Eduteater

Seputar Pelatihan Teater Part-2

Oleh: Eko Santosa

1.b. Metode pelatihan

Metode atau tata cara pelatihan perlu menjadi pertimbangan dalam penyusunan program pelatihan selain jenis pelatihan. Secara umum, metode pelatihan dapat diurai menjadi workshop, on the job training, magang, simulasi, dan job rotation. Semua metode ini diberikan untuk meningkatkan kemampuan praktik. Di dalam teater, program pelatihan dapat diselenggarakan oleh satu kelompok teater bagi anggotanya, antarkelompok teater, organisasi pelatihan atau institusi atau kelompok teater bagi orang lain di luar anggota.

Metode workshop, umum diterapkan dalam pelatihan teater. Di dalam workshop ini, peserta tidak pasif. Mereka melakukan serangkaian aktivitas terkait materi pembelajaran dengan pendampingan langsung dari instruktur atau pemateri. Workshop atau bengkel kerja ini sangat menarik karena peserta belajar dengan melakukan/menerapkannya (learning by doing). Mereka tidak hanya mendengar paparan materi dari pemateri namun langsung menerapkan materi yang didapat secara praktik. Metode ini dapat dilaksanakan secara terbuka (umum) di mana peserta tidak dibatasi persyaratan tertentu dan secara tertutup di mana spesifikasi peserta ditentukan. Metode workshop terbuka dengan demikian tidak bisa diterapkan untuk melatihkan kompetensi khusus dan detail karena pesertanya beragam. Workhsop teater secara terbuka lebih tepat dilakukan untuk memperkenalkan satu hal baru (teknik, metode, pola, pendekatan, gaya, dan pengalaman artistik lain) kepada peserta. Dalam hal ini tentu saja hasilnya bukan berupa karya spesifik atau skill terukur seperti dalam workshop tertutup, melainkan pemahaman kognitif.

Metode pelatihan on the job training merupakan metode pelatihan yang dilaksanakan dalam pekerjaan. Artinya peserta pelatihan ditempatkan dalam pekerjaan yang sesungguhnya. Kinerja peserta benar-benar mendapatkan tantangan dalam metode pelatihan ini. Misalnya dalam pelatihan produksi teater, peserta pelatihan ditempatkan sebagai panitia sesuai bidang kerjanya pada produksi pementasan yang sesungguhnya. Pada setiap bidang kerja ditempatkan pendamping untuk memberikan instruksi atau arahan langsung kepada peserta. Pendamping merupakan orang yang sangat berpengalaman sehingga mampu mengatasi kesulitan-kesulitan yang terjadi dan tak terduga dalam pelaksanaan on the job training. Peserta dituntut untuk melaksanakan pekerjaan sesuai prosedur yang ditentukan. Metode ini sering pula digunakan dalam penyelenggaraan festival di mana banyak elemen panitia yang merupakan volunteer dan menjadikan festival sebagai sarana untuk belajar langsung mengenai tata kelola penyelenggaan sebuah event. Selintas memberikan pekerjaan langsung kepada seseorang yang sedang berlatih terdengar tidak meyakinkan, namun memberikan tanggung jawab kerja secara langsung kepada peserta pelatihan dalam satu sisi dapat meningkatkan kemampuan signifikan peserta. Satu kemampuan yang mungkin tidak bisa didapatkan secara riil melalui pembelajaran teoretis karena banyak persoalan yang muncul dalam setiap penyelenggaran acara seni dan membutuhkan tidak penanganan langsung. Bentuk persoalan dan tindak penanganan ini terkadang tidak bisa diungkapkan secara matematis namun sangat tergantung situasi, kondisi, dan sumber daya yang ada di sekitar persoalan.

baca juga : Seputar Pelatihan Teater Part-1

Metode pelatihan magang, hampir sama dengan on the job training. Peserta diberi tanggung jawab langsung sesuai bidangnya dan dalam bekerja juga didampingi. Perbedaan mendasarnya ada pada durasi pelaksnaan dan dampak setelah pelatihan. Magang diselengarakan dalam kurun waktu tertentu sehingga ketika bentuk magangnya adalah kerja dalam sebuah produksi mungkin tidak hanya satu produksi yang ditangani serta tidak hanya saat produksi saja peserta bekerja. Artinya, dalam konsep magang, peserta ditempatkan dalam satu bidang kerja dengan jadual kerja harian. Dampak dari pelatihan ini adalah peserta memiliki kemampuan menyeluruh atas bidang kerja yang digeluti. Peserta magang yang berhasil dengan baik tidak jarang terpilih dalam perekrutan anggota tetap sebuah kelompok atau institusi teater tempatnya berlatih.

Metode pelatihan simulasi menempatkan peserta seolah-olah berada dalam situasi kerja yang sesungguhnya. Metode ini seringkali dilakukan untuk melatih para volunteer dalam sebuah event sebelum agenda kegiatan yang sesungguhnya berlangsung. Jadi pelatihan simulasi, dalam hal ini, dapat diberikan sebelum on the job training. Umumnya pelatihan ini diperuntukkan bagi pekerja tata artistik dan manajemen produksi (pementasan, parade, atau festival). Pelatihan simulasi memberikan gambaran umum kerja yang akan dilakukan sehingga peserta memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri.

Metode job rotation dalam satu kelompok teater diberikan sebagai bentuk refreshment. Dalam metode pelatihan ini, peserta diberi pekerjaan atau tanggung jawab yang bukan bidang kerja kesehariannya. Dalam kurun waktu tertentu seorang pekerja organisasi ditengarai dapat mengalami kejenuhan. Pada saat itulah pelatihan dengan metode rotasi pekerjaan ini dapat dilakukan. Meski tidak kemudian peserta beralih tugas secara serta-merta dan permanen, namun pelatihan ini dapat memberikan pandangan baru bagi peserta dari sisi bidang lain selain yang digelutinya. Di dalam kelompok atau grup teater, metode ini jarang digunakan karena struktur organisasinya tidak besar sehingga tidak banyak pekerja dalam satu bidang kerja, semuanya spesifik. Namun secara teori, model pelatihan ini dapat dilaksanakan.

Perancangan program pelatihan teater, akan semakin kaya modelnya dengan memperhatikan jenis dan metode. Satu jenis pelatihan dapat dikaitkan secara langsung dengan metode pelatihannya. Misalnya, jenis pelatihan lintas bidang dengan metode rotasi pekerjaan, jenis pelatihan team building dapat dilakukan melalui metode simulasi atau pelatihan peningkatan kemampuan dengan metode workshop atau magang. Dengan banyaknya model program pelatihan teater menyediakan banyak pilihan bagi penyelenggara pelatihan dalam meningkatkan kemampuan peserta peserta pelatihan.

=== bersambung ====

One thought on “Seputar Pelatihan Teater Part-2”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.