bangun terlalu siang, begitu bangun langsung menuju ke Kedai Orang Turki yang letaknya memang sebelah rumah dimana saya tinggal. Saya membeli roti gandum yang saya bungkus karena harus berlali ke Poge Haus seperti biasanya.

Sesampainya di Poge Haus sudah pukul 10.25 waktu Leipzig. Saya sedikit ketinggalan, namun memang acara saat itu hanya menuliskan atau mapping material yang akan digunakan untuk presentasi. Semua nama seniman ditulis dipapan besar berwarna putih. Setiap kolom berisi dengan nama dua seniman yang akan berkolaborasi. Nama saya berjejer dengan seorang koreografer dan director ternama dari Leipzig yaitu Heike Hennig.

Sejak awal memang saya menaruh perhatian pada ibu ini. Karena sebelumnya saya sempat mencari namanya di google dan menemukan beberapa karya miliknya melalui video dan foto.

Sejak awal dipertemuan pertama hari selasa di Poge Haus, saya utarakan keinginan saya untuk gabung dengan beliau, dia dengan senang hati menerima saya. Ini sebuah kehormatan besar bagi saya. Di bercerita ternyata sempat searching nama saya dari google dan menonton beberapa kesenian yang pernah saya buat. Jadi, intinya adalah pentingkan kenapa setiap karya itu perlu didokumentasikan kemudian kita berani mempublikasikan melalui media digital? Karena dari sinilah kesempatan atau apapun namanya berjejaring itu dimulai. Percayalah itu.

Di Poge Haus, saya memang tidak menjumpai Heike Hennig. Dia menjanjikan bisa ditemui jam 14.00 di dekat Galeri Kunst. Akhirnya saya pergi ke sana dengan diantar oleh Sandra menggunakan sepeda yang disewa untuk saya pakai selama kegiatan disana. Sepeda torpedo dengan rem depan yang waow lumayan kikuk.

Saya sempet kaget dengan lajur bersepeda di Jerman yang berdampingan dengan marka-marka yang dibagi menjadi mobil, tram, dan pejalan kaki sekaligus sepeda. Disamping itu juga dengan nalar bahwa Jerman atau Negara mancanegara menggunakan lajur sebelah kanan. Ini pengalaman seru karena memang harus benar-benar sigap dijalan. Karena terbiasa di Jogja menggunakan laju kendara sebelah kiri.

Sesampainya di kafetaria Galeri Kunst, Sandra meninggalkan saya karena saya ditemani oleh Febrina seorang pelajar dari Indonesia. Dia menempuh studi di Jerman mengambil jurusan pendidikan untuk menjadi guru. Dia adalah LO sekaligus penerjemah yang mendampingi saya ketika harus bertemu dengan seniman yang menggunakan bahasa Jerman. Meskipun sesekali kami juga berbincang dengan Inggris.

Obrolan seru terjadi selama 2 jam ditemani segelas es capucino. Bu Heike Hennig dari awal memang ingin mengorek pengalaman dan aktivitas seni yang selama ini saya buat di Indonesia. Saya ceritakan semua bahkan teater di Indonesia saat ini seperti apa itu menarik perhatian Heike. Lantas, dia berbalasa dengan cerita tentang aktivitas seni selama ini. Obrolan berlangsung cair dan kami akhirnya menyepakati satu alur cerita tentang gagasan yang ingin kami sampaikan di presentasi besok tanggal 1 Juli 2017. Heike Henning menggunakan material tali sepanjang 1,5 meter yang itu dibuat dengan tenunan manual tangan. Dia mengajak berkunjunga kepada pengrajin tali itu hari Jumat 23 Juni 2017 untuk melihat proses pembuatan tali-tali yang akan kita gunakan sebagai property performance kami.

Diperjalanan pulang dengan sepeda, tiba-tiba Leipzig yang cerah berubah mendung lalu sesampainya saya dirumah. Hujan deras turun. Ini cukup aneh karena Leipzig sedang musim panas sekarang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.