Teatrika

Belajar Menyanyi

(1) Mengenal Nada

            Belajar menyanyi bagi seorang aktor sangatlah penting. Jika kita bicara pelatihan tradisi teater modern maka kita akan selalu mendapatkan kenyataan bahwa menyanyi merupakan suatu metode keaktoran. Bukan untuk menjadi penyanyi namun lebih mengenali irama-irama peristiwa dan nuansa melalui nada-nada. Banyak aktor-aktor kenamaan yang masih aktif di panggung maupun sekarang beralih di layar kaca hampir semuanya bisa menyanyi. Untuk sekedar memberi contoh ada beberapa yang bisa disebut ; Robert Downey Junior, Steven Seagal, Antonio Banderas, Nicole Kidman, Antony Hopkins dan masih banyak contohnya jika Anda mau ringan jari membuka youtube untuk mencarinya.

            Apa sesungguhnya kepentingan belajar menyanyi bagi aktor kecuali untuk kebutuhan menyanyi itu sendiri? Jawabannya sesungguhnya ringkas ; mengenal musikalitas. Musikalitas dalam hal ini bisa bermakna luas. Dari musikalitas yang paling verbal yaitu nada hingga musikalitas permainan di mana antara percakapan, peristiwa dan sub peristiwa membentuk suatu orkestrasi peristiwa yang iramanya sangat memikat dan tiba pada saatnya (timing).

            Secara elementery,  pengenalan terhadap notasi menjadi penting. Jika seseorang tak memiliki tradisi noten balek atau notasi angka, ia bisa mengingat dengan memorynya sehingga terciptalah suatu kesadaran terhadap taste (jw ; ngeng). Bukan tak mungkin aktor yang tak bisa membaca not angka atau bahkan not balok tak bisamenyanyi tampil dengan orkestra. Yang penting adalah esensi ketajaman mengolah sense tersebut.

            Banyak sekali cara mengenalkan musikalitas ini beserta urut-urutan metodenya. Mulai dari (1) mengenal nada (2) merangkai nada (3) mengenal syair (4) mengenal syair dan lagu (5) menyanyikan (6) mengkomunikasikan lagu (7) melagukan informasi.

            Mengenal nada ini adalah latihan yang penting sebagai suatu dasar pembentukan irama. Sebagaimana pelatihan pada umumnya pengenalan nada ini bisa dilakukan dengan sangat mainstrem, yaitu calon aktor bersamaan dengan menyuarakan not angka yang ditunjuk oleh tutor. Biasanya kalau pengenalan not ini dianggap sudah selesai, kemudian memindahkannya ke irama suatu lagu. Transformasi latihan kecil ini juga bisa diwujudkan dalam sekelompok grup yang akan berbagi nada. Katakanlah jika dalam notasi terddiri dari delapan not, jumlah itulah yang akan dipersonifikasi oleh pemain. Selanjutnya sejumlah pemain yang sama dengan jumlah not tersebut bersepakat memainkan sebuah lagu, masing-masing sesuai not Syair sesuai dengan notasi dan orang yang ditunjuknya.  Misanya lagu Tanah Airku ciptaan Ibu Sud, bisa dibagi setiap orang satu nada satu suku katadan dibawakan secara bergantian dan berkeliling, dan seterustnya.

            Sebagai suatu fase latihan pengenalan nada. Hal ini sebaiknya dilakukan secara bersahaja dan sederhana. Hal ini dimaksudkan supaya dalam latihan berkelanjutan para calon pemain memang mengenal strata latihan dengan sebaik-baiknya. ****

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.