M a s t e r   C h e f   Monolog Whani Darmawan

PANGGUNG SUDAH DITATA SEDEMIKIAN RUPA MENJADI DAPUR BERSIH. ACARA DEMO MASAK OLEH MASTER CHEF AKAN SEGERA DIMULAI. SUARA JINGGLE BERASAL DARI PENGERAS SUARA MULAI TERDENGAR MENGGELEGAR,…

SUARA

Para hadirin yang berbahagia, marilah kita sambut master CHEF kita….master Hiiiindiiiiiiii!!

GEMURUH SUARA TEPUK TANGAN YANG BERASAL DARI MESIN MENGGEMURUH. MASTER CHEF MASUK MELAMBAIKAN TANGAN KEPADA PARA PENONTON

Selamat malam para penonton sekalian, ibu-ibu, bapak, remaja putra ataupun putri, juga para peminat masak di nusantara di manapun anda berada. Selamat bertemu kembali dengan saya, Hindi. Selama kurang lebih satu jam ke depan saya akan menemani Anda dengan menu makan siang kita kali ini yang berasal dari carnivora. Baiklah mari kita mulai.

LANGSUNG SIBUK DENGAN AKTIFITAS MEMASAK. IA MENYIAPKAN BUMBU-BUMBUAN DAN MULAI MEMPROSESNYA

Saudara-saudara sekalian, memasak adalah aktifitas ragawi yang sangat menyenangkan. Bahkan menurut ilmu kesehatan memasak itu aktifitas refreshing. Setara dengan berkebun. Juga saudara-saudara, memasak juga merupakan olah kreatifitas rasa. Kalau Anda sedang jutek, jangan harap Anda bisa memasak dengan enak. Karenanya, memasak juga melatih kita untuk mengembangkan perasaan positif. Perasaan postifi sangat penting untuk menghadapi tekanan kehidupan. Bukankah begitu saudara-saudara sekalian? Tetapi Anda tidak akan merasakan nikmatnya jika Anda seorang ibu rumah tangga yang ditindas suami, atau lebih-lebih suami yang mendapatkan situasi peminggiran – atau istilah kerennya subordinasi — dari seorang isteri. Hehehe. Itu pasti tidak membahagiakan.

Sekarang ini saudra-saudara sekalian, seperti yang sudah saya saampaikan, saya akan memasakak segala sesuatu mengenai daging dalam citarasa nusantara. Mulai dari oseng-oseng mercon, ayam narmagota, ayam betutu, ayam woku balanga, ayam rica kemangi, dan….nanti, di akhir menu saya akan membuat kejutan dengan memasak dari bahan yang bukan bahan. Emm… maksud saya bahan apapun dan tetap enak. Ya, dari bahan apapun dan tetap enak. Nanti kita coba.

IA MULAI MENGGORENG ATAU APAPUN LAH

Karena memasak sudah menjadi aktifitas sehari-hari untuk melayani, tapi ada juga memasak sebagai hedonisme, bukan kebutuhan. Memasak sebagai hedonisme tak ada urusan dengan pengiritan, efektifitas dan efisiensi.  Karena aktifitas makan dalam satu meja makan, maka otomatis aktifitas memasak juga terbukti membuat rumah tangga harmonis, membuat anak-anak dan suami betah di rumah. Meskipun diam-diam para suami juga suka jajan di luar. Tetapi kalau suami CHEF, apakah isteri juga suka jajan di luar? Atau jangan-jangan aktifitas jajan itu juga bagian dari kesukaan ya, maksud saya, meski sudah tersedia makanan di rumah tetap saja jajan.

MASAKAN SELESAI. TOKOH KITA BERJALAN KE TENGAH PENONTON DAN MENYUGUHKAN MASAKANNYA KEPADA PARA PENONTON

Jangan sungkan-sungkan memuji masakan saya. baiklah saudara-saudara, sesuai janji saya. sekarang adalah masa memasak sesi kedua. Izinkan saya berganti celemek sesuai dengan konteks menunya. Permisi.

TOKOH KITA KELUAR. SESAAT KEMUDIAN MASUK LAGI. IA SUDAH MENGENAKAN SETELAN JAS RAPI. DENGAN RAMBUT BERPOMADE HALUS GAYA PARA EKSEKUTIF, JIKA BUKAN GAYA PARA MAFIOSO SEMACAM DI FILM-FILM GANGSTER.

Saudara-saudara, memasak adalah jalan dan tujuan hidup saya. saya tak ada urusan dengan memakannya. Sebab menurut saya itu otomatis, meski itu juga soal kebutuhan. Memasak telah menjadi my obsession. Menggoreng, memanggang, merebus, mengiris, menyate, membumbui. Setelah matang, biasanya CHEF tidak urusan, orang lain yang akan mendapat bagian mencicipinya. Sekarang adalah sesi yang saya janjikan, saya akan memasak dengan bahan tanpa bahan, food not food, not food but food. Nama menu makanan ini adalah indon cooking!

MENDADAK SUASANA MEREMANG. IA MULAI MEMBUKA COOLER DAN MENGLUARKAN SEBONGKAH DAGING. IA SEDIKIT MENGGELINJANG KETIKA MENCIUM AROMA DARAH. DAN TIBA-TIBA SAJA EKSPRESI DAN SUARANYA MENJADI BERUBAH.  SAMBIL MENGERJAKAN SUARANYA MENJADI ANEH. ASING. MEMIRISKAN.

