Petarung Monolog Whani Darmawan

 

SEORANG PETARUNG SEDANG BERLATIH. IA MENGENAKAN CELANA PENDEK YANG NYARIS CAWAT, BERTELANJANG DADA. DI KEDUA KEPALAN TANGANNYA TERSARUNG HANDBOX TIPIS. IA SEDANG MENGHANTAMI SANSAK DENGAN BERSEMANGAT.

Entah darah macam apa yang mengalir di dalam diri saya. Saya sangat menyukai pertarungan. Tepatnya, mencintai. Ya, mencintai pertarungan. Perkelahian sengit menggairahkan saya. Semakin hebat lawan saya, semakin sengit perlawanan saya, semakin bergairahlah saya. Hahaha….eeh, maaf, kalau saya tertawa jangan dianggap saya ini orang haus darah ya, meski kalau sedang menghantam lawan tepat dihidung dan…crooottt…itu saya paling suka. Hehehe…

Entahlah, kenapa saya menyukai pertarungan, saya tidak tahu. Dan barangkali tak penting lagi tentang asal-usul kenapa saya menyukai pertarungan. Dan bahkan saya tak perduli apakah kemampuan tarung saya ini bermanfaat buat banyak orang atau tidak. Yang penting asal saya senang.

KEMBALI MENGHAJAR SANSAK DI HADAPANNYA. PUKULAN SAMPING, PUKULAN FRONTAL KE DEPAN, PUKKULAN SIKU, TENDANGAN LUTUT, TENDANGAN T SLAGH, TENDANGAN TAJI, TENDANGAN SABIT, GAJUL, TUNGKAK DAN SEBAGAINYA.

Anda tahu, ini membuat saya kuat. Untuk petarung, setiap gerakan, setiap kepalan tangan harus berarti. Kalau perlu sekali embat lawan terkapar, dan jangan lupa…….harus berdarah. Hahaha…..(MENGAMBIL TEMPAT MINUM DAN MEMINUM ISINYA. KEMUDIAN MENGAMBIL HANDUK DAN MENYEKA KERINGATNYA)

Soal teknik bertarung, hehehe, sebenarnya itu tak terlalu penting. Karena sesunggunya yang dibutuhkan oleh petarung hanya satu, nyalinya. Dan saya telah banyak melewati banyak pertarungan. Baik pertarungan jalanan, pertarungan illegal dan pertarungan legal. Sesunggunya di antara banyak pertarungan itu yang paling menyenangkan adalah pertarungan jalanan. Hehehe, hidup tidak usah diatur-atur. Hidup itu natural saja. Pertarungan lebih menggairahkan jika dilakukan secara bebas tanpa ada aturan yang mengikat. Kalau saya ikut di beberapa pertarungan legal, itu saya hanya ingin membuktikan bahwa saya yang terbaik. Dan ternyata saya tak terkalahkan. Hehehe.

Soal pertarungan illegal — yaah cuma sedikit beda dari pertarungan jalanan — itu selalu menggairahkan saya. Semua dilakukan sebebas-bebasnya. Mau patah  tangan, mau rahang meleset, mau leheer patah, mau ubun-ubun bocor, rusuk keluar, otak kopyor, peduli setan. Yang penting efektif dan menang! Apa? Kekerasan? Lha ya iyaaaa laaaaahh! Masak ya iyaa deeehh! Namanya tarung ya kekerasan, mana ada tarung kok kelembutan. Tarung itu siapa kalah, siapa menang, habis perkara!

MENGHAMPIRI SANSAKNYA DAN MENGGOYANG-GOYANGKAN DENGAN PELAN, MEMELUKNYA DAN MENCIUMNYA DENGAN SATU KECUPAN.

Saya mencintai dia (SANSAK) lebih dari segala-galanya. Dan saya mencintai tubuh saya sendiri yang telah menghantarkan saya sebagsi pemenang yang tak tertandingkan. Itu kehormatan, saudara-saudara. Ya, kehormatan! Kehormatan memang bukan sesuatu yang gratis! Ia harus direbut, dipertahankan dan ditingkatkan!

MENENGOK GADGETNYA SEJENAK

Oke, rapat sebentar lagi akan dimulai katanya. Baiklah.

MENGHAMPIRI SUDUT RUANGAN DI MANA DI SITU ADA SEBUAH EMBER, HEM PUTIH, CELANA HITAM DAN JAS YANG TERSELAMPIR DI KAPSTOCK. JUGA HANDUK. TOKOH KITA MENCELUPKAN SEBUAH HANDUK KECIL DAN MENGEPEL TUBUHNYA. KEMUDIAN MENYEKA DENGAN HANDUK KERING, DAN MENGENAKAN PAKAIANNYA. SAMBIL MELAKUKAN KEGIATAN INI IA SAMBILL BICARA.

Jika ada yang lebih penting dari kehormatan adalah pertarungan itu sendiri. Menggairahkan. Membuat hidup lebih hidup. saya. Hehehe, saya tegaskan, sesungguhnya saya tak ada hubungannya dengn kehormatan. Bagi saya pertarungan lebih mengasyikkan. Maniak kekerasan? Memang saya ada urusan untuk menanggapi ocehan banyak orang. Fuck!

SELESAI BERPAKAIAN. JAS LENGKAP, SEPATU, EMBLEM KEEMASAN TERSEMAT DI DADA. SAMBIL MENYISIR RAMBUTNYA IA BICARA……..

Popularitas pertarungan itulah yang mengantarkan saya pada posisi yang sekarang ini. Saya tahu, bakat saya hanya ada di pertarungan. Mana kerasan saya ropat rapat ropat rapat ropat rapat! Yang penting adalah eksekusinya. (MELIHAT JAM TANGANNYA) Apa urusan saya membuat kebijakan untuk masyarakat? Taiklah itu! Maaf, saya sudah telat. Ada rapat antar komisi membahas soal penggusuran kaki lima yang potensinya Cuma mengotori kota.

BERJALAN KE ARAH KELUAR, BERHENTI, MENOLEH.

Percayalah. Saya tak tahu menahu soal organisasi pemerintahan ini. Yang penting buat saya adalah eksekusi. Saya disuruh apa dan segera saya lakukan sampai tuntas. Ingat, saya petarung jalanan.

OUT, LAMPU PADAM

Omahkebon, Sabtu 25 Juni 2016.

#WhaniDProject adalah lembaga pelatihan pengembangan diri dan korporasi yg mengambil titik pijak pada psikologi dan keilmuan seni peran dalam teater (psycho theatre). Dua bidang yg ditangani adalah Theatre for Profesional (menangani pelatihan untuk para profesional di bidang masing-masing : komunikasi, public speaking, dll) dan Theatre for Art ( pelatihan calon aktor dan pendalaman materi estetika teater untuk kepentingan sosial kemasyarakatan ). Berdiri 2013, di Yogyakarta.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top
%d bloggers like this: