Krida Wira Budaya

Sebuah pertunjukan koreografi silat-tari bertajuk Kridha Wira Budaya akan digelar untuk memungkasi acara Pencak Malioboro Festival (PMF) V-2017 di titik 0 km pada tanggal 20 Agustus 2017 pk 16.00 wib.
Pertunjukan yang hanya berdurasi delapan menit ini melibatkan tak kurang dari seratus personel artistik. Mereka terdiri dari koreografer (Kinanthi Sekar Rahina), Imoeng Mulyadi Cahyoraharjo, M.Sn (penata musik), Fajar Agung Pambudi (pimpinan pemusik), narator (Agus Seteng Yuniawan), limapuluh penari, limapuluh pesilat dari perguruan silat Tapak Suci dan Persinas Asad.

Pergelaran dengan musik live ini melibatkan instrument pentatonis dan diatonis. Dari saron, kendang, terompet, timpani hingga gong beri.
Pertunjukan gerak tanpa cerita (non story) ini menggabungkan dua cabang ilmu gerak, yakni silat dan tari. Diberi judul Kridha Wira Budaya bukan sebagai suatu superioritas pencapaian, melainkan motivasi. Paseduluran Angkringan Silat, lembaga dokumentasi audio visual silat Tangtungan Project, lembaga Pelatihan Pribadi dan Korporasi Whanidproject yang mengampu acara ini berharap upaya ini mampu merebakkan silat menjadi salah satu produk budaya yang membanggakan bagi pertumbuhan seni budaya itu sendiri. ***

#WhaniDProject adalah lembaga pelatihan pengembangan diri dan korporasi yg mengambil titik pijak pada psikologi dan keilmuan seni peran dalam teater (psycho theatre). Dua bidang yg ditangani adalah Theatre for Profesional (menangani pelatihan untuk para profesional di bidang masing-masing : komunikasi, public speaking, dll) dan Theatre for Art ( pelatihan calon aktor dan pendalaman materi estetika teater untuk kepentingan sosial kemasyarakatan ). Berdiri 2013, di Yogyakarta.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top
%d bloggers like this: