Merayakan Teater di Sekolah-15

Oleh: Eko Santosa

10. Mengembangkan latihan teknik

Latihan teknik merupakan salah satu tahapan dalam proses pementasan. Dalam sesi latihan ini, pemeran bekerja dengan kru artistik untuk melatihkan hal-hal yang bersifat teknis. Teater sekolah seringkali kurang memperhatikan atau bahkan tidak menyelenggarakan latihan teknik. Hal ini terjadi karena kurangnya waktu persiapan menuju pementasan atau kendala keproduksian sehingga faktor teknis baru bisa disiapkan menjelang pementasan. Kendala semacam ini juga seringkal terjadi pada teater profesional. Ketersediaan waktu berbanding dengan dana membuat latihan teknik berjalan apa adanya. Semua hal teknis berkaitan dengan artistik kemudian diserahkan sepenuhnya kepada penata artistik.

Baca juga : Merayakan Teater di Sekolah-14

Sementara itu, di teater sekolah keberadaan penata artistik yang handal sesuai bidangnya jelas sangat langka. Untuk menyewa jasanya juga perlu mengeluarkan biaya tersendiri. Tata artistik teater yang terdiri dari tata rias, busana, panggung, suara, dan cahaya memerlukan waktu tersendiri untuk penyesuaian terutama dengan pemeran. Jika waktu yang tersedia tidak mencukupi, maka kesulitan yang terjadi menyangkut tata artistik ketika pementasan tidak bisa ditanggulangi. Misalnya saja, pemeran tidak bisa menyesuaikan dengan busana yang dikenakan sehingga geraknya menjadi terbatas, atau ia selalu berdiri di luar lingkaran cahaya yang sudah disediakan. Kekeliruan semacam ini akhirnya menjadi wajar terjadi dan dianggap bisa dilupakan jika permainan peran yang ditampilkan memukau. Namun tetap saja hal ini menjadi pengganggu pementasan jika jujur diakui.

Karena urgensi teknis artistik ini, maka tidak ada salahnya atau malah justru niscaya bagi pelatih atau guru untuk menyelenggarakan latihan teknik dalam setiap proses produksi. Perlu dijadwalkan secara khusus latihan dengan menggunakan tata rias-busana, latihan penyesuaian tata panggung, tata cahaya, dan tata suara. Penyesuaian akting dengan tata artistik akan membawa pengalaman tersendiri bagi pemeran yang pada nantinya akan menjadi pelajaran bagi dirinya. Bahwa semua komponen itu sangat penting keberadaannya dalam teater akan menemukan maknanya pada saat latihan ini digelar. Pemeran akan memahami betapa pentingya rias dan busana yang ia kenakan, betapa berpengaruhnya tata panggung, cahaya, dan suara bagi aksi yang ia lakukan. Musik ilustrasi sebagai bagian dari tata suara misalnya, seringkali diabaikan karena hanya dipergunakan sebagai suara latar (back sound). Namun hal ini akan menjadi masalah besar ketika volume back sound mengalahkan produksi suara pemeran atau ketika back sound terus mengalun dalam setiap adegan. Perlu koordinasi antara operator sound system dengan pemain musik atau perlu pemahaman makna adegan bagi operator sound system ketika musik ilustrasi yang dimainkan adalah rekaman. Pemeran pun mesti menyesuaikan dirinya dengan volume musik ilustrasi tersebut. Latihan teknik, jika dilaksanakan dalam waktu yang cukup akan menyadarkan pemeran bahwa banyak hal lain selain dirinya yang perlu diperhatikan dalam akting. Dengan demikian pemeran akan memiliki tambahan wawasan dalam berperan.

Selain untuk kepentingan pemeran, latihan teknik juga dapat digunakan untuk mengukuhkan pentingnya keberadaan pekerja artistik pementasan. Di dalam latihan ini, semua pekerja bidang artistik akan melibatkan diri secara langsung dengan para pemeran dan sutradara. Ketika terjadi kekeliruan atau hal-hal yang memerlukan penyesuaian mereka akan mengetahuinya secara langsung dan bahkan bisa pula memberikan pertimbangan solusi. Pada saat jalinan komunikasi ini terbangun, pekerja artistik akan merasa mendapatkan apresiasi secara nyata. Pada saat latihan ini, mereka tidak berada di balik panggung melainkan turun langsung di panggung untuk mencoba, menyesuaikan, menata ulang, dan menentukan. Pengalaman semacam ini sangat penting terutama bagi siswa anggota teater sekolah yang tidak berlaku sebagai pemeran dalam produksi tersebut.

Ada terdapat kemungkinan besar ketertarikan siswa muncul di bidang teknik tata artistik. Artinya, mereka tidak menyadari potensi dirinya dalam tata artistik sehingga tidak perlu memaksa diri menjadi pemeran. Kondisi ini sangat menguntungkan bagi pelatih terutama dalam hal keberlangsungan program teater sekolah. Anggota tidak semuanya mesti menjadi pemeran meskipun pada saat pertama masuk dan dalam produksi awal semua bisa saja dilibatkan untuk menjadi pemeran. Ketertarikan pada bidang artistik ini memiliki peluang besar jika pelatih menjadwalkan secara khusus latihan teknik dalam setiap produksi pementasan. Selain itu, pekerja artistik sudah semestinya adalah siswa sendiri meskipun dengan panduan pelatih. Kreasi artisitk siswa mesti mendapatkan apresiasi dengan ditempatkan pada area dan posisi yang tepat dalam proses teater.

Ketika ketertarikan sudah mulai muncul, pelatih dapat menyelenggarakan workshop tata artistik per bidang secara mandiri sebagai selingan latihan pemeranan. Di dalam workhsop ini, siswa peminat bidang artistik dapat belajar dan bereksperimentasi untuk meningkatkan kemampuannya. Kekhususan workshop tata artistik juga merupakan salah satu bentuk pengakuan eksistensi pekerja artistik panggung.  Dengan pengakuan ini siswa merasa dirinya bisa sejajar dengan para pemersan. Jadi aktivitas teater sekolah pada akhirnya tidak hanya diperuntukkan bagi orang yang ingin menjadi pemeran tetapi juga pekarya artistik panggung. Kehadiran pekarya artistik dalam sebuah kelompok teater dapat memperkaya gagasan pertunjukan sehingg apa yang ditampilkan bisa selalu memiliki kesegaran.

====bersambung====

#WhaniDProject adalah lembaga pelatihan pengembangan diri dan korporasi yg mengambil titik pijak pada psikologi dan keilmuan seni peran dalam teater (psycho theatre). Dua bidang yg ditangani adalah Theatre for Profesional (menangani pelatihan untuk para profesional di bidang masing-masing : komunikasi, public speaking, dll) dan Theatre for Art ( pelatihan calon aktor dan pendalaman materi estetika teater untuk kepentingan sosial kemasyarakatan ). Berdiri 2013, di Yogyakarta.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top
%d bloggers like this: