News

Proses Kreatif BoZ (4)

Kebiasaan saya sejak lama adalah melakukan beberapa pekerjaan domestik kecil dan sampai sekarang hal itu masih menjadi kebiasaan. Kadang-kadang pekerjaan tersebut terasa berat ketika mesti menjadi ‘setoran keharusan.’ Dalam jebakan itu pekerjaan domestik – yang semestinya adalah kebiasaan – menjelma sebuah beban. Menyikapi hal ini sebagai sebuah beban sesungguhnya adalah kesalahan fatal. Oleh karena itu saya ingin mengelola dan mengubah kesalahan fatal ini menjadi keselarasan. Akibatnya, mulailah saya menerapkan ‘kerja berkesadaran’ atau yang saya bayangkan sebagai pelatihan working meditation.

Praktiknya? Mengerjakan pekerjaan domestik dengan bertimbang irama, napas, dan fokus. Bukan tidak berpikir, tetapi fokus membawa pikiran beriringan dalam pekerjaan. Ada kalanya saya berhasil mengikuti keselarasan ini hingga hampir seharian bisa menempuh pekerjaan itu, ada kalanya tidak. Jika tidak berhasil, apakah itu berarti sebuah kegagalan. Bukan. Konon kegagalan itu tidak pernah ada, karena setiap peristiwa selalu memiliki alasannya. Menyadarinya dan mengulanginya kembali lebih berarti daripada menggugatnya.

baca juga : Proses Kreatif BoZ (3)

Dalam upaya pemanggungan “Body of Zen”, pada awalnya saya ingin melakukan demonstrasi memasak dan bersih-bersih di ruang dapur orang lain. Bukan di panggung pementasan dengan segenap peralatan dan perlengkapan tata artistik. Begitu saja? Tidak juga. Tetapi saya belum tahu mau dan mesti bagaimana. Hal yang saya tahu adalah bahwa  saya ingin bergerak bukan menari serta mendekati pementasan dengan konsep “acting no acting”. Berhasilkah saya?

One thought on “Proses Kreatif BoZ (4)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.