News

Samurai dalam Imaji Jawa

Samurai dalam Imaji Jawa

SESOSOK Samurai keluar dari balik shoji. Ia mengenakan pakaian hakama merah lengkap dengan wakizashi (pedang samurai) dan gaya rambut chonmage.

“Saya Takamori Sakate, adalah anak turun Saigo Takamori. Tak akan kucelakan nama leluhur saya dalam menjunjung dan membela tinggi kehormatan dalam kehidupan,” tegas sang samurai memperkenalkan diri.

Cerita tentang samurai tersebut merupakan bagian dalam pertunjukan teater monolog plus berjudul Samurai Sakate yang ditampilkan Yustinus Yantoro di Gedung Societet, Taman Budaya Yogyakarta, Kamis (19/1) malam.

Penampilan sekitar 44 menit tersebut disebut monolog plus karena Yantoro tidak tampil sendiri, tapi ada tiga aktor lain yang juga tampil di atas panggung sebagai penguat cerita.

Yantoro menyebut naskah yang ditulis Whani Darmawan sangat kuat dalam pergulatan batin. Drama ini bercerita tentang seorang laki-laki yang terobsesi pada Samurai, tapi harus berdamai dengan kenyataan yang ada.

“Laki-laki ini (yang diperankan) mudah tersinggung. Kalau gampang tersinggung efeknya sangat negatif sekali, jadi sulit maju,” kata pria yang akrab disapa Yan Jangkrik tersebut. Sebagai pribadi, Yan mengaku juga mengagumi sosok samurai yang sangat disiplin dan menjaga kehormatan. Ia pun merasa puas dapat kembali menggeluti seni peran di tengah kesibukannya sebagai seorang wirausaha t-shirt. Setelah sukses mementaskan Samurai Sakate, Yan berniat akan terus menggeluti dunia keaktoran.

– See more at: http://mediaindonesia.com/news/read/88662/samurai-dalam-imaji-jawa/2017-01-22#sthash.X4sk3JFO.dpuf

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.