Kaidah Pokok Seni Peran #1

(Diterjemahkan secara bebas dan diperluas oleh Eko Santosa dari The Golden Rules of Acting that Nobody Ever Tells You karya Andy Nyman © 2012)

Andy Nyman merupakan seorang pemeran film dan panggung berkebangsaan Inggris. Banyak sudah produksi film dan panggung di mana ia terlibat di dalamnya. Beberapa film yang pernah ia bintangi adalah Dead Babies, Death in Funeral, Severance, Black Death, The Brothers Bloom, The Glass Man, Kick Ass 2, Automata, dan Shoot Up and Shoot Me yang mana ia mendapatkan anugerah Best Actor pada Cherbourg Festival 2006. Perannya dalam produksi panggung di antaranya Picaso at the Lapin Agile karya Steve Martin, Terrible Advice karya Saul Rubinek dan Abigail’s Party karya Mike Leigh.

Nyman adalah seorang yang terus berusaha untuk maju, ia bahkan juga bergerak dan dikenal sebagai seorang pesulap. Bersama Derren Brown, seorang ilusionis psiklogis, mereka menciptakan fenomena bagi generasi baru dalam entertainment di televisi. Mereka berdua menciptakan acara-acara kondang di antaranya Russian Roulette Live, The Heist, dan The Lottery Prediction. Selain itu mereka juga memproduksi pertunjukan panggung di antaranya Mind Control Live, An Evening Wonders, Enigma, Infamous, dan Something Wicked This Way Comes yang membuat keduanya mendapatkan Olivier Award katagori Best Entertainment.

Pada tahun 2010, bersama dengan Jeremy Dyson, Nyman turut andil sebagai salah satu penulis bersama dan sutradara bersama serta berperan dalam lakon panggung terkenal Ghost Stories yang bergenre horor. Lakon ini berhasil memecahkan box office ketika dibuka dan digelar lebih dari 500 pertunjukan di West End. Penonton diperkirakan mencapai seperempat juta orang. Pertunjukan itu kemudian diselenggarakan di Canada dan Rusia dan dikembangkan menjadi film.

Di antara aktivitasnya, Nyman menulis buku ringan berjudul The Golden Rules of Acting that Nobody Ever Tells You. Buku yang diterjemah dan diperluas secara bebas di dalam tulisan ini merupakan buku anjuran bagi aktor, calon aktor, dan orang yang tertarik dengan dunia keaktoran. Secara garis besar buku ini berisi 12 (dua belas) anjuran yang menurut Nyman boleh dilakoni dan boleh juga tidak. Di halaman sampulnya ia menuliskan jika apa-apa yang tertulis dalam buku ini belum tentu benar, namun sebagaimana buku ini, pembaca juga memiliki kesempatan untuk berdiri sejajar dengan yang lain. Artinya, lepas benar atau kurang tepat anjuran yang ada dalam buku ini, anjuran tersebut tetaplah eksis dan menunggu orang untuk membaca dan memahaminya. Harapannya para calon aktor pun demikian, lepas soal berpengalaman atau tidaknya dalam berperan tetap saja memiliki kesempatan yang sama dengan aktor lain untuk eksis.

Nyman di dalam pengantarnya menguraikan bahwa apa yang ia tuliskan di dalam buku merupakan hal-hal penting yang mesti diingat oleh semua orang yang bergerak dalam bisnis seni peran (akting), termasuk dirinya sendiri tentunya. Baginya banyak buku tentang seni peran yang bagus namun pesona seorang pemeran dalam bermain peran, terutama teknik dan metodenya, secara pragmatis lebih mempengaruhi. Hampir semua aktor setuju bahwa bukan soal teori atau metode atau teknik yang tertulis rapi yang diperlukan, namun bagaimana dan seperti apa semua itu mewujud dalam pemeranan. Pemujudan itulah hal yang penting dan seringkali justru sulit ditemukan. Oleh karena itu, buku Nyman ini menyajikan anjuran yang mungkin dan dapat menawarkan inspirasi menyegarkan.

Lebih lanjut, anjuran, pendapat, dan pikiran orang-orang yang dikutip dalam buku ini telah dipelajari dan dilakoni sebelumnya dengan bersusah-payah. Beberapa pendapat mungkin saja terkesan brutal atau gelap, namun sesungguhnya tidaklah demikian jika dilihat dari sisi berbeda, terutama dari sisi faktual. Apa yang tersaji dalam buku tidak harus disetujui, namun bagaimanapun juga pendapat dan pikiran tokoh yang dikutip berasal dari pengalaman lapangan mereka yang mana telah mereka lalui penuh intensi. Seorang aktor memang sudah sepatutnya menjadi kreatif, menyukai tantangan dan berani mengambil risiko untuk menghadapi kerasnya dunia profesional. Setiap anjuran, bahkan yang terkesan menyakitkan dalam buku ini dituliskan untuk memberikan gambaran dunia bisnis seni peran secara nyata. Harapannya, setiap pembaca mampu menggali dan menemukan pelajaran serta tantangan yang ada di dalamnya sehingga ketika benar-benar menghadapi kenyataan telah mempersiapkan diri.

========== bersambung ==========

1. Sebuah distrik di Central London, Inggris, areany di sebelah barat kota London dan utara sungai Thames di mana terdapat lokasi dan atraksi wisata, salah satunya adalah panggung teater West End.

#WhaniDProject adalah lembaga pelatihan pengembangan diri dan korporasi yg mengambil titik pijak pada psikologi dan keilmuan seni peran dalam teater (psycho theatre). Dua bidang yg ditangani adalah Theatre for Profesional (menangani pelatihan untuk para profesional di bidang masing-masing : komunikasi, public speaking, dll) dan Theatre for Art ( pelatihan calon aktor dan pendalaman materi estetika teater untuk kepentingan sosial kemasyarakatan ). Berdiri 2013, di Yogyakarta.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top
%d bloggers like this: