Monolog

Sengsu – Monolog Whani Darmawan

SEBUAH PODIUM YANG PENUH DENGAN GAMBAR POTRET DIRI YANG BELUM SELESAI DIHIAS SEDANG DIPERSIAPKAN. TOKOH KITA SIBUK MENEMPEL INI MENEMPEL ITU SAMBIL SESEKALI BICARA KEPADA SESEORANG.

Ya tolong diatur saja. Soal konsumsi saja kok tanya. Standart sajalah. Ini kan acara bukan main-main dan mungkin hanya terjadi setiap lima tahun sekali. Jadi tolong kreatif sedikitlah. mau apa saja terserahlah yang penting ada makan besarnya. Apa? Kenapa? Lauk? Aaah itu lagi. kenapa pula kalian tidak bisa putuskan sendiri! Menjengkelkan! Bahkan makan saja minta diurusi! Betul-betul masyarakat yang tidak kreatif. Aku kan sudah bilang, terserah sajaa! Apa? Terserah. Mau daging kijang, kambing guling, ayam bakar madu, ayam betutu…..terser…..apaa? Apaa??? Yaiilaaaahh! Apa yang kamu katakan baru saja? Ya ampuuunn! Haduuh! Jangan doong, jangaaaan! Ini acara ceremonial, acara resmiii! Kita kan tahu, para calon terhormat itu kan orang-orang yang sudah punya nama, punya posisi, masak…………………..apaaa?? waduuhh! Gawat! Jadi acara orasi para calon walikota kali ini konsumsinya sengsu? Kamu tahu apa itu sengsu?

LAMPU PADAM. TERDENGAR PERKELAHIAN ANJING MELAWAN BABI DENGAN SERU. SEPERTI SUARA PERTUNJUKAN DARI ADU BAGONG DI SUATU DAERAH. KETIKA LAMPU MENYALA, SUARA ITU SUDAH TAK ADA DAN KEADAAN PORAK PORANDA. DAN SUASANA TEMARAM. MURAM. TOKOH KITA TERKAPAR DENGAN PAKAIAN COMPANG-CAMPING. SUARANYA TERDENGAR LELAH.

Saya tak tahu dari mana asal para binatang itu. Saya tungguh tak tahu. Mereka seperti gerombolan srigala, oh bukan,….memang asu. Ya, gerombolan asu. Mereka gerombolan asu berwarna-warni dari berbagai jenis. Tetapi yang paling mengerikan, bahkan pudel pun taringnya menjorok! Pudel jenis apa dan hibrid dengan apa aku tak tahu! Mengapa gerombolan asu itu menyerbu acara orasi calon walikota? Apa hubungannya? Sungguh saya tidak mengerti! Sejak kapan para asu mengerti politik. Sungguh peristiwa yang tidak masuk akal. Atau, mungkin tidak. Mungkin memang tak ada hubungannya dengan orasi calon walikota. Aku saja yang bodoh! Iya, boleh, tapi….aaahh, bagaimana mungkin ini terjadi dan…..kenapa hal ini bisa terjadi? (SEPERTI KAGET) oh, ya. Satu hal yang sangat mungkin alasannya adalah karena konsumsi acara orasi bersama calon walikota itu adalah sengsu. Bukan main! Meskipun begitu hal ini tetap mengejutkan saya. Aapakah ada di antara banyak calon itu adalah saucaranya Cesar Milan, atau mungkin keponakannya Mogly atau bahkan Tarzan! Ah jangan menggelikan ah. Coba saya mengingat segala sesuatu terlebih dulu.

TERDENGAR LOLONGAN ANJING DI KEJAUHAN. TOKOH KITA TERKESIAP SESAAT.

(MERENDAHKAN SUARANYA) Mereka masih ada di sekitar sini. Anda tahu, bukankah anjing itu binatang yang paling setia dan patuh dengan tuannya. Apalagi anjing pemburu. Biarpun mereka tersesat di hutan, mereka tak akan mau dibawa orang yang bukan tuannya. (JEDA) coba saya ingat-ingat. (JEDA) pada mulanya adalah usulan konsumsi pesta orasi calon walikota adalah sengsu. Saya sudah mati-matian melarang! Tetapi sebagai ketua panitia, bahkan sebenarnya saya hanya boneka. Mereka mengatasnamakan ‘kehendak masyarakat.’ Masyarakat menggemari makanan itu, kata mereka! Tetapi kan tidak semuanyaaa! Bantah saya. sengsu itu tidak baik dikonsumsi dari sudut pandang apapun. Dari sudut pandang biologis apalagi agama! Jangan pakai konsumsi sengsu! Itu membikin tubuh panas orang akan mudah tersulut emosi! Jangan pakai sengsu sengsunan, ah! Apalagiiiii biasanya mereka yang suka mengkonsumsi sengsu ini juga menjodohkannya dengan alkohol! Adooooo, nanti acaranya jadi runyaaam!
Mereka bahkan hanya tersenyum dengan bantahan saya, kemudian salah seorang berbisik ke telinga saya,
“Jangan naif, pak. Ini semua Cuma teater. Sandiwara. Para calon walikota itu sedang belajar akting. Tidak ada yang asli dalam sandiwara ini. Bapak lihat calon pertama yang dijuluki sebaga the Iron Man itu?”
Ya? Pak Robert Downey itu? Kenapa?
“Dia itu gemar banget makan sengsu. Cuma dia tidak ingin semua orang tahu, apalagi dalam pencalonan walikota ini.”
Lha kalau pak Clint Eastwood?
“Ah, bapak. Dia kan sudah mantan walikota Carmel. Jadi dia gak mungkin ikut bursa di sini.”
Terus?
“sudahlah. Bapak tidak perlu risau! Semuanya akan mandali ; aman terkendali! Nanti bapak akan tahu sendiri! ”
Tahu dari mana? Dari hoongkooong!!!

TERDENGAR SUARA BEBERAPA ANJING MENGGERAM, TOKOH KITA TERCEKAT

(SONTAK) Oohh yaaa! Saya ingat sekarang! (SUARA ANJING MENGGERAM. TOKOH KITA MERENDAHKAN SUARANYA) Saya musti mengakhiri cerita ini dengan cepat. Saya tidak berani menuduh para calon ini yang membawa asu masing-masing, karena tak ada fakta untuk itu. Pada mulanya, orasi itu berlangsung dengan baik-baik saja. Satu-satu calon maju dan memaparkan programnya, tetapi ketika pak Logan maju. Anda tahu pak Logan? Logan itu…..ahh bukankah biografinya sudah difilmkan dalam film yang berjudul Wolverine itu lho! Nah ketika pak Logan maju, tiba-tiba saja semua orang jadi ribut. Kumpulan massa itu terang-terangan menolak Pak Logan. Pak Logan dianggap orang yang telah mengalami mutasi genetik antara manusia dengan srigala.
“Tiiidaaaaakkk! Binatang tidak boleh memimpin manusiaaaaa! Tidak boleh ada walikota yang mutasi genetiiiikk! Semua harus murni rass manusiaaaa!”
Apa yang terjadi? Pak Logan tersinggung dan marah! Cakar-cakar besinya mulai keluar dari antara ruas pangkal jemarinya! Saya mencoba menenangkan saudara-saudara…..tetapi….tetapiiii….ooohh ya Tuhaaan entah dari mana datangnya petaka itu, mendadak lapangan itu dipenuhi ribuan anjing yang menggeram menggonggong. Perkelahian tak dapat dihindarkan. Pak Logan dikerubut ribuan anjing! Bubaarrr! Bubaarrrrr! Acara orasi bersama calon walikota bubarrr! Semua hancur tak terkendali!

SUARA ANJING-ANJING MULAI MENINGKAT. MENGGONGGONG, MELOLONG, MENGGERAM

Ini acara politik! Bukankah politik itu musti indah! Musti ramai dan meriah! Bukan ini! Bukan ini ketika saya mau menjadi ketua panitia pemilihan! Bukan! Betapapun saya tetap curiga, jangan-jangan pak Logan naik darah karena ia sudah mengkonsumsi sengsu itu, begitu pula para massa yang datang! Huuh, dasar oseng-oseng asuuuu!

SUARA PERKELAHIAN ANJING-ANJING MULAI BERLANGSUNG

Ooh maaf, saya harus segera menyelamatkan diri dari riuh politik in….eeeh, maksud saya riuh perkelahian para binatang ini! Maaf, maaf!!!

TOKOH KITA BERSEMBUNYI DI SALAH SATU BOX YANG BERSERAK DI TEMPAT ITU. DAN SUARA PERKELAHIAN PARA BINATANG TERDENGAR SEMAKIN MENGERIKAN. LAMPU PADAM.

Awal puasa, Omahkebon, 6 Juni 2016.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.