Category: Monolog

Aladin – Monolog Whani Darmawan

DI SEBUAH RUMAH BUTUT, ALADIN TERMANGU DIĀ  DEPAN SEBUAH ALMARI BUTUT YANG PINTUNYA TERBUKA DAN MEMPERLIHATKAN ISINYA YANG KOSONG. SEBUAH BENDERA ATAU PANJI-PANJI DENGAN TIANG KEROPOS BERDIRI DOYONG DI RUANGAN ITU. Apa salah saya? mereka semua tahu saya menemukan lampu wasiat dan di dalamnya ada Jin. Itu membuat saya kaya. Lalu apa salah saya? sudah […]

P e n a n g s a n g – Monolog Whani Darmawan

ADZAN MAHGRIB MENGIRINGI LAMPU PANGGUNG YANG MENYALA PERLAHAN, MEMPERLIHATKAN SEBUAH RUANG MAKAN. PADA SUAPAN TERAKHIR PENANGSANG BERHENTI SEJENAK MEMANDANG KEJAUHAN, KEMUDIAN MEMINUM AIR PUTIH LANGSUNG DARI MULUT KENDI, KEMUDIAN BERSENDAWA KERAS SEKALI. (PELAN) Ngamdulilah hirobill alamin. JEDA. SENDAWA KEMBALI DENGAN KERAS. JEDA Semoga setelah semua kesalahan dalam peristiwa rajah, akan tertebus dengan puasaku ini. JEDA. […]

Sengsu – Monolog Whani Darmawan

SEBUAH PODIUM YANG PENUH DENGAN GAMBAR POTRET DIRI YANG BELUM SELESAI DIHIAS SEDANG DIPERSIAPKAN. TOKOH KITA SIBUK MENEMPEL INI MENEMPEL ITU SAMBIL SESEKALI BICARA KEPADA SESEORANG. Ya tolong diatur saja. Soal konsumsi saja kok tanya. Standart sajalah. Ini kan acara bukan main-main dan mungkin hanya terjadi setiap lima tahun sekali. Jadi tolong kreatif sedikitlah. mau […]

Pembunuh Tanpa Bayaran – Monolog Whani Darmawan

Tahukah kalian, mengapa saya menjadi Pembunuh Tanpa Bayaran? Karena saya mencintai setiap manusia. Mungkin kedengaran mustahil tetapi masuk akal. Hanya mereka yang tidak memiliki akal tak mungkin akan bisa mengerti apa yang saya maksudkan. Sodara-sodara, aku harus bercerita untuk menjelaskan semua ini. Apakah sodara-sodara tahu perihal kehalusan budi? Seorang kaisar pernah bercerita kepada saya bahwa […]

Samurai Sakate – Monolog Whani Darmawan

SAKATE DUDUK. IA SEDANG MELAKUKAN RITUAL. DI DEPANNYA MEJA DAN SEDIKIT DI ATAS DEPANNYA SEBUAH ALTAR. IA MENYULUT DUPA. KEMUDIAN MELOLOS WAKIZHAZI DARI SARUNGNYA DAN MENGHORMATI PEDANG WAKHIZHAZI DENGAN SANGAT TAKJIM, SETELAH SEBELUMNYA MENGELUS-ELUSNYA. KEMUDIAN BERBALIK. DAN KEMUDIAN MELAKUKAN GERAK-GERAK MENGIRIS BEBERAPA SUDUT DENGAN PELAN NAMUN MANTAP. DENGAN KUDA-KUDA YANG SEMPURNA. SESAAT KEMUDIAN IA MENYARUNGKAN […]

Back To Top