Jangan bilang siapa-siapa. Ini adalah resep kuno. Sejak zaman master CHEF handal  dari Wiltshire, Inggris, kelahiran 5 april 1588, Thomas Hobbes. Bayangkan, lebih dari lima abad yang lalu. Menu masakan ini sudah sangat teruji sejak zaman Thomas Hobbes mengujicobakannya, menembus situasi perang saudara di Amerika – bagaimana para prajurit bertahan di medan perang, — hingga abad modern para kapitalis bertahta dan sejak di zaman terbaru z generation ini! Bahkan lebih jauh lagi, resep ini tersembunyi di awal-awal abad masehi di dataran china, bahwa mengkonsumsi……………..(JEDA. TERSENYUM ANEH) ……………….nutris….eh suplem…..mm…ya, mengkonsumsi nutrisi ini akan membuat hidup awet muda panjang usia, dan yang lebih penting hidup bertambah semakin kuat, kuat, kuat dan kuat! Tak akan ada istilah renta di sana!!

MASTER CHEF HINDI MENGAMBIL BONGKAHAN DAGING YANG JELAS SEKALI MENYERUPAI ORGAN MANUSIA, KEMUDIAN MEMOTONG-MOTONGNYA.

Bahan-bahan ini saudara-saudara, adalah bahan-bahan seadanya yang ada di sekitar kita. Bahan yang ada dari ujung barat hingga ke ujung timur Nusantara. (MENGGELINJANG) bahan yang sangat potensial untuk dijadikan masakan yang lezat. Karena sesungguhnya ini resep rahasia, maka saya tak akan membuka apa bahan dan bumbu yang ada di dalamnya. Saya hanya ingin masyarakat luas merasakannya, seperti yang selama ini sudah masyarakat nikmati. Saya merasa aneh saja jika nanti saya suguhkan dan Anda mengatakan, “Saya kok belum pernah mencicipinya ya.” Sudah! Saya tegaskan, sudah! Anda mencicipinya, menyantapnya hampir setiap hariii! Setiaaap hariii! Yaaa itu karya sayaa! Yang kalian simak melalui televisi-televisi, masakan khas CHEF Hindi dengan menu utama carnivora! (

MENGGELINJANG. MEMBUKA JASNYA. MEMBUKA COOLER DAN MENGAMBIL SEBONGKAH DAGING YANG MIRIP LENGAN MANUSIA, ATAU BAHKAN KAKI HINGGA PAHA. IA LETAKKAN DI TALENAN BESAR, IA MENGAMBIL PARANG , KAPAK, GOBANG, ATAU APAPUN YANG IA PAKAI UNTUK MEMOTONG DAGING TERSEBUT. IA MEMOTONG BUKAN DENGAN EKSPRESI SEORANG CHEF, MELAINKAN JAGAL. SESEKALI IA TERDIAM UNTUK MENGAMBIL NAPAS, KEMUDIAN KEMBALI MENCABIK-CABIK DENGAN SENJATANYA. SESEKALI MENYESAP DAGING BASAH ITU, SEPERTI IA INGIN MENGHABISKAN DARAH YANG TERSISA DI SANA. DALAM BAGIAN INI KITA JADIKAN EKSPLORASI TUBUH TANPA SUARA, KECUALI INTERJEKSI YANG DIPERLUKANNYA.

MASTER CHEF HINDI SELESAI DENGAN MASAKANNYA. DI ANTARA SUSUNAN DAGING ORGAN MANUSIA YANG SUDAH MENJADI MASAKAN YANG DISAJIKAN DALAM NAMPAN BESAR ITU, MASTER HINDI MENANCAPKAN BENDERA MERAH PUTIH DI UJUNGNYA. IA MENDESIS, SUARANYA SEMAKIN ANEH, SEPERTI MENGANDUNG SEBUAH DESAH ATAU DESIS. MENDEKATI PENONTON DAN MENGANCAMNYA.

Inilah menu Indon Cooking. Jangan macam-macam kepada saya. Saya seorang juru masak handal. Dapur adalah wilayah sensitif dari sebuah rumah tangga. Tetapi negeri ini tak memiliki pertahanan yang baik sehingga dapurnya luluh lantak diterobos oleh orang seperti saya. Dan sayalah yang menentukan kehidupan masyarakat ini, apakah ia saya bikin sakit ataukah saya bikin sehat. Sehat tidak keren, sakit itu menggairahkan. Dan saya bisa menumpuk kapital dari sana. MENGAMBIL SATU DAGING MERAH BERLELERAN DARAH DAN MENCAPLOKNYA. DARAH MENGALIR DARI MULUTNYA. LAMPU PADAM

Omahkebon, Rabu, 22 Juni 2016

#WhaniDProject adalah lembaga pelatihan pengembangan diri dan korporasi yg mengambil titik pijak pada psikologi dan keilmuan seni peran dalam teater (psycho theatre). Dua bidang yg ditangani adalah Theatre for Profesional (menangani pelatihan untuk para profesional di bidang masing-masing : komunikasi, public speaking, dll) dan Theatre for Art ( pelatihan calon aktor dan pendalaman materi estetika teater untuk kepentingan sosial kemasyarakatan ). Berdiri 2013, di Yogyakarta.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top
%d bloggers like this: