Eduteater

Mementaskan Fragmen

Mementaskan Fragmen

Oleh: Eko Santosa

Secara harfiah fragmen berarti bagian dari cerita yang memperlihatkan satu kesatuan. Meskipun merupakan bagian dari sebuah cerita, fragmen tetap memiliki pesan tertentu yang hendak disampaikan serta mempunyai jalinan cerita yang utuh dan selesai. Artinya, fragmen dapat dijadikan sebuah pementasan tersendiri tanpa harus menunggu kelanjutan cerita berikutnya. Dengan pengertian bahwa fragmen dapat berdiri sendiri maka naskah-naskah fragmen sengaja diciptakan tanpa harus mengambil atau mencupliknya dari bagian sebuah cerita.

Biasanya, naskah fragmen diciptakan untuk tujuan tertentu seperti; studi kasus dari sebuah pelajaran atau untuk kepentingan latihan peran. Sebagai studi kasus, misalnya dalam pelajaran psikologi, maka fragmen diciptakan secara khusus untuk menjelaskan atau merekonstruksi satu kondisi (kasus) tertentu yang sesuai dengan pokok permasalahan yang dihadapi. Dalam latihan peran, fragmen diciptakan untuk melatihkan teknik pemeranan tertentu kepada para pemeran. Dalam dunia pendidikan, bentuk fragmen biasanya digunakan (meskipun tanpa naskah tertulis) dalam sesi micro teaching atau percobaan metode-metode pemelajaran lainnya dimana di dalamnya terdapat peran guru dan murid dengan suasana kelas.

Fungsi Fragmen dalam Latihan Peran

Fragmen berdasar ceritanya hanya memiliki konflik tunggal dan perwatakan tokoh yang sederhana. Plot atau alurnya tidak bercabang serta durasi yang diperlukan tidaklah lama. Akan tetapi dalam kaitannya dengan latihan peran maka karakter pemain atau watak peran mendapatkan  perhatian lebih.

Dengan demikian, fungsi fragmen dalam latihan peran lebih ditekankan sebagai studi (satu jenis) karakter. Pemahaman pemeran terhadap karakter tokoh yang diperankan serta teknik-teknik dasar yang mendukung pemeranan karakter dapat dilatihkan. Karena konflik yang tunggal serta sifat karakter yang datar (flat character) maka pemeran dapat mencobakan kemampuannya bermain dalam satu karakter tertentu. Segala macam bentuk ekspresi dari satu karakter dalam satu jalan cerita dapat dicobakan. Misalnya; karakter penyabar, maka pemeran dapat melakukan beragam ekspresi yang berkaitan dengan kesabaran selama hal itu tidak lepas dari alur cerita dan pesan yang hendak disampaikan. Untuk itu maka naskah yang akan diekspresikan sebisa mungkin dipahami serta dihapalkan dengan baik terlebih dahulu.

Mengorganisasi Faktor Pendukung Artistik Pementasan

Kerjasama antar-faktor atau elemen pendukung artistik sangat dibutuhkan dalam mementaskan karya teater. Demikian juga dengan fragmen. Meskipun pentas fragmen bersifat sederhana namun semua faktor artistik harus diorganisasi dengan baik untuk mencapai hasil yang optimal. Karena fungsi dasarnya adalah sebagai studi karakter maka faktor pendukung artistik ditekankan pada kebutuhan tersebut. Artinya, tata artistik diwujudkan untuk mempertegas karakter peran dan bukan sebagai karya seni yang dapat (ditujukan untuk) tampil mandiri di dalam areal pentas.

Untuk mewujudkan hal tersebut maka dibutuhkan kesepakatan atau kesepahaman konsep tata artistik antara sutradara (pengelola pentas) dengan para perancang artistik. Bahan dasar untuk mencapai kesepahaman adalah interpretasi sutradara (pengelola pentas) terhadap naskah lakon. Akan tetapi sebelum proses ini berlangsung setiap perancang artsitik mendapatkan dan mempelajari naskah lakon tersebut sehingga mereka memiliki gambaran tentang konsep artistik masing-masing sebelum diwujudkan dalam sebuah rancangan. Setelah gambaran para perancang artistik berasimilasi dengan interpretasi sutradara (pengelola pentas) maka akan dihasilkan rancangan tata artistik yang meliputi; tata panggung (set dekor), tata lampu, tata rias busana, dan tata suara (ilustrasi musik). Dengan berdasar pada rancangan-rancangan inilah selanjutnya sutradara (pengelola pentas) melaksanakan latihan fragmen dengan para pemain. Untuk hasil terbaik para pemain mendapatkan penjelasan mengenai tata artistik tersebut serta konsep yang mendasarinya sebelum memulai seluruh rangkaian latihan peran dalam fragmen.

To be continued…..

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.