Monolog

A l i e n Monolog Whani Darmawan

 

PANGGUNG YANG MENYATU DENGAN PENONTON GELAP SEKALI. DI UDARA RUANG PERTUNJUKAN ITU TIBA-TIBA BERMUNCULAN BINTANG-BINTANG SATU PERSATU HINGGA MEMENUHI RUANGAN. MESKI MEMENUHI RUANGAN, TENTU, TIDAK LANTAS BENDERANG SEPERTI LAMPU NEON. KEMUDIAN TERDENGAR SUARA TAT TIT TAT TIT SEPERTI BERASAL DARI ALAT PENGONTROL. DAN TERDENGAR PULA KEMUDIAN SUARA SUARA KEMERESEK DISELINGI LAMAT ORANG SEDANG BERBICARA DALAM BAHASA ASING MELALUI INTERCOM – ATAU DARI ALAT KOMUNIKASI JARAK JAUH.

SECERCAH CAHAYA JATUH DARI LANGIT, MENIMPA TOKOH KITA YANG SEDANG DUDUK BERSILA DALAM SIKAP YANG MEDITATIF DALAM BALUTAN BUSANA TRADISIONAL. DAN BINTANG-BINTANG PUN KEMUDIAN PERLAHAN NAMUN PASTI BERGERAK, MEMUTAR, MERENDAH, SERENDAH MUNGKIN HINGGA SEOLAH BISA HINGGAP DI KEPALA SETIAP PENONTON, KEPALA TOKOH KITA. TIBA-TIBA, BLEP, BINTANG-BINTANG ITU HILANG SEKETIKA, DAN HANYA REMANG YANG TERSISA DENGAN CAHAYA KEPUTIHAN MENGEMULI TUBUH TOKOH KITA. PERLAHAN DENGAN LEMBUT TOKOH KITA TERBANGUN.

Hmm….apa kabar. Aku tidak pernah menyalahkanmu sampai dengan ditembaknya kepalamu. Tetapi …….(JEDA) ……. —- PADA DIRI SENDIRI — …….susah juga mengakan ini. Tak mudah. Tetapi anak muda sepertimu selalu bertanya dan menyanggah. Seolah-olah hidup hanya dikuasai oleh akal dan pikiran. Ruh tak serendah itu. Manusia tidak serendah itu. Tetapi kau lupa menghidupkan tombol-tombol itu, kamu hanya menguasai tombol on-off, selebihnya hanya hapalan. (JEDA) Tahukah kamu, itu berbahaya (JEDA) dan akhirnya kau membuktikannya sendiri.

TERDENGAR SUARA DENTAM MUSIK RAP. DI SUATU SUDUT LAYAR PERLAHAN MENYALA SEIRAMA DENGAN MENGERASNYA. LAMPU-LAMPU DISKOTIK BERPENDARAN, SEPERANGKAT ALAT TEKNOLOGI TERGELAR DAN MENYALA DI SITU, LAYAR TELE CONFERENCE MENYALA. SESEORANG YANG SIBUK MEMAINKAN TUTS KEYBOARD, DI MULUTNYA TERJEPIT MICROPHONE, SAMBIL BERGOYANGAN MENGIKUTI IRAMA MUSIK RAP IA BICARA KERAS DALAM BAHASA INGGRIS

Hi, Mark. How are you? Hahaha. I’m fine, Mark. Yeaa…you know. This fucking third world country people is an easy target. Every time you throw an issue, they act like a group of fish, with their mouth wide open, waiting for the food. Fucking crowded, don’t give a damn whether the food was produced from their own kind. Yeah man, cannibalization ! Whaat?……hahahaaku I don’t fucking care with all of these !! I don’t fucking caree!! Conspiratiioonn!!???? Hhahahaha!!!

BLEP. LAMPU MATI, SUARA-SUARA MATI, CAHAYA BERPINDAH PADA TOKOH KITA. DAN TERDENGAR SUARA BERDENGING TIPIS.

Kamu sudah jadi londo gosong. Bahkan bule yang kebanyakan pepe pun tak bisa mengingkari putih kulitnya sendiri dan jangan lupa kisah penyanyi pop dari jaban negeri yang membenci warna kulitnya sendiri dan lebih nyaman mencucinya hingga seputih mayat. Meskipun kau menguasai bahasanya, mengecat rambutmu sekuning, semerah, secoklat apapun, kau tidak akan bisa memungkiri dirimu. Darah yang mengalir dalam nadimu. (JEDA) Heem…..(SANGAT BERDUKA) …..sudah berulangkali kukatakan kepadamu, semua barang-barang itu Cuma fungsi. Tak perlu menjadikannya sebagai dewa. Tapi aku tak menyalahkanmu. Setiap hidup punya cerita dan masanya sendiri tak perduli seberapa tua usiamu di kehidupan sebelumnya. (MENANGIS LIRIH)

Teknologi adalah ilmu yang sangat tua usianya. Mungkin setua hidup manusia sejak datangnya manusia pertama. Semua yang terjadi hanya pengulangan. Peristiwa berulang, tetapi manusia gagal belajar. Seberapa mulia sebenarnya manusia bisa meraih bintang-bintang. Bukan perkara susah.  Pikirmu, kenapa
Kyai Cindeamoh memuat keris untuk paduka Sultan Agung bisa bisa bertahtakan meteorid, batuan mengambang yang hanya bisa di raih di belantara antar planet dalam susunan tata surya? Pikirmu, kenapa Kyai Cindeamoh hanya memijat dengan jari dan tanpa pijaran api? Semua itu tekhnologi, anakku. Tetapi kau tak pernah mengerti. Kau begitu terpesona dengan barang-barang baru – yang kau sebut sebagai yang tercanggih untuk menentukan hidup manusia. Uuh….Kau tak perlu gumunan. Tak perlu heran. Itu Cuma soal cara yang berbeda. Kau tak percaya juga. Kenapa saja tiba-tiba kamu merasa tidak percaya diri? Kenapa kamu ingin menjadi mahluk dunia? Memangnya selama ini kamu menjadi mahluk neraka? Mengapaa kamu tidak percaya diri dan merasa seluruh dunia harus mengenalmu!? Kau kira itu baaaikkk!!?

BLEP, LAMPU MATI. DAN BLEP, BLEP, BLEP. TIBA-TIBA SAJA SELURUH RUANGAN DIPENUHI LAYAR MONITOR TELEVISI DARI BERBAGAI UKURAN DAN MENYALA BERSAMA. GAMBARAN VEGA, NEBULA, SATELIT RUANG ANGKASA, BINTANG-BINTANG, METEOR YANG MELINTAS, MUNCUL BERGANTIAN. DAN MUNCULLAH SUATU BISIKAN MENDESIS MISTIS…

SUARAI know your name! I know your identity! I know all about you! Just a small mistake then the world will find you. You have no where to hide. And you must know, in this kind of situation, the world is just like your laptop cable that extends between continens, penetrates into the Amazon Rainforest that includes Brazil, Peru, Colombia, Venezuela, Ecuador, Bolivia, Guyana, Suriname and French Guiana. When you are lost, you yourself won’t be able to find you.

BLEP, LAMPU MATI. MONITOR-MONITOR MATI. GELAP. BLEP, LAMPU NYALA PADA TOKOH KITA. IA SEDANG MENANGIS LIRIH, DI BELAKANGNYA SEBUAH SOSOK TERPAMPANG DI SEBUAH LAYAR SEDANG KESETANAN MEMAINKAN BERURUSAN DENGAN COMPUTER. PADA GAMBAR LAIN YANG MUNCUL TERLIHAT SOSOK-SOSOK MEMBAWA PESTOL MENCARI-CARI CALON KORBAN. LAYAR BLUR DAN TANPA SUARA.

Kenapa sekarang kamu baru mengerti, kalau bukan kamu yang menentukan hidupmu. Tidak juga temanmu yang sering kau sebut sebagai sik Mak itu. Mak itu siapa? Kau sering menyebutnya dengan bangga, Mak Sukerto. Sukerto? Bukankah itu bocah yang perlu diruwat? Bagaimana mungkin bocah yang perlu diruwat kau ikuti? Kenapa kau mengjinkan hidupmu dikendalikan orang lain, dan menyerahkan seluruh hidupmu pada orang lain, dan menyerahkan seluruh kepribadianmu  diaduk-aduk diadul-adul diawul-awul orang-orang dari seluruh penjuru dunia? Kenapa? (JEDA) kau merasa dirimu modern. Dan salah satu ciri-cirinya adalah kamu merasa perlu mencampuri urusan orang lain dengan nama solidaritas atau berbagi nasib. Kau merasa boleh melempar batu sesukamu dan tak perlu bertanggungjawb. Perang adalah sebuah permakluman! Kenapa kau bisa hidup keluar dari ruh kemanusaanmu, anakku.

LAYAR YANG BLUR ITU KEMALI TERANG. DAN MEMPERLIHATKAN SESEORANG SEDANG DIKEJAR-KEJAR ORANG LAIN DAN SETELAH DEKAT LANGSUNG DITEMBAK KEPALANYA. KORBAN PUN TERKAPAR.

BLEP, LAMPU MATI. MUNCUL KEMUDIAN BINTANG-BINTANG SEPERTI DI AWAL ADEGAN INI. BERPUTAR DENGAN PERLAHAN SESEKALI DI LINTASI OLEH VEGA, NEBULA DAN SATELIT DI ANGKASA LUAR, SERTA SUARA-SUARA DOA BERGUMAM, SEPERTI SUARA AOM PARA BRAHMANA. TOKOH KITA NANGIS MENGGUGUK.

Baiklah. Aku pulang dulu. bukan karena alasan sudah sore, sudah malam, atau bahkan sudah pagi. Sebab waktu tak pernah ada seperti setiap kali katamu ketika mempercayai benda-benda itu. Aku pulang karena di sini sudah selesai.

TOKOH KITA ITU KEMBALI BERSILA DAN MENGAMBIL SIKAP MEDITASI. SESAAT KEMUDIAN TUBUHNYA TERANGKAT KE ANGKASA DALAM POSISI MEDITASI. ZAAAAAP! CAHAYA TERANG PUTIH SEPUTIH-PUTIHNYA SEPERTI DARI LAMPU BERKEKUATAN SATU JUTA VOLT MENYOROT KE MUKA PARA PENONTON DIBARENGI SUARA BERDENGING SEPERTI TROUBLE VOICE DARI SEBUAH MIKE YANG BEGITU KERAS. PAP! (2 MENIT LEBIH BAGUS). LAMPU PADAM!

Omahkebon, Jumat 17 Juni 2016.

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.