Kaidah Pokok Seni Peran #12

(Diterjemahkan secara bebas dan diperluas oleh Eko Santosa dari The Golden Rules of Acting that Nobody Ever Tells You karya Andy Nyman © 2012)

11. Mewujudkan Harapan

“Semuanya akan datang kepada siapa saja yang bersemangat ketika menunggu.” Ungkapan yang disampaikan oleh Thomas Edison, seroang penemu terkenal berkebangsaan Amerika, ini dapat dijadikan pelecut semangat untuk mewujudkan harapan. Untuk mewujudkan harapan, seorang aktor mesti memiliki kesungguhan dan berani berkorban. Sebagai aktor Anda disarankan tidak pelit dalam mengeluarkan dana untuk rajin membuka website, menyaksikan film-film bagus yang terekomendasi, dan mendapatkan rekaman suara dari aktor yang hebat dalam olah suara. Dana yang Anda keluarkan untuk hal-hal ini sangat berharga di kemudian hari.

Kehidupan aktor tidak selalu dijalani sehari-hari dengan terlbat dalam produksi teater, televisi ataupun layar lebar. Aktor juga memerlukan kegiatan yang lain. Ketika pada satu saat, Anda tidak sedang terlibat dalam industri/bisnis seni peran, maka anda akan membutuhkan biaya hidup. Untuk itu Anda harus berusaha atau bekerja di bidang lain yang kemungkinan akan mempertemukan Anda dengan orang-orang baru. Pada saat itu pula Anda akan memiliki pengalaman yang sebelumnya belum pernah dibayangkan. Hal ini dapat membuat Anda belajar lebih dalam tentang kehidupan. Anda tidak akan pernah tahu sampai kapan kondisi tidak bekerja di seni peran itu akan terus berlangsung dan sampai di mana pekerjaan yang Anda lakukan ini berakhir, tetapi intinya Anda tetap dapat melangsungkan hidup.

baca juga : Kaidah Pokok Seni Peran #11

Untuk membangun etos hidup, Anda harus berani berkata, “persetan dengan akting” demi melangsungkan kehidupan Anda sendiri. Jika Anda berhasil mendapatkan upah dari pekerjaan di luar seni peran ini artinya Anda bisa berkata, “persetan dengan akting”, karena Anda sedang tidak memerlukan pekerjaan seni peran. Hal ini akan membangkitkan kekuatan dalam diri Anda dan akan memberikan kebebasan pandangan artistik dalam hidup Anda. Nyman banyak melakukan pekerjaan di luar seni peran yang pernah ia lakoni, di antaranya adalah; pelayan toko, tukang tiket, kru panggung, salesman, sopir truk, sopir van, tukang promosi produk toko, guru drama, peraga dalam konferensi, penghibur pesta anak, pesulap, dan mentalis. Tidak ada hal yang memalukan ketika aktor tidak bekerja di bidang seni peran karena yang memalukan sejatinya adalah menjadi pemalas. Biayailah dirimu sendiri dan Anda akan merasa kuat menjalani hidup. Ketika Anda mengembangkan skill selain seni peran, maka dengan sendirinya Anda telah melipatgandakan kemampuan survival sebagai aktor.

Mesti dipahami bahwa saat ini adalah zaman teknologi di mana semuanya terasa mungkin untuk diwujudkan. Oleh karena itu, Anda dapat mempublikasikan buku secara online, merekam suara Anda atau membuat album lagu mandiri di komputer, bahkan Anda dapat mengambil gambar dan mengeditnya melalui handphone dengan kualitas mumpuni untuk disiarkan. Sebagai aktor, Anda adalah insan kreatif, kerahkan diri Anda untuk menciptakan sesuatu, apapun itu. Tidak boleh ada alasan, lakukan saja.

Nyman menyatakan bahwa apa yang tinggi adalah tinggi dan apa yang rendah adalah rendah karena sejatinya tidak ada yang setengah dalam kehidupan. Apakah Anda mau setengah hidup? Tentu saja tidak. Anda tidak boleh membuang setiap kesempatan yang datang. Setiap audisi dan pekerjaan yang Anda lakukan adalah kesempatan untuk mewujudkan karya besar, membangun reputasi, dan karenanya Anda akan memiliki lebih banyak kesempatan mendapatkan pekerjaan berikutnya.

==== bersambung ====

#WhaniDProject adalah lembaga pelatihan pengembangan diri dan korporasi yg mengambil titik pijak pada psikologi dan keilmuan seni peran dalam teater (psycho theatre). Dua bidang yg ditangani adalah Theatre for Profesional (menangani pelatihan untuk para profesional di bidang masing-masing : komunikasi, public speaking, dll) dan Theatre for Art ( pelatihan calon aktor dan pendalaman materi estetika teater untuk kepentingan sosial kemasyarakatan ). Berdiri 2013, di Yogyakarta.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top
%d bloggers like this: