News

Pementasan Teater Buku Puisi Energi Bangun Pagi Bahagia

“Sri, jika hidup hanya diam dan sudah tak terkatakan, jangan hiraukan suara mesin atau suara Tuhan….guncanglah!”

Sepotong puisi diatas, mengawali pementasan teater “Energi Bangun Pagi Bahagia” karya Andy Sri Wahyudi.  Pementasan yang  diadakan di Omahkebon pada kamis malam (29/9/2016), juga merupakan launching buku puisi karya Andy SW.

puisi-andy-swSuasana temaram, terlihat tiga orang duduk di bangku panjang, dengan wajah tertutup genteng, sedang berdialog dan berpuisi.  Pementasan teater ini merupakan kisah tiga remaja jalanan, mereka adalah Frank (Odon), Bob (Djimbe) dan Bas (Andy SW) dimasa pemerintahan orde Suharto.  Pemerintahan yang mengajari mereka untuk mencintai tanah air dan banga menjadi bangsa Indonesia.

Tapi sayang mereka tidak tahu bagaimana cara mencintai dan bangga dengan negara Indonesia.  Sebab hari-hari mereka hanya di jalanan, yang mereka tahu hanyalah bertahan hidup.  Hingga suatu ketika kata “Reformasi” dikumandangkan di seantero negeri.

Merekapun terbawa arus reformasi.  Frank, Bob dan Bas turut merasakan dan melakoninya.  Pro dan Kontra-pun terjadi dalam pergaulan mereka.  Sejatinya jauh di kedalaman hati mereka sungguh tak mengerti, juga tak peduli dengan itu semua.

puisi-andy-swPeristiwa reformasi sebuah acara ulang tahun atau pesta kebun yang hanya menjadi kenangan berdebu dalam album foto.  Setelah reformasi terjadi, orang-orang beranjak saling cakar, saling sikat dan menjilat demi sesuatu yang mempesona : “KEKUASAAN”.

Akan tetapi hal buruk dan memalukan itu tak terjadi pada mereka bertiga.  Sebab mereka paham benar sebagai rakyat biasa.  Bahwa hidup ini dipenuhi ketidaksengajaan dan selalu bersiap untuk kehilangan.  Maka mereka membangun dunia kecilnya.

Mereka mendidik diri sendiri untuk bangun pagi bahagia dengan segala cinta dan cita-cita : menjadi warga negara yang penuh greged dan berdaya juang.

Omahkebon 29/9/2016

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.