Saat Perempuan Pengrajin Gerabah Desa Pulutan ber-”Buni-Buni”

Saat Perempuan Pengrajin Gerabah Desa Pulutan ber-”Buni-Buni” 

Sebagai salah satu bagian dari rangkaian program peningkatan kapasitas para perempuan pengrajin gerabah Desa Pulutan Sulawesi Utara, WhaniDProject mengajak para Ibu pengrajin dari Kelompok Aster untuk melakukan berbagai aktivitas theatre game.

Institut Seni Indonesia menjadi lokasi yang dipilih sebagai tempat berproses. Dipandu oleh Eko Santosa dan tim Theatre By Request, para Ibu yang sebelumnya tak pernah bersentuhan dengan dunia teater ini diajak bermain-main. Mulai dari pemecah kebekuan (ice breaker) yang bertujuan untuk lebih mengakrabkan para peserta, latihan konsentrasi, latihan kreativitas dan memperluas zona nyaman dengan melakukan aktivitas yang menurut mereka ‘aneh-aneh,’ semua diikuti dengan antusias.

Tidak hanya bermain dengan theatre games, peserta juga diberi kesempatan untuk menjadi sutradara bagi pertunjukan Theatre By Request. Tawa demi tawa pun pecah saat melihat lakon yang mereka ubah menjadi adegan slow motion atau berganti-ganti emosi.

Saat ditanya apa yang mereka pelajari dari kegiatan ini, mereka menyatakan banyak sekali pembelajaran yang mereka peroleh. Pentingnya konsentrasi dan cara memimpin merupakan beberapa di antaranya.

Kegiatan theatre games menjadi salah satu aktivitas yang mengesankan. Para perempuan yang sehari-hari sibuk mengurusi rumah tangga dan menopang ekonomi keluarga lewat kegiatan membuat gerabah, kini merasakan kembali kegembiraan bermain seperti anak-anak. Suatu proses yang penting untuk mencairkan kreativitas mereka.

Para Ibu Desa Pulutan ini tak kan pernah lupa akan momen saat nama mereka dipanggil dan mereka harus menjawab dengan : Buni-Buni !

Kelompok Aster ! Buni-buni !

#WhaniDProject adalah lembaga pelatihan pengembangan diri dan korporasi yg mengambil titik pijak pada psikologi dan keilmuan seni peran dalam teater (psycho theatre). Dua bidang yg ditangani adalah Theatre for Profesional (menangani pelatihan untuk para profesional di bidang masing-masing : komunikasi, public speaking, dll) dan Theatre for Art ( pelatihan calon aktor dan pendalaman materi estetika teater untuk kepentingan sosial kemasyarakatan ). Berdiri 2013, di Yogyakarta.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top
%d bloggers like this: