Eduteater

Keberadaan Tata Panggung Dalam Pementasan Teater (2)

Oleh: Eko Santosa

2. Elemen-elemen

Tata panggung dibentuk dari unsur-unsur tata rupa. Konsep dasar tata panggung dapat dikatakan sebagai konsep organisasi unsur ini. Namun karena tata panggung tidak berdiri sendiri di dalam pementasan, maka perlu juga mempertimbangkan pemain di dalam perancangannya. Di luar pemain elemen komposisi tata panggung terdiri dari garis, bentuk, warna, dan cahaya.

Elemen garis akan mengarahkan pandangan. Penata panggung yang baik akan benar-benar memperhatikan elemen ini karena bersangkutan langsung dengan fokus. Garis yang jelas akan mengarahkan mata pada objek terarah. Garis ini bisa berbentuk lurus atau melengkung, diagonal, vertikal atau horisontal. Penempatan perabot mestinya juga mengikuti garis set (gambar, bangunan atau objek latar) yang telah ditentukan. Penata panggung yang kurang piawai memfungsikan garis ini akan membuat objek nampak datar, termasuk para pemain. Karena garis mengarahkan pandangan, maka tidak hanya pandangan penonton saja yang akan terarahkan namun juga pandangan pemain. Dengan hanya menata perabot atau objek tata panggung dalam gari lurus yang datar, maka blocking pemain pun secara alamiah akan mengikutinya. Oleh karena itu, elemen garis sangat penting artinya dalam membentuk kedalaman serta dinamika ruang.

baca juga : Keberadaan Tata Panggung Dalam Pementasan Teater (1)

Elemen berikutnya adalah bentuk yang tentu saja cipta dengan garis. Garis-garis lurus akan menghasilkan bentuk yang bernuansa tegas, sementara garis lengkung memberikan kesan keluasan, kesegara, dan kedamaian. Bentuk yang diciptakan dari garis ini tentu saja juga tunduk dengan arah yang telah ditentukan. Dengan tidak menentang arah pandangan yang telah ditentukan oleh garis, bentuk memberi kelengkapan isi (volume). Bentuk memberikan kesan nyata karena memberikan ketebalan. Selain itu, bentuk juga dapat menegaskan karakter garis dan mendinamiskannya. Jika arah ruang dibentuk dari garis lurus dapat dilembutkan dengan atap yang melengkung. Komposisi panggung dengan demikian tidak bisa mengabaikan unsur bentuk ini. Ketepatan satu benda dengan benda lain dalam konteks interpretasi lakon dapat ditentukan melalui bentuk ini. Bahkan, bentuk benda (perabot), ruang (kamar) atau latar (bangunan keseluruhan rumah) dapat digunakan untuk menyimbolkan watak penghuninya (pemain).

Jika bentuk menyediakan ruang, maka elemen warna dalam tata panggung memberikan gambaran suasana. Meski beberapa benda atau perabot dalam tata panggung memiliki warna asli yang khas, namun dalam seni tata panggung hasil mengesankan seringkali didapatkan dengan memberi tambahan warna lain. Persis seperti sebuah lukisan yang mana hasil warna akhir merupakan kombinasi dari berbagai warna. Selain berfungsi mempertegas kedalaman ruang, warna seperti halnya garis memilki karakter. Ada warna yang dikelompokkan ke dalam warna hangat, dingin, dan panas. Karakter warna ini juga dapat digunakan untuk menyimbolkan sesuatu. Oleh karena itu, penggunaan warna dalam tata panggung mesti disesuaikan dengan konsep pementasannya. Artinya, meskipun gaya yang hendak ditampilkan adalah realis, namun elemen bentuk dan warna dalam tata panggung tetap dapat digunakan untuk menyampaikan pesan karakter ruang atau bahkan pemain.

Elemen penting yang dapat membuat semuanya terlihat jelas adalah cahaya. Tanpa adanya cahaya, semua objek di atas panggung tidak dapat dilihat. Di dalam hal ini, penata panggung harus memperimbangkan sudut datang dan titik jatuh cahaya terhadap objek. Secara mendasar, cahaya memberikan kedalaman ruang atau dimensi dengan mengelola prosesntase pencahayaan atas objek dan juga pertimbangan jatuhan bayangan (shadow). Cahaya membuat semuanya benar-benar tampak hidup. Selain itu, warna cahaya juga dapat menguatkan karakter warna objek. Namun demikian, penata panggung mesti memahami dengan baik bahwa teori percampuran warna cat berbeda dengan warna cahaya. Di sisi lain pantulan cahaya berwarna terhadap objek berwarna memiliki sifat yang berbeda untuk setiap warna dan jatuhan cahaya atas material objek juga menentukan sifat pendar dari cahaya tersebut. Dalam konteks perencanaan, penata panggung harus benar-benar memperhatikan unsur cahaya ini. Jangan sampai, susunan objek panggung yang sudah baik tidak mendapatkan dukungan cahaya memadai sehingga justru akhirnya mengurangi nilai artistik yang diharapkan.

Keahlian mengorganisasikan elemen tata panggung sangat diperlukan untuk mencapai hasil terbaik. Dalam pementasan teater realis misalnya, tata panggung (set latar, kamar, indoor, outdoor, perabot dan peranti) harus benar-benar tampak nyata di mata penonton, pun demikian efek tata cahaya yang dihasilkan. Cahaya dalam teater realis merupakan representasi cahaya matahari,  bulan, api, dan cahaya yang berasal dari lampu praktikal. Efek jatuhan berbagai jenis cahaya atas objek ini pun juga menentukan nyata tidaknya objek tersebut. Untuk memenuhi kemiripan objek terkena cahaya dengan keadaan nyatanya inilah tambahan atau polesan warna diperlukan. Intinya, tebal-tipisnya atau kuat-ringkihnya satu benda dapat di-nyata-kan dengan pengorganisasian garis, bentuk, warna, dan cahaya yang tepat. Dengan keahlian mengorganisasi unsur ini penata panggung dapat menghasilkan karya tata panggung sesuai dengan kehendak lakon dan gaya pementasan yang dipilih.

Seni tata panggung diuntungkan dengan adanya jarak estetik antara penonton dan panggung (dalam konteks auditorium). Ditambah dengan kondisi audiorium yang harus gelap sehingga cahaya sekecil apapun akan membawa pengaruh terhadap pandangan penonton. Jarak dan ruang gelap mampu digunakan untuk menyembunyikan atau memunculkan objek-objek panggung secara tidak terduga. Dengan pemahaman yang baik akan perspektif, kedalaman panggung dapat difungsikan untuk menghadirkan batas cakrawala sehingga penonton benar-benar merasa berada di alam nyata. Jarak dan ruang gelap juga dapat digunakan untuk menciptakan tipuan-tipuan imajinatif yang mana penonton tidak menyadari sepenuhnya atas material yang digunakan dalam tata panggung tersebut. Misalnya saja, plastik biru yang dibentang dan ditimpa cahaya kebiruan serta digerakkan bergelombang, akan tampak seperti air. Anak panah yang dapat dengan tepat menancap ke dada dapat disaksikan dengan jelas oleh penonton sementara jalur anak panah yang dibuat dari benang lembut dan kuat serta efek darah yang disimpan di baju pemain tidak terlihat oleh mata penonton. Jadi, selain empat elemen dasar tata panggung, penata panggung harus benar-benar memperhatikan jarak dan ruang gelap yang ada.

Di dalam seni tata panggung arena yang mana jarak penonton dan panggung begitu dekat, penata panggung harus berhati-hati dalam berkarya. Jarak akan membawa perbedaan, apalagi ketika panggung arena tersebut terbuka. Ruang menjadi terang sehingga detail setiap objek yang ditata dan disusun di atas panggung harus benar-benar diperhatikan. Penata panggung tidak bisa lagi memanfaatkan kedalaman ruang karena penonton di teater arena bersifat melingkari panggung atau minimal tata lelat kursinya membentuk huruf “U”. Konsekuensinya, volume objek tidak bisa lagi diciptakan hanya mengandalkan gelap terang dari bentuk benda 2 dimensi. Volume benda harus benar-benar nyata. Pengerjaan detail benda panggung harus mencakup semua penampang yang ada. Penonton teater arena tidak bisa hanya diberi detail benda tampak muka.

Panggung tempat pertunjukan dilangsungkan membawa pengaruh luar biasa bagi seni tata panggung. Pengaruh yang tidak hanya mengait dengan konsep susun-tata benda namun juga dengan nilai artistik yang akan disampaikan. Penata panggung harus benar-benar memperhatikan jenis dan karakter panggung agar karya yang dihasilkan maksimal. Jadi selain empat unsur dasar berupa garis, bentuk, warna, dan cahaya penata panggung juga harus memperhatikan jenis panggung yang digunakan karena setiap jenis panggung memiliki jarak estetik berbeda yang mempengaruhi presentasi artistik karya.

==== bersambung ====

One thought on “Keberadaan Tata Panggung Dalam Pementasan Teater (2)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.