Kaidah Pokok Seni Peran #13

(Diterjemahkan secara bebas dan diperluas oleh Eko Santosa dari The Golden Rules of Acting that Nobody Ever Tells You karya Andy Nyman © 2012)

12. Anjuran Pamungkas

Anjuran pamungkas dari Nyman adalah: 1) jangan pernah lupa mengapa Anda begitu beruntung dalam kehidupan ini, 2) Anda memiliki mimpi, 3) Anda memiliki keinginan, 4) Anda berani mengambil risiko sementara sebagian besar yang lain tidak, jangan lupakan itu, dan 5) bergembiralah dan terus bekerja. Anjuran pertama mengindikasikan bahwa pekerjaan dan profesi seorang aktor itu istimewa. Mungkin banyak orang yang menyangsikan akan masa depan seseorang ketika orang tersebut berniat menjadi aktor. Namun dalam kenyataan banyak hal yang bisa dicapai oleh seorang aktor dalam kehidupannya. Kesuksesan dalam hidup tidak hanya selalu berkait dengan harta-benda namun juga pengalaman, pengetahuan, dan aktualisasi diri. Aktor hampir bisa dipastikan memiliki itu semua. Jadi, menjadi aktor adalah keberuntungan tersendiri yang wajib untuk disyukuri.

baca juga : Kaidah Pokok Seni Peran #12

Berikutnya, seorang aktor mesti memiliki mimpi dan mimpi tersebut harus diwujudkan. Tidak ada jalan mudah untuk mewujudkan mimpi bagi setiap orang, demikian halnya dengan aktor. Untuk mewujudkan mimpinya, aktor mesti mau berusaha dan berani menjalani segala tantangan hidup. Ia tidak diperbolehkan untuk bermalasan dalam arti selepas menerima dan melakoni pekerjaan kemudian hanya menunggu pekerjaan berikutnya. Banyak hal di luar seni peran yang dapat dikerjakan yang mana akan memberikan pengalaman dan kemampuan bidang lain yang kesemuanya akan berguna bagi aktor. Ruang lingkup pekerjaan aktor jelas bukan hanya seni peran melainkan juga kehidupan tokoh yang diperankan. Oleh karena itu mengisi kehidupan dengan banyak kegiatan, pengalaman, dan pekerjaan akan membantu mengasah kepekaan aktor dalam seni peran.

Anjuran bahwa aktor memiliki keinginan berkait dengan passion atau alasan dasar seseorang memilih keaktoran. Artinya, aktor tersebut memang memiliki gairah dalam dirinya untuk menjadi aktor. Jadi pekerjaan aktor bukanlah sampingan atau pilihan tearkhir di antara semua keinginan. Passion akan memberikan semangat dan kegembiraan bagi aktor dalam bekerja. Selain itu juga akan menambah ketangguhan dalam menghadapi semua persoalan yang ada ketika bekerja. Tanpa passion, aktor akan menjadi bekerja sekenanya demi bayaran yang diterima. Dirinya tidak akan muncul di dalam peran yang dimainkan. Akibatnya, karya yang dihasilkan kurang hidup dan dengan demikian bukan menjadi jaminan kualitas serta tidak memiliki pengaruh positif bagi pengguna jasa. Aktor semacam ini pada akhirnya akan kesulitan mendapatkan pekerjaan karena ia tidak memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaannya. Semua itu karena ia tidak memiliki passion dalam bekerja.

Menjadi aktor memang harus berani mengambil risiko, bahkan di saat semua orang tidak mau mengambilnya. Tantangan aktor dalam seni peran tidaklah mudah. Menghidupkan tokoh yang diperankan sangat memerlukan keberanian. Oleh karena itu segala kemungkinan mesti dicobakan serta tidak boleh mudah menyerah. Hal terberat yang tidak dikehendaki semua orang adalah rasa malu karena dianggap tidak mampu sehingga mereka takut untuk mencoba apapun yang pada akhirnya akan menghasilkan rasa malu. Namun aktor tidaklah demikian, rasa malu yang didapat bukanlah tiang gantungan yang mematikan. Artinya, meskipun mendapatkan malu karena penampilan hasil uji cobanya jelek, aktor tersebut masih hidup, memiliki energi dan pikiran segar untuk terus mencobanya sampai berhasil. Semangat berani mencoba hal-hal baru meskipun berisiko ini harus dimiliki oleh seorang aktor.

Terakhir, Nyman menyatakan bahwa aktor mesti selalu bahagia dan terus bekerja. Ajuran ini sangat penting artinya bagi Nyman karena pada dasarnya pekerjaan aktor tidak pernah bisa berhenti meskipun ia tak lagi bekerja. Artinya, seorang aktor akan terus bekerja – termasuk belajar – untuk mengasah kemampuannya dalam seni peran. Oleh karena itulah Nyman mengatakan bahwa meninggalkan pekerjaan seni peran untuk sementara waktu demi melangsungkan kehidupan itu tidak ada ruginya bagi aktor. Pertemuan dan kerja sama dengan orang baru, pengalaman baru, bidang baru di dalam kehidupan merupakan pembelajaran nyata bagi aktor. Pada dasarnya, bermain peran adalah memainkan kehidupan karena tokoh yang diperankan mesti dihidupkan dan sebagian besar merupakan representasi kehidupan. Oleh karena itu, melakoni semua pekerjaan di luar seni peran adalah bagian dari seni peran itu sendiri. Seorang aktor tidak boleh merasa menderita atau terhina karena itu. Justru ia mesti berbangga karena mau terus melangsungkan hidupnya dengan bekerja, terlebih semua pekerjaan tersebut ia lakoni dengan bahagia.

(**)

Sumber: Nyman, Andy. 2012. The Golden Rules of Acting that Nobody Ever Tells You. London: Nick Hern Book

#WhaniDProject adalah lembaga pelatihan pengembangan diri dan korporasi yg mengambil titik pijak pada psikologi dan keilmuan seni peran dalam teater (psycho theatre). Dua bidang yg ditangani adalah Theatre for Profesional (menangani pelatihan untuk para profesional di bidang masing-masing : komunikasi, public speaking, dll) dan Theatre for Art ( pelatihan calon aktor dan pendalaman materi estetika teater untuk kepentingan sosial kemasyarakatan ). Berdiri 2013, di Yogyakarta.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top
%d bloggers like this: