Kaidah Pokok Seni Peran #10

(Diterjemahkan secara bebas dan diperluas oleh Eko Santosa dari The Golden Rules of Acting that Nobody Ever Tells You karya Andy Nyman © 2012)

9. Reviu

Reviu pertunjukan atau film memiliki arti yang penting dalam konteks produksi. Reviu yang dalam makna lain disebut sebagai kritik yang dilakukan oleh pengamat profesional dapat memberikan gambaran kualitas produk. Namun di kalangan para aktor justru muncul olok-olok bahwa salah satu hal yang paling tidak berguna di dunia adalah reviu yang bagus di surat kabar atau majalah khusus reviu[1]. Para aktor berpendapat, termasuk Nyman, bahwa kritik yang baik ataupun buruk keduanya tetap akan membunuh aktor. Yang membedakan keduanya hanyalah bahwa kritik bagus merupakan racun dengan rasa manis.

Lebih jauh Nyman memberikan penjelasan bahwa jika seorang aktor mencari namanya di internet, maka sesungguhnya ia sedang mencari masalah bagi dirinya sendiri. Setiap orang berusia 12 tahun ke atas bisa sebagai kritikus di internet dan Nyman menyebutnya sebagai, “area bermain para pecundang”. Pada dasarnya tidak seorang aktor pun yang memiliki tujuan atau berharap untuk tampil jelek atau membuat karya yang payah. Jadi, sebagai pemahaman diri, lebih baik bersikap baik dan di dalam hal kritik berusahalah untuk tidak saling membicarakan karya kolega lain. Jangan pernah memberikan komentar atau pendapat atas penampilan aktor lain jika tidak diminta secara pribadi.

baca juga : Kaidah Pokok Seni Peran #9

Kemudian pada sisi yang lain, ketika Anda sebagai aktor dan berkarya, setiap orang (yang mengenal Anda) akan menyampaikan pendapat atas penampilan Anda di panggung/televisi/film dengan penuh suka cita. Namun perlu diingat bahwa aktor boleh saja mendengar pendapat orang lain, akan tetapi perlu dipiih orang yang benar-benar didengarkan secara seksama sementara yang lain bisa diabaikan. Tidak semua orang yang berpendapat memahami dengan baik pertunjukan atau penampilan yang Anda sajikan. Tidak semua orang memahami dengan baik karya seni. Karenanya, jangan pernah mengira bahwa semua orang juga akan mendengarkan pendapat Anda meskipun Anda tahu bahwa apa yang Anda sampaikan benar adanya.

Reviu yang baik dapat menghancurkan penampilan seorang aktor, sebagaimana halnya dengan reviu yang jelek, khususnya ketika reviu tersebut menyoroti penampilan Anda pada bagian di mana sang reviewer menyukainya. Hal ini akan membunuh keaktoran Anda. Banyak aktor tidak pernah membaca reviu karena bagi mereka ini merupakan salah satu jalan yang paling bijaksana. Nyman sendiri mengatakan bahwa sampai saat ini dirinya belum menemukan alasan penting untuk membaca reviu. Dia berharap bahwa satu kali bisa menemukannya.

Carol Burnett, seorang aktris, komedian, penyanyi, dan penulis berkebangsaan Amerika, mengatakan, “Biarlah setiap orang bersinar, karena itu merupakan jalan terbaik bagi mereka untuk menampilkan yang terbaik.” Hal ini senada dengan apa yang dikatakan oleh Nyman bahwa pada dasarnya tidak ada seorang pun aktor yang ingin tampil jelek. Setiap aktor pasti akan memberikan kemampuan terbaik dalam berkarya. Mereka tidak perlu polesan – untuk menjadi baik – atau perundungan – ketika tampil tak baik – karena dengan segala kesungguhan pada akhirnya apa yang mereka harapkan akan tercapai. Mereka pada saatnya akan bersinar sesuai kemampuan dan porsinya masing-masing.

=== bersambung ===


[1] Di Inggris, reviu khusus tentang aktor yang dirujuk dalam pembicaraan terebut adalah The Stage.

#WhaniDProject adalah lembaga pelatihan pengembangan diri dan korporasi yg mengambil titik pijak pada psikologi dan keilmuan seni peran dalam teater (psycho theatre). Dua bidang yg ditangani adalah Theatre for Profesional (menangani pelatihan untuk para profesional di bidang masing-masing : komunikasi, public speaking, dll) dan Theatre for Art ( pelatihan calon aktor dan pendalaman materi estetika teater untuk kepentingan sosial kemasyarakatan ). Berdiri 2013, di Yogyakarta.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top
%d bloggers like this: