Kaidah Pokok Seni Peran#11

(Diterjemahkan secara bebas dan diperluas oleh Eko Santosa dari The Golden Rules of Acting that Nobody Ever Tells You karya Andy Nyman © 2012)

10. Tips untuk Bertahan

Anjuran pertama bagi aktor agar dapat bertahan dalam dunia seni peran adalah bersikap baik kepada rekan kerja. Hal pertama yang akan dilihat oleh calon pengguna jasa aktor adalah CV, lalu biasanya mereka akan bertanya kepada orang yang pernah bekerja dengan aktor tersebut – yang tercatat dalam CV – tentang kualitas kerja. Jadi bersikap kepada siapapun yang bersama-sama bekerja akan berakibat pada catatan baik yang ditinggalkan oleh orang tersebut. Aktor pada dasarnya adalah manusia biasa, bukan orang istimewa. Sebagai aktor, Anda tidak ada bedanya dengan orang lain baik di dalam teater ataupun di lokasi bekerja. Hal ini sebenarnya sudah jelas dan semua orang juga tahu, namun dalam kenyataan banyak aktor yang bertingkah seperti orang paling penting dan selalu merasa berada di atas semuanya.

Di dalam pekerjaan aktor seringkali terjadi hal-hal yang aneh, misalnya pekerjaan datang bersamaan dengan waktu liburan yang mana telah direncanakan dengan baik bahkan transportasi dan tempat menginap sudah dipesan. Sampai-sampai ada lelucon, jika aktor ingin mendapatkan pekerjaan, pesanlah paket liburan. Tidak semuanya seperti ini tentunya namun memang pekerjaan sering datang ketika aktor sedang melakukan sesuatu di luar pekerjaannya. Di sisi lain aktor juga sering mendapatkan tawaran pekerjaan dalam waktu bersamaan. Nyman menganjurkan agar aktor memilih yang bayarannya lebih besar untuk diambil.

baca juga : Kaidah Pokok Seni Peran#10

Di dalam diri aktor terdapat ketakutan tak tersadari yaitu bertambahnya usia. Nyman bahkan menyebutkan kalau aktor jarang sekali bisa bernyanyi dengan harmonis untuk lagu “Selamat Ulang Tahun” bagi dirinya sendiri. Hal ini memang tidak terkait langsung dengan pekerjaan, namun perasaan itu tanpa sadar ada dalam diri hampir setiap aktor dan sungguh mengganggu. Kondisi ini seolah menggambarkan ketakutan aktor akan tibanya usia tua. Namun sekali lagi, hal itu sebenarnya sama sekali tidak terkait dengan pekerjaan seorang aktor.

Beberapa jenis pekerjaan dalam seni peran sangat spesifik dan berpengaruh terhadap ketertarikan pengguna jasa. Seperti di Inggris, jika seorang aktor bermain di dalam drama musikal, maka hal ini akan menjadi batas bagi agensi casting dalam melihat potensi aktor tersebut. Hasilnya, sang aktor akan sedikit mengalami kesulitan mendapatkan casting untuk film televisi dan layar lebar. Sebagai aktor, Anda tidak boleh menyerah dengan hal ini. Anda akan selalu dapat lebih cepat dalam bertindak dibandingkan dengan apa yang ada dalam pikiran. Seperti di dalam latihan di mana Anda harus membuktikan hal ini dengan menerapkan sesegera mungkin gagasan dalam setiap adegan atau wicara dan segera pula Anda akan tahu hasilnya. Dalam pekerjaan pun demikian kiranya, tindakan mesti lebih cepat daripada apa yang diperkirakan oleh pikiran, jangan menunggu.

Ada sebuah mitos yang menyatakan bahwa, “Bukan soal apa yang kamu ketahui melainkan siapa yang kamu ketahui”. Jangan pernah percaya dengan mitos ini dan jangan pernah pula mitos ini dijadikan alasan ketidaksuksesan dalam berkarir. Nepotisme mungkin akan membawa Anda pada satu kesempatan, tetapi karir tidak dibangun atas dasar kenalan dan pertemanan – karir dibangun di atas satu hal, yaitu sebaik apa Anda dalam berkarya.

Tidak ada seorangpun yang bisa melangkah dengan mudah atau benar-benar berada dalam keberuntungan. Nyman memberikan jaminan bahwa setiap aktor harus bekerja keras dan berani berkorban. Beberapa orang boleh saja menganggap Anda beruntung dan bisa menggapai karir dengan mudah – apakah benar demikian? Tentu saja tidak, karena semua harus dicapai melalui perjuangan.

Sebagai aktor, Anda disarankan untuk tidak mengatakan, “Saya nervous”, tetapi katakan saja, “Saya tertarik dan tertantang”. Cobalah – terutama pada saat audisi – dan Anda akan takjub ketika perkataan tersebut dapat menyingkirkan rasa grogi yang ada. Setiap aktor yang tampil di film, televisi, atau iklan semuanya melalui proses audisi, menunggu hasil dan sebagian besar tidak berhasil mendapatkan casting. Jadi, aktor yang kita saksikan aktingnya itu merupakan salah satu aktor yang mendapatkan panggilan setelah audisi selesai. Jangan pernah pula bermasalah dengan kondisi pekerjaan, pasti ada sesuatu yang dapat dinikmati dalam setiap proses. Carilah itu dan sebarkanlan, maka pekerjaan akan menjadi menyenangkan. Perlu diingat, perasaan baik dan nyaman itu menular. Sebaliknya jangan pernah berpikir bahwa casting yang didapatkan oleh orang lain itu semestinya milik Anda. Jika demikian, maka Anda akan memelihara rasa kecewa dan benci terhadap orang lain, dan ini adalah racun yang akan menghancurkan karier Anda.

Pada sesi membaca naskah bersama-sama dalam satu ruang latihan hampir semua aktor tidak menyukai sesi ini dan merasa tidak nyaman. Mereka masing-masing akan menatap sekeliling dan berpikir bahwa mereka adalah aktor terjelek di ruang itu. Waspadalah! Jika ada seorang aktor yang tidak berpikir bahwa dia adalah aktor yang jelek, bisa dipastikan itu Anda sendiri. Kondisi ini sama halnya dengan menyaksikan penampilan sendiri di televisi atau film. Anda akan merasa bahwa suara dan penampilan Anda sangat tidak baik. Percayalah, sesungguhnya tidaklah demikian.

Di dalam melakoni pekerjaan, usahakan jangan menghitung peluang dan mengkhawatirkan diri akan pekerjaan berikutnya. Jangan berpikir, kesempatan pekerjaan berikut akan datang dari mana, audisi berikutnya kapan, dan hal seputar itu. Nikmatilah pekerjaan yang sedang Anda lakoni saat ini. Anda tidak akan tahu sampai kapan pekerjaan itu berakhir, bisa jadi berakhir tepat di saat ada tawaran lain menunggu. Bergembiralah sambil terus bekerja. Sebagai aktor Anda akan sering mendengar pertanyaan orang lain: 1) Apa untungnya menjadi aktor?, 2) Kok kami tidak melihat Anda membintangi serial terkenal?[1],  3) Kapan saya menyaksikan penampilan Anda ya?, 4) Apakah Anda sedang tidak ada job sekarang?. Cobalah untuk selalu ramah dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam ini.

Anjuran terakhir pada sesi ini sangat penting, namun tidak berkaitan dengan keaktoran melainkan dengan kehidupan. Anda harus selalu mencoba menikmati hidup dan mengingat kenangan-kenangan positif, terutama menjelang tidur. Hal ini akan membuat Anda merasa baik dan jauh lebih bisa diterima akal sehat ketimbang selalu mengingat kenangan buruk yang pernah dilakukan. Morecambe dan Wise, komedian berpasangan yang ikonik di Inggris, memberikan saran agar Anda jangan selalu berkerut dahi melainkan mencoba untuk selalu berpikir positif. Bahkan kalau perlu tertawa dalam situasi yang sulit.

=== bersambung ====


[1] Dimaksudkan di sini serial terkenal itu semisal EastEnders, mungkin di Indonesia semacam sinetron Tersanjung

#WhaniDProject adalah lembaga pelatihan pengembangan diri dan korporasi yg mengambil titik pijak pada psikologi dan keilmuan seni peran dalam teater (psycho theatre). Dua bidang yg ditangani adalah Theatre for Profesional (menangani pelatihan untuk para profesional di bidang masing-masing : komunikasi, public speaking, dll) dan Theatre for Art ( pelatihan calon aktor dan pendalaman materi estetika teater untuk kepentingan sosial kemasyarakatan ). Berdiri 2013, di Yogyakarta.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top
%d bloggers like this: