Kaidah Pokok Seni Peran #9

(Diterjemahkan secara bebas dan diperluas oleh Eko Santosa dari The Golden Rules of Acting that Nobody Ever Tells You karya Andy Nyman © 2012)

8. Film

Aktor yang bekerja dalam produksi sebuah film, mesti akrab dengan empat kata ini, “Ayo cepat dan tunggu.” Empat kata itu menggambarkan kesibukan yang terjadi dalam memproduksi film. Catatan set, misalnya menyebutkan, “Gandhi pagi hari, EastEnders sore hari”, ini menggambarkan bagaimana suasana pengambilan gambar akan dilakukan. Suasana pagi hari seolah-olah sedang mengerjakan karya seni di waktu luang, sementara sore hari menggambarkan kekacauan seolah-olah dunia runtuh. Demikianlah kira-kira suasana kerja dalam pembuatan film di mana aktor terlibat di dalamnya.

baca juga : Kaidah Pokok Seni Peran #8

Seorang aktor akan bayak menghabiskan waktu, terutama untuk menunggu, dalam proses pengambilan gambar. Namun disarankan untuk tidak pernah mengeluh karena bagaimanapun juga terlibat dalam proses pembuatan film merupakan satu pengalaman yang mencerdaskan. Apa yang perlu dilakukan aktor adalah menikmati setiap proses yang mesti dilakoni karena setelah itu belum tentu ada pekerjaan yang sama lagi. Perlu diperhatikan bagi aktor adalah mengingat nama-nama orang yang bekerja dengannya di dalam film, bukan hanya nama aktor lain saja. Mencatat nama setiap kru yang terlibat sangat penting artinya. Mereka merupakan orang-orang yang sangat berharga untuk di ajak bekerja sama dan setiap aktor mesti menjalin kontak dengan mereka.

Selama proses pengambilan gambar, aktor mesti menjalin hubungan yang baik dengan penata rias dan busana karena mereka bisa membuat aktor berpenampilan baik atau amburadul. Namun demikian disarankan untuk tidak terlibat gosip di antara mereka karena akan menimbulkan masalah pada nantinya. Menahan keinginan untuk ikut bergunjing, dalam hal ini, sangat penting. Utamakan tanggung jawab aktor yang terkait dengan pekerjaan mereka. Misalnya, ketika saat pengambilan gambar selesai, maka sebisa mungkin letakkan kembali busana yang dikenakan pada tempatnya atau digantung di lemari busana yang disediakan. Mesti diingat bahwa banyak departemen (bidang) yang masih harus bekerja selepas aktor pulang ke rumah, dan para kru bukanlah budak aktor.

Ketika bekerja di lokasi pengambilan gambar, secara profesional aktor akan menerima “per diem” – uang harian di luar fee untuk biaya menginap dan makan sehari-hari. Aktor mesti pandai mengelolanya sehingga ketika proses berakhir masih ada sisa “per diem” di tangan. Namun juga perlu diperhatikan bahwa pada saart itu mungkin saja akan terungkap bahwa ada aktor lain yang mendapatkan bayaran lebih tinggi, kamar hotel lebih bagus, layanan transportasi ke lokasi dengan kelas satu, dan layanan tempat rehat di lokasi pengambilan gambar yang lebih baik. Semua hal tersebut adalah pengalihan. Jika Anda aktor profesional, maka perhatikan bahwa kehadiran Anda di lokasi adalah untuk bermain peran – lakukanlah itu dengan baik dan lupakan soal-soal lainnya.

Keitka Anda sebagai aktor diminta hadir pada saat screening (pemutaran film) bersama para kru – kegiatan ini bisa berlangsung di mana saja dalam rentang waktu antara 8 sampai dengan 18 bulan semenjak pengambilan gambar dilakukan. Perlu untuk diperhatikan adalah melihat kembali catatan kontak yang Anda buat sekaligus untuk menyegarkan ingatan dengan siapa saja Anda bekerja sama. Karena dalam rentang waktu cukup lama Anda pasti banyak lupa nama mereka. Ketika screening, Anda mesti bangga pada setiap gambar yang dihasilkan karena bagaimanapun juga gambar – di mana Anda ada dan berperan di dalamnya – itu akan tetap ada dan tersimpan.

Proses pembuatan film memiliki banyak tantangan dan hambatan mirip dengan proses pementasan teater. Apa yang mesti dilakukan aktor adalah meyakini jalan yang dipilih dan dilaluinya. Anton Chekhov, seorang penulis lakon besar Rusia, menyatakan bahwa seni, terutama seni panggung, merupakan area di mana tidak dimungkinkan orang berjalan di atasnya tanpa tersandung. Jika Anda terlibat di dalamnya akan banyak ditemukan hari-hari penuh ketidaksuksesan sepanjang produksi berjalan, akan banyak kekecewaan datang meghampiri. Anda harus bersiap diri dengan baik dan menerima hal itu apa adanya. Namun janganlah lupa bahwa, keras kepala dan kefantikan tetap dibutuhkan seorang aktor untuk berjalan dengan caranya sendiri. Apa yang dinyatakan oleh Chekhov ini penting untuk dipahami oleh aktor panggung dan film.

===== bersambung ====

#WhaniDProject adalah lembaga pelatihan pengembangan diri dan korporasi yg mengambil titik pijak pada psikologi dan keilmuan seni peran dalam teater (psycho theatre). Dua bidang yg ditangani adalah Theatre for Profesional (menangani pelatihan untuk para profesional di bidang masing-masing : komunikasi, public speaking, dll) dan Theatre for Art ( pelatihan calon aktor dan pendalaman materi estetika teater untuk kepentingan sosial kemasyarakatan ). Berdiri 2013, di Yogyakarta.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top
%d bloggers like this: