Eduteater

Seputar Pelatihan Teater Part-4

Oleh: Eko Santosa

3. Materi

Penentuan materi merupakan satu langkah penting dalam proses pelatihan teater. Banyak bidang yang dapat dikelola di dalam teater menjadikan sehingga pemilihan materi untuk pelatihan harus benar-benar cermat. Secara umum bidang yang dilatihkan adalah keaktoran, penyutradaraan, dan manajemen. Bidang-bidang yang lain bukannya tidak pernah dilatihkan melainkan tidak banyak kuantitasnya. Dari semua materi itu pendekatan praktik lah yang lebih banyak digunakan. Oleh karenanya pengetahuan teoretis jarang sekali mendapatkan kesempatan untuk dibagikan dalam program pelatihan. Hal ini membuat metode workhsop lebih sering dijumpai.

Penentuan materi secara khusus mengait pada ketersediaan waktu pelatihan. Sehingga ketika materi telah ditentukan, maka upaya menggapai ketercapaian materi itu didasarkan pada kesemestian waktu tersedia. Kaitan antara materi dan waktu ini merupakan hal yang tidak sederhana. Dalam perencanaan program pelatihan keduanya harus mendapatkan perhatian dan ketelitian. Kekurangan waktu tersedia menjadikan pelatihan tidak mencapai target kompetensi yang diharapkan. Sementara sebaliknya, waktu yang telalu lama untuk materi singkat akan melahirkan kebosanan.

baca juga : Seputar Pelatihan Teater part-3

Di dalam