News Pencak Malioboro Festival

PENCAK MALIOBORO FESTIVAL 2017- Tahun Ini Diisi Seminar di Sadhar

PENCAK MALIOBORO FESTIVAL 2017-Tahun Ini Diisi Seminar di Sadhar

Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan Pencak Malioboro Festival di tahun ini. Tak hanya menyuguhkan aksi pencak silat, panitia penyelenggara menggelar seminar sehari di Universitas Sanata Dharma (USD).

Di universitas yang kerap disebut Sadhar itu, seminar digelar di Ruang Koenjono, Mrican, Selasa (15/8/2017). Menghadirkan Eko Supriyanto (Eko Pece), Garin Nugroho, GJ Nawi, Emri Rangkayo dan Wendy HS, seminar yang dimoderatori Yustina Devi Ardhiani ini mengambil tema Silat Seni, Seni Silat.

Whani Darmawan dari Whanidproject, sebagai koordinator acara, menuturkan seminar jadi langkah awal untuk mengembangkan silat melalui wacana agar silat bisa ditransformasikan dalam berbagai bidang. “Para pembicara kali ini dipilih dari para tokoh yang kompeten di bidangnya masing-masing,” ujarnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Selasa.

Eko Pece melihat silat dan tari punya dasar pijakan kreatif, yakni gerak tubuh. Penari, koreografer sekaligus pesilat ini menyoroti perbedaan silat dengan tari, mengenai transformasi dari silat ke tari atau sebaliknya.

Garin menilai film bisa menjadi sarana untuk memopulerkan silat, mendasarkan pada film-film laga yang menyuguhkan aksi silat. Sebut saja di awal abad 20 ada film yang mengambil judul dari kisah-kisah silat Tiongkok dalam bahasa melayu pasar hingga lahirnya film Si Tjonat (1926) maupun Harimau Tapanuli, Panji Tengkorak hingga The Raid.

Emro Rangkayono menyebutkan silat sebagai bela diri konon satu setel dengan pendidikan karakter dan adat istiadat. Karena itu, diharapkan muncul watak yang santun, jujur, berani karena benar dan pantang mundur.

sumber : http://www.harianjogja.com/baca/2017/08/15/pencak-malioboro-festival-2017-tahun-ini-diisi-seminar-di-sadhar-843132

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.