Catatan Mengenai Pemeran dan Pemeranan dari Stella Adler

Catatan Mengenai Pemeran dan Pemeranan dari Stella Adler

Oleh: Eko Santosa

1. Tubuh, Suara, dan Pikiran
Stella Adler menuliskan bahwa seorang aktor harus menjaga dan melatih tubuhnya, begitu pula dengan suaranya. Namun, hal yang sangat penting yang harus dimiliki dan senantiasa dilatih aktor adalah pikiran. Banyak sekali dijumpai dewasa ini bahwa seorang yang disebut sebagai aktor hanyalah sekedar menemukan dirinya dalam karakter yang akan dimainkan. Memang, dalam beberapa hal menemukan diri dalam karakter yang akan diperankan sangatlah penting tapi perlu juga disadari bahwa bagaimanapun juga karakter peran tersebut bukanlah diri pemeran. Pemikiran ini menjadi penting karena langkah menemukan diri dalam karakter yang akan diperankan tidak akan membawa karakter tersebut pada pesona atau lebel yang sesungguhnya. Karakter tersebut justru akan tenggelam dalam kedirian si pemeran. Pemeran hanya memainkan peran sesuai kualitas yang ada dalam dirinya yang sesuai dengan karakter yang diperankan.

Meski tidak semua proses semacam in akan menghasilkan karya pemeranan yang jelek, namun mengukur karakter yang akan diperakan ke dalam diri pemeran sering menghasilkan kualitas peran degradatif. Artinya, kualitas yang sesungguhnya dari peran tidak bisa dimunculkan secara optimal. Dalam konteks ini, kualitas peran pertama kali ditentukan oleh seorang penulis. Nah, pendekatan di atas tidak akan memampukan aktor bahkan untuk mendekati kualitas karakter menurut takaran penulis ini. Karakter akan tenggelam dalam kediriannya. Sejatinya, yang perlu dikerjakan oleh aktor adalah mengembangkan ukuran atau takaran karakter yang telah ditetapkan sebelumnya oleh penulis. Jadi, ukuran itu menjadi sangat penting maknanya.

Banyak hal dalam pemeranan yang bisa dengan sangat mudah untuk dipahami. Banyak aktor yang langsung tahu apa yang musti ia lakukan dengan tubuh dan suaranya. Mereka berlatih, bahkan terkadang nampak mekanis. Akan tetapi tujuan dari latihan tubuh dan suara bagi aktor yang sebenarnya adalah mencapai sesuatu yang melampaui apa yang telah dilatihkan. Karena, permainan di atas panggung bukanlah latihan. Pekerjaan aktor bukanlah menerapkan hasil latihan. Tugas aktor adalah mempresentasikan sesuatu yang lebih dari sekedar latihan. Oleh karena itulah pikiran sangat dibutukan. Gabungan dari latihan tubuh, suara dan kekuatan pikiran ini akan melahirkan teknik pemeranan yang terkendali.

Semua hal yang dilakukan oleh aktor harus dalam keadaan terkendali. Teknik akan membantu aktor untuk mengendalikan apa yang akan dikerjakan di atas panggung (aksi-akting). Dengan teknik pula aktor akan lebih mudah bereaksi terhadap sesuatu yang lebih dalam, berbobot, berat dan bahkan sulit. Karena itu pulalah teknik yang merupakan perpaduan kemampuan tubuh, suara dan pikiran perlu senantiasa dilatihkan. Pelatihan teknik dilakukan terus menerus agar apa yang nanti disajikan di atas pentas tidak terlihat teknis. Artinya teknik itu telah membudaya dalam diri. Selain itu, teknik perlu dilatihkan agar aktor tahu dan sadar atas aksinya di atas panggung. Banyak pemeran senior yang pandai berperan namun ketika di tanya mengapa ia bisa berakting seperti itu, ia tidak bisa menjawabnya.

to be continued….

 

Dicuplik dari: Adler, Stella. The Art of Acting. 2000. Canada: Applause Books.

1 thought on “Catatan Mengenai Pemeran dan Pemeranan dari Stella Adler”

Leave a Reply