Merayakan Teater di Sekolah Ke-11

thumbnail

Oleh: Eko Santosa

6. Program mudah diikuti sekaligus memiliki tantangan

Kreativitas lain yang perlu dimunculkan oleh pelatih adalah apa dan bagaimana program itu sendiri. Sebuah program kegiatan harus menarik memang semua orang tahu tetapi membuat program yang menarik sekaligus menantang dengan hasil yang baik tidak semua orang bisa. Ada kegiatan yang menarik untuk diikuti di sekolah tetapi kurang menantang, maka bisa dipastikan program itu tidak berjalan lama. Demikian juga dengan  program yang sangat menantang namun sulit sehingga tidak semua orang bisa melakukannya. Sementara itu, program kegiatan teater di sekolah punya keinginan untuk diikuti  banyak siswa dan dapat bertahan selamanya.

baca juga : Merayakan Teater di Sekolah Ke-10

Program kegiatan teater di sekolah mesti mudah diikuti oleh setiap siswa. Artinya, persyaratan untuk menjadi anggota tidak sulit. Selain itu, dalam pelaksanaan kegiatannya mesti dipikirkan untuk siapa saja. Hal ini menjadi penting karena jika aktivitas terlalu bersifat teater dalam konteks latihan drama, maka kemungkinan tidak semua bisa mengikuti. Diperlukan pendekatan atau metode latihan yang menarik dan menyenangkan bagi setiap anggota. Pelatihan teater yang diselenggarakan harus bersifat terbuka dalam arti mampu menampung berbagai kemampuan awal yang dimiliki anggota. Jika ada anggota yang senang menari, menyanyi, atau menggambar, maka semua kemampuan ini mesti bisa diwadahi dalam latihan. Jika pelatihan bersifat tertutup di mana hanya keterampilan bermain peran dalam drama yang diajarkan, maka bisa dipastikan pendekatan dan metodenya tidak akan berubah.

Meskipun syarat dan sifat pelatihan memudahkan bagi peserta, pelatih tetap harus menetapkan capaian berdasar kualitas. Capaian ini tidak harus sesuatu yang bertolak ukur profesional melainkan lebih pada peningkatan kemampuan siswa itu sendiri. Pelatih dengan demikian mesti kreatif menelorkan tantangan. Misalnya saja siswa yang gemar menari diminta untuk menyanyi dalam salah satu adegan teatrikal di mana tidak memungkinkan baginya hanya menyanyi seperti biasanya. Di dalam adegan teatrikal bisa jadi seorang tokoh menyanyi hanya bagian reff saja atau berhenti di tengah lagu karena harus ada dialog yang diucapkan atau mesti menyanyi mengikuti emosi dari musik ilustrasi. Tantangan-tantangan semacam ini mesti diciptakan sehingga siswa juga bisa merasakan apa yang telah ia lakukan sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan teater.

Dalam upaya produksi, peningkatan atau tantangan dilakukan mulai dari menentukan bentuk, jenis, dan gaya teater yang akan dipentaskan. Meski dengan pola latihan yang mudah dan menyenangkan, namun ketika konsep produksi yang ditentukan memerlukan keterampilan tertentu, maka pemain akan merasa tertantang untuk dapat melakukan keterampulan yang dibutuhkan tersebut. Oleh karena itulah perbendaharaan pelatih mengenai berbagai macam produksi teater perlu diperkaya. Teater sekolah bisa hadir dalam bentuk apa saja yang kreatif dan khas. Jika kekayaan variasi produksi pementasan dapat dilakukan, maka ada kemungkinan besar semua siswa dapat memiliki kesempatan untuk bermain. Ada yang tampil saat produksi teater gerak, ada yang tampil saat produksi drama musikal, ada yang tampil saat produksi teater boneka, dan ada yang tampil saat produksi drama.

Tantangan adalah jalan untuk meningkatkan kualitas pemeran dan dengan pemeran berkualitas, maka teater yang diproduksi pun akan berkualitas juga. Pemberian tantangan sifatnya tidak serta-merta melainkan pelan-pelan dan melalui program latihan yang bervariatif dan menyenangkan. Dari proses perjalanan latihan yang bervariasi, pelatih dapat menemukan atau menentukan produksi yang tepat bagi para pemainnya. Jadi, kemudahan dalam menerima anggota dan keringanan proses berlatih tidak meninggalkan kualitas yang mesti dicapai. Siswa secara umum senang dengan tantangan yang bisa dilalui dan hal ini sangat menggembirakan karena merasakan peningkatan kualitas dalam hal atau aspek tertentu. Kegembiraan penuh kualitas ini mesti hadir dalam setiap kegiatan teater di sekolah.

==== bersambung ====

#WhaniDProject adalah lembaga pelatihan pengembangan diri dan korporasi yg mengambil titik pijak pada psikologi dan keilmuan seni peran dalam teater (psycho theatre). Dua bidang yg ditangani adalah Theatre for Profesional (menangani pelatihan untuk para profesional di bidang masing-masing : komunikasi, public speaking, dll) dan Theatre for Art ( pelatihan calon aktor dan pendalaman materi estetika teater untuk kepentingan sosial kemasyarakatan ). Berdiri 2013, di Yogyakarta.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top
%d bloggers like this: