News Pencak Malioboro Festival

LOMBA KOREOGRAFI PENCAK

LOMBA KOREOGRAFI PENCAK

Lomba koreografi pencak adalah bagian dari rangkaian Pencak Malionoro Festival (PMF)  ke V tahun 2017. Acara PMF putaran ke V tahun 2017 ini Tangtungan Project bekerjasama sengan komunitas Paseduluran Angkringan Silat (PAS) dan Lembaga Pengembangan Pribadi dan Korporasi Whanidproject bersama-sama mengembangkan menu acara. Lomba koreografi pencak memang bukan menu baru, namun pada putaran ke V tahun 2017 ini mengalami lonjakan jumlah secara drastis.

Pada tanggal 18-19 Agustus 2017 bertempat di alun-alun Sewandanan Puro Pakualaman Yogyakarta sejumlah empatpuluhan (40) grup akan bertarung memperebutkan predikat terbaik dengan simbol trophy dan hadiah uang sebagai berikut, kategori :
Terbaik I : piala Sri Sultan HB X + uang pembinaan Rp 2.500.000,-
Terbaik II : Piala Walikota Yogyakarta + Uang Pembinaan Rp 1.750.000,-
Terbaik III : Trophy dari PAS + uang pembinaan Rp 1.250.000,-
Harapan I : Uang Pembinaan Rp 500.000,-
Harapan II : Uang Pembinaan Rp 250.000,-
Sejumlah kelompok/grup/komunitas silat yang akan berlaga antara lain Tapak Suci (Yogya, Jakarta), Popsi Bayu Manunggal (Yogya), CEPEDI (Yogya), SD Sendangadi (Sleman), IKSPI Kera Sakti (Yogya), Macan Putih (Yogya), PSH Winongo (Sleman), Cakrakembang (Gunungkidul), Kridha Yudha Sinalika (Magelang), Pagar Nusa (Kartosuro), Perisai Diri (Yogya, Semarang), Melati Putih (Magelang), Garuda Jisay (Purwodadi), Garuda Bambu Runcing (Jepara), Perisai Putih (Surabaya), PRSH (Tuban), PRSH (Majenang), Persinas Asad (Jatim, Jabar) Joko Thoke ( Madura), BD Jemparing Asih (Bogor), MHI (Jawa Barat), Sanggar Mutiara Terazam (Jakarta), Bekasi Merah Delima (Jakarta), Pukulan Patikaman (Kalimantan), Klub Silat Prestasi Padepokan TMII (Jakarta), Club Silat Tradisi Cijantung (Jakarta), Pusaka Mande Muda, Gajah Putih (Bandung), Si Kumbang Tenabang (Jakarta), Sanggar Marn Pukul Gado-gado Betawi (Jakarta), Tapak Suci (Yogyakarta, Jajarta).

Sebagaimana lomba koreografi yang sudah berlalu di tahun sebelumnya, kali ini aspek penilaian juga bukan melulu pada point otenisitas dan kekayaan gerak, tetapi juga aspek busana dan artistik lainnya. Karenanya, Juri-Juri yang terlibat pun terpilih yang kompeten di bidangnya. Mereka antara lain bp Agung dari perguruan Persatuan Hati, Bp Abah Gending dari perguruan Garis Paksi, ibu Christine Raphael, seorang modeling dan perancang busana dari Bandung dan Bp Raja Alfindra , dosen Tari Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Selama dua hari berturut turut pada tanggal tersurat mulai pk 14.00-Selesai Yogyakarta akan kedatangan tamu-tamu Istimewa yang akan turut serta meramaikan kancah seni dan budaya di Yogyakarta. Mari menjadi saksi kemeriahan pesta budaya ini.  ***

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.