Eduteater

Seputar Akting Untuk Film Part-9

Seputar Akting Untuk Film Part-9

Oleh: Eko Santosa

Gemuruh di Kepala

Sebelum pengambilan gambar dimulai, peringatan untuk tenang dilantangkan. Ketika peringatan ini terdengar oleh aktor, bukannya ketenangan yang ia rasakan namun justru gemuruh di kepala yang muncul. Nervous mulai melanda. Semua aktor film pernah merasakan hal tersebut. Segala yang pernah dipahami dan dilatihkan dengan segenap kedisplinan menjadi hilang begitu perintah untuk tenang itu dilontarkan. Tiba-tiba ketegangan muncul dalam pikiran dan membayangkan akan seperti apa jadinya adegan tersebut terekam. Di dalam kepala mulai merancangkan satu atau serangkaian aksi yang mesti dilakukan ketika sampai pada gilirannya. Semakin bayangan semacam ini muncul, semakin ketegangan tak bisa dikendalikan. Hasilnya ketika pengambilan gambar terjadi apa yang dilakukan aktor tidak sama dengan script atau arahan sutradara. Terpaksa adegan harus diulangi lagi.

baca juga : Seputar Akting Untuk Film Part-9

Penting untuk diketahui dan senantiasa diindahkan bahwasanya akting di dalam film itu adalah peristiwa rileksasi. Artinya, aktor harus dalam keadaan rileks dan memandang proses yang dialami dengan santai. Sekali memaksa diri, maka hasilnya justru tidak baik. Hal pertama yang perlu dimengerti adalah bagaimana caranya menghadapi ketegangan. Persiapan yang baik merupakan salah satu cara menghadapi ketegangan. Kegiatan fisik yang dilakukan sebelumnya akan membantu mengurangi munculnya rasa takut akibat ketegangan itu. Semua jenis persiapan dilakukan untuk menciptakan jaring keamanan. Semua aktor film memerlukan itu. Karena di dalam proses pembuatan film perhatian sutradara muncul ketika aktor berada di lokasi (on the set). Pada saat itulah teror kepala mulai berjalan. Sutradara dengan nama besar, bintang dengan nama terkenal dan semua kru yang ada di lokasi dapat menambah beban dan menghasilkan teror ketegangan. Detak jantung dan desir darah mulai dapat dirasakan. Ketika pada akhirnya sutradara berteriak, “action!”, pada saat itu pula nervous muncul secara otomatis.

Persiapan diri adalah jawaban. Persiapan yang lengkap baik fisik maupun psikologi (mental) akan melahirkan keyakinan. Di lokasi pembuatan film, kurang begitu bermanfaat untuk sekedar bersosialisasi (berbasa-basi) dengan orang-orang yang ada di dalamya. Semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing. Apalagi ketika Anda sebagai aktor hanya mendapatkan peran yang kecil. Bukan kemudian Anda tidak akan diperhatikan oleh semua orang. Petugas khusus sudah disediakan untuk memperhatikan Anda dalam konteks tugas mereka. Sebagai aktor, Anda harus siap dengan diri anda. Siap dengan tugas Anda. Sekecil apapun peran yang diberikan pastinya sangat berarti. Kesalahan kecil dalam peran kecil yang Anda lakukan mempengaruhi kelancaran adegan. Sekali ketegangan muncul, maka kesalahan tinggal menunggu waktu. Sekali kesalahan muncul, maka pengambilan gambar perlu diulangi. Semakin banyak pengulangan proses ini, semakin banyak waktu terbuang dan itu mempengaruhi ongkos produksi. Jadi, lakukan persiapan dengan baik, pahami situasi dan kondisi, dan berlakulah tenang. Hanya dirimu sendiri yang menentukan kelanjutan karirmu.

 

Problematika aktor terkait akting tidak bisa dipersamakan. Semua tergantung media ekspresi yang digunakan dan seluruh elemen yang terlibat di dalamnya. Bahkan, tolok ukur artistik pun bisa sangat berlainan. Aktor panggung hebat belum tentu serta-merta bisa menjadi hebat di film, demikian pula sebaliknya. Itu semua terjadi karena proses pembuatan dan presentasinya berbeda. Ada hal-hal khusus yang perlu diperhatikan. Hal-hal yang bisa mengubah keseluruhan pandangan, pendekatan dan aplikasi. Kesiapan fisik, mental dan kemampuan pikir sangat diperlukan. Ketiganya menjadi syarat bagi aktor. Takaran yang diperlukan bergantung tata cara proses kreasinya. Seorang aktor harus bisa memahami dan menerapkan ketiga syarat ini sesuai porsinya. Disiplin teater dan film sungguhlah sangat berbeda. Aktor yang baik sepatutnya mampu beradaptasi dengan segala kondisi. Jika tidak, maka tentukanlah pilihan media ungkap yang tepat untuk kemampuan akting yang dimiliki karena memaksakan diri untuk sesuatu yang sama sekali tidak tepat adalah memaksakan kegagalan sejak dari awal. (**)

 

Sumber utama:

Michael Cine. 1997. Acting in Film, an Actor’s Take on Movie Making. New York: Applause Book.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.