Eduteater

LATIHAN MEMBACA TEKS Part 2

LATIHAN MEMBACA TEKS Part 2

Baca juga : LATIHAN MEMBACA TEKS Part 1

Lain teks naratif cerita lain pula teks naratif berita. Membaca teks berita artinya menyampaikan informasi kepada orang lain, artinya ada pendengar yang mendengarkan penyampaian berita tersebut. Membaca teks berita bukan hanya untuk diri sendiri. Oleh karena itu, ada beberapa teknik dalam membaca teks berita yang penting untuk diperhatikan seperti tersebut di bawan ini. Namun sebelum membaca teks berita hal penting yang wajib dipahami adalah memahami isi berita dengan baik dan menyeluruh.

Pertama, yang perlu diperhatikan adalah artikulasi. Dalam membacakan teks berita, artikulasi atau pelafalan yang digunakan harus jelas agar informasi yang disampaikan juga terdengar dengan jelas. Kedua adalah intonasi, yang berhubungan dengan naik turunnya suara atau adanya penekanan dalam suara. Intonasi yang digunakan harus tepat sesuai dengan kalimat berita yang disampaikan. Misalnya untuk kalimat perintah diucapkan dengan menggunakan intonasi naik di seluruh bagian kalimatnya, untuk kalimat tanya diucapkan dengan menggunakan intonasi naik pada bagian akhir kalimat, dan pada umumnya kalimat berita diucapkan dengan intonasi menurun di akhir kalimat.

Ketiga adalah jeda. Penjedaan merupakan kegiatan berhenti sejenak untuk mengatur napas saat membaca teks berita. Kegiatan berhenti sejenak atau pemberhentian sejenak tersebut tidak bisa dilakukan di sembarangan bagian kalimat, ada bagian-bagian tertentu dalam kalimat yang bisa dilakukan penjedaan. Hal ini terkait dengan keutuhan pesan yang akan disampaikan. Keempat adalah memperhatikan volume suara dalam membaca teks berita. Volume harus diatur dengan baik sehingga bisa jelas terdengar.

2. Membaca Teks Puitik

Puisi atau sajak adalah gubahan dalam bahasa atau karya sastra yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus. Karena kekhusuan ini, maka pembacaan teks puisi juga memiliki tekniknya tersendiri. Kata-kata yang sengaja dipilih dan ditempatkan oleh penyair dalam bait-bait memiliki makna tersendiri. Jadi sebelum membaca teks puisi perlu memahami dengan baik makna dari puisi tersebut. Di bawah ini adalah salah satu contoh puisi.

Krawang – Bekasi

Karya: Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

Brawidjaja,
Jilid 7, No 16, 1957

Setelah memahami makna puisi yang akan dibaca hal berikutnya yang paling penting dalam membacakan puisi adalah suara lantang, bersih dan jernih. Gunakan teknik pernafasan yang benar. Sementara itu teknik olah suara yang bisa diterapkan adalah artikulasi untuk pengucapan kata yang utuh dan jelas, bahkan di setiap hurufnya. Berikutnya diksi yang merupakan pengucapan kata demi kata dengan tekanan dan rasa bervariasi. Tempo, yang berhubungan dengan cepat lambatnya pengucapan yang diatur dan menyesuaikan dengan kekuatan nafas. Tempo terkait dengan jeda dimana pemenggalan sebuah bait dalam puisi, akan sangat membantu mengungkapkan keseluruhan isi puisi. Selanjutnya adalah diinamika yang berhubungan dengan lemah dan kerasnya suara dalam mengatur rima dan irama, naik turunnya volume dan keras lembutnya diksi, dan untuk menjaga harmoni di saat naik turunnya nada suara. Kemudian yang perlu diperhatikan adalah timbre yang terkait dengan karakter atau warna suara dan yang terakhir adalah intonasi untuk mengatur tekanan dan laju kalimat.

To be continued……

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.