Menata Komposisi (2)

Jurnal Seni Peran Whani Darmawan

Setelah permainan benda-benda yang tak memiliki emosi kita lalui, tiba saatnya kita mencoba menata komposisi berdasarkan emosi. Penataan komposisi berdasarkan emosi ini dimulai dari pemain berjumlah sedikit. Untuk mendekatkan point persoalan sebaiknya kita mengambil jumlah yang paling minim, yaitu dua atau sepasang. Caranya, instruksikanlah kepada calon aktor untuk melakukan dialog natural dengan catatan melakukan dialog dengan perubahan emosi. Misalnya, dua orang bertemu kemudian saling menyapa dan bertukar kabar. Baru kemudian masuk ke dalam persoalan. Buatlah motif untuk persoalan itu. Misalnya, berita kematian atau kemalangan apapun. Tentu, dalam hal ini instruktur harus menjelaskan soal tensi dramatik ; pembukaan (saling menyapa dan bertukar kabar, point persoalan dan solusi). Lakukanlah ini dengan percakapan alamiah tanpa menjelaskan soal komposisi. Selepas apapun dari teori komposisi, kalau percakapan itu dilakukan secara natural pasti ada dorongan menuju ke arah bentuk. Misalnya dalam teori demikian keterangannya ; biasanya ketika mereka melakukan awalan, yakni saling menyapa dan bertukar kabar mereka berada dalam keadaan selevel. Ketika kemudian peserta latihan A menanyakan tokoh C, tokoh B menjawab bahwa tokoh C sudah lama meninggal. Ketika mendengar kabar meninggal tokoh B bahwa C sudah meninggal, secara natural tokoh A akan melakukan pergerakan berdasarkan emosinya (terkejut, takjub, tak percaya, menandaskan). Pada saat itulah komposisi berpindah berdasarkan motif emosi yang ia miliki.  Hal ini bisa dikembangkan lebih jauh lagi jika instruktur memberikan dorongan motif kepada tokoh B, misalnya kemudian tokoh B menyalahkan A atas kematian C, saat itulah emosi bergulung dan menciptakan pergerakan.

baca juga : Menata Komposisi (1)

Latihan sederhana ini cukup sampai di sini dan dilakukan secara repetitif. Setelah itu jumlah pemain dikembangkan menjadi lebih dari dua. Bisa tiga, lima, atau bahkan lebih dari sepuluh dengan pemberian motif cerita yang memungkinkan semua peserta terlibat.

#WhaniDProject adalah lembaga pelatihan pengembangan diri dan korporasi yg mengambil titik pijak pada psikologi dan keilmuan seni peran dalam teater (psycho theatre). Dua bidang yg ditangani adalah Theatre for Profesional (menangani pelatihan untuk para profesional di bidang masing-masing : komunikasi, public speaking, dll) dan Theatre for Art ( pelatihan calon aktor dan pendalaman materi estetika teater untuk kepentingan sosial kemasyarakatan ). Berdiri 2013, di Yogyakarta.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top
%d bloggers like this: