Author: WhaniDProject

#WhaniDProject adalah lembaga pelatihan pengembangan diri dan korporasi yg mengambil titik pijak pada psikologi dan keilmuan seni peran dalam teater (psycho theatre). Dua bidang yg ditangani adalah Theatre for Profesional (menangani pelatihan untuk para profesional di bidang masing-masing : komunikasi, public speaking, dll) dan Theatre for Art ( pelatihan calon aktor dan pendalaman materi estetika teater untuk kepentingan sosial kemasyarakatan ). Berdiri 2013, di Yogyakarta.

Catatan singkat proses Kolase Teater Yogyakarta “Pasar Kaget”

Kolase Teater Yogyakarta “Pasar Kaget” ini digagas dengan semangat memberi ruang edukasi bagi MASA DEPAN aktor-aktor muda Yogyakarta. Bahwa terus belajar (belajar terus) juga adalah perihal semangat ‘laku’ yang harus dilakoni HARI INI. Maka program ini dirancang dengan di awali OPEN CALL FOR ACTOR. Tercatat 25 aktor mendaftar open call ini. Kemudian para pendaftar mengikuti […]

Suwarno dan Suwarni Monolog Whani Darmawan

SESEORANG LELAKI, BERNAMA SUWARNO. KULITNYA HITAM LEGAM, NYARIS YANG TERLIHAT. DALAM KEGELAPAN ORANG TAK AKAN MENYANGKA KALAU IA ADA JIKA TAK MENGERJAPKAN MATA ATAU MEMPERLIHATKAN GIGINYA. Saya Suwarno, suami dari Suwarni. Dulu. sekarang kami telah bercerai. Kenapa kami bercerai? Mungkin karena saya Suwarno dan dia Suwarni. (JEDA. MEMANDANG PENONTON DAN SEOLAH INGIN MENGKLARIFIKASI TERTENTU. SEOLAH […]

Semangkuk Sup Makan Siang atau Cultuurstelsel

Teater Semangkuk Sup Makan Siang atau Cultuurstelsel 20 – 21 Agustus 2016 Teater Salihara Penampil: Whani DProject-Ars Management | Sutradara dan Penulis Naskah: Hedi Santosa Semangkuk Sup Makan Siang atau Cultuurstelsel adalah teater yang mengolah kemampuan akting aktor profesional berpadu dengan ketajaman musisi menghasilkan suasana musikal di panggung. Ia berisi percakapan retrospektif tentang sejarah Indonesia, […]

METODOLOGI KERJA AKTOR ( part 1)

Oleh : Eko Santosa Aktor adalah pelaku utama dalam sebuah pementasan teater. Ia adalah media penyampai pesan pengarang yang telah berasimilasi dengan gagasan sutradara kepada penonton. Untuk mewujudkan laku pemeranan di atas pentas seorang aktor membutuhkan kerja keras. Sejak pertama kali mendapatkan peran (casting) hingga sampai hari pementasan, aktor melakukan latihan-latihan dengan disiplin tinggi. Metodologi […]

Back To Top