News

Pementasan Kolase Teater Yogyakarta “PASAR KAGET” FKY 28 di Jembatan Sardjito 29 – 30 Agustus 2016

Yogyakarta, 29 Agustus 2016. Kolase Teater Yogyakarta bertajuk “PASAR KAGET” dipentaskan mulai malam ini (29/08) dan besok (30/08) di Ruang Terbuka Hijau, bawah Jembatan Sardjito, Kampung Jetisharjo, pukul 19:30 WIB.

Program yang merupakan rangkaian Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 28 ini hasil kerjamasa dengan WhaniDProject ini akan mengangkat 6 naskah monolog Whani Dharmawan yaitu Sengsu, Toa, Master Chef, Tukang Kayu, Alien, dan Teater Game. Sejalan dengan tema besar FKY 28, yaitu “Masa Depan, Hari Ini Dulu”, enam naskah yang akan ditampilkan tersebut menggambarkan problematika dan peristiwa di dekat kita di masa kini.

Pada hari pertama ini, naskah monolog yang akan ditampilkan adalah Toa, Tukang Kayu, dan Alien. Sementara untuk esok hari, 30 Agustus 2016, karya yang ditampilkan adalah Sengsu, Teater Game, dan Master Chef.

Muhamad Sodiq Sudarti, Suryadi Sali, dan Yopie Hendrawan adalah yang bertanggungjawab untuk mewujudkan gagasan dalam naskan tersebut ke dalam bentuk pertunjukan, sehingga lahirlah gagasan membuat “Kolase” dari naskah-naskah monolog tersebut.

“Sangat mungkin dalam satu waktu, satu ruang yang sama terjadi peristiwa yang berbeda-beda dan berlangsung secara bersama,” komentar Yopie Hendrawan. Hasilnya, enam naskah Whani Darmawan yang menghadirkan bentuk peristiwa yang berbeda ini akan dipertunjukan dalam ruang yang sama dan waktu yang sama.

Demi terwujudnya hal tersebut, pertunjukan ini mengambil latar pasar dengan segala kegiatan yang memang berlangsung sebagaimana mestinya dan juga café dengan segala aktifitas nyata yang terjadi.

“Pasar dan café bukanlah ruang alternatif,” kata Suryadi Sali yang memberikan tawaran untuk menempatkan teks tersebut ke dalam bentuk pasar dan café. Oleh karenanya pertunjukkan ini dibungkus dalam satu tema besar “Pasar Kaget”.

Sehingga bentuk pertunjukannya nanti bukan memakai satu cara pandang konvensional melainkan pertunjukan dengan merespon ruang yang ada. Sehingga blocking, acting, dan irama pertunjukan yang dimainkan merupakan respon aktor terhadap keadaan sekitarnya.

Para pemain yang tampil dalam pertunjukan ini adalah Henricus Benny yang membawakan Tukang Kayu, Mathori Briliyan membawakan Teater Game, Afra Imani membawakan Sengsu, Nanda Arif Arya membawakan Alien, Pasa Deparaga membawakan Master Chef, dan Syarifah Achda yang membawakan naskah Toa. Mereka merupakan hasil seleksi dari program open call for actor pada 14 – Juli 2016 lalu, yang secara terprogram didampingi secara terprogram selama 12 kali pertemuan oleh antara lain Eko Ompong Santosa, Whani Darmawan, Suryadi Sali, dan Yopi Hendrawan.

Lokasi pertunjukkan di Ruang Terbuka Hijau, bawah Jembatan Sardjio, Kampung Jetisharjo, juga menawarkan keunikan yang lain. Pertimbangan dipilihnya lokasi ini karena dipandang sangat sesuai dengan konsep yang ingin diciptakan Kolase Teater Yogyakarta ini.

Jadi nanti di lokasi tersebut disulap jadi pasar dan café- café kecil, sehingga akan menciptakan kesan intim dengan cerita-cerita yang akan ditampilkan secara sangat dekat (secara fisik) dengan para penontonnya.

“Jadi intinya nanti penonton itu di antara permainan para aktor, atau para actor yang bermain di antara kepadatan penonton.”, pungkas koordinator Teater FKY 28, Jamaluddin Latif.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.