Uncategorized

Catatan Tentang Pelatihan Teater dan Aktor (7)

Oleh: Eko Santosa

7. Keberbagaian Teater, Kekayaan Metode

Teater sepanjang sejarahnya telah menampilkan berbagai macam bentuk dan gaya pementasan. Teater menyediakan dan membuka dirinya untuk pengembangan. Tentu saja ini berkaitan dengan para pelaku teaternya. Kreatifitas di dalam teater seolah-olah tidak pernah berhenti. Sebagai seni kolaboratif yang memungkinkan berpadunya beragam unsur seni, teater bisa dipandang dari berbagai macam sisi. Karena itu keberbagaian dalam teater adalah keniscayaan. Ia senantiasa tumbuh baik mengikuti atau menentang lingkungan tempat ia sendiri tumbuh. Keberbagaian dalam teater menggambarkan kekayaan metode atau proses penciptaan yang ada di dalamnya. Karena yang demikian, maka interpretasi atas karya teater dan stimulasi yang dihasilkan untuk direproduksi sangat subyektif dan berada secara samar-samar di antara yang dianggap benar dan salah.

Kenyataan akan senantiasa berubahnya teater memerlukan keikhlasan para pelaku teater dalam meresapinya. Sayangnya, ketidaktetapan titik berdiri atau sudut pandang ini seringkali mengalami penghianatan oleh para pelakunya sendiri. Apa yang tak tetap selalu ditetapkan dengan nilai tertentu. Sayangnya lagi, penetapan ini seolah-olah dipaksakan. Artinya, tidak ada celah yang bisa ditembus ketetapan lain. Dalam keadaan semacam ini teater telah menjadi benda yang ukuran-ukurannya tertentukan secara subyektif. Benda ini terkadang dihasilkan melalui proses tak jujur antara kekakuan untuk menetap dan kehendak pikiran untuk senantiasa bertumbuh. Artinya, kehendak berkembang selalu muncul akibat lahirnya rangsang artistik atas peristiwa seni yang dilakoni langsung ataupun tidak langsung. Namun ketakutan untuk beranjak menjadi halangan sehingga pikiran berkehendak berubah namun lakuannya tetap sama.

baca juga : Catatan Tentang Pelatihan Teater dan Aktor (6)

Keadaan ini menimpa banyak sutradara dan pelatih teater yang selalu senang berada di zona nyaman. Ketika pada satu saat model tampilan baru sebuah teater memancing pikiran kreatifnya, ia yang tak mau beranjak tetap saja melakoni pola yang sama dalam proses penciptaan. Jadi, hanya keinginannya saja yang berusaha untuk menerima kebaruan namun prosesnya tidak sebab sulit untuk beranjak dari kenyamanan. Rasa takut itu muncul sebagai akibat dari anggapan yang selama ini telah membukukan kata “baik” dalam setiap karyanya sehingga kata “tidak baik” adalah momok.

Keberbagaian teater yang di dalamnya mengandung kekayaan metode akhirnya tidak sepenuhnya bisa diterima. Teater dengan demikian telah kehilangan semangat belajar karena jiwa keakuan yang telah terbentuk lama dan mengenakkan. Sementara itu, proses lahirnya keberbagaian dalam teater tidak lepas dari uji coba tanpa henti dengan segala macam kritik yang melingkupinya. Hantaman-hantaman akan selalu muncul dalam proses berkesenian namun hantaman menjadi tak lagi diperlukan bagi yang telah berada nyaman di zona aman.

Selayaknya semangat pencarian mesti selalu ditumbuhkan dalam proses berteater bagi siapapun. Hal ini sangat penting artinya bagi keberlanjutan hidup teater itu sendiri. Bahkan Stanislavsky masih saja mencoba meneliti metode pelatihan peran ketika usianya sudah sangat tua. Selalu saja ada hal baru yang bisa terbuka karena jiwa manusia seperti hidup yang menyimpan banyak pertanyaan belum terjawab. Sebagai seni yang berkait erat dengan kehidupan manusia, teater masih banyak memerlukan pertanyaan baru untuk dijawab dan kembali dipertanyakan ulang. Bahkan rupa ekspresi dari pertanyaan dan jawaban ini pun bisa beraneka ragam dan hal itu menggembirakan. Keniscayaan tumbuh kembang teater sebagaimana hidup manusia tidak selayaknya dihentikan hanya karena anggapan dan rasa takut keluar dari anggapan tersebut. Teater sudah sekian lama membuka dirinya, jadi tidak ada alasan untuk menutupinya dengan tampilan dan proses pelatihan yang itu-itu saja. Jadi keberbagaian teater dan kekayaan metode pelatihan mesti dihidupkan.                                                                                        

==== bersambung ===

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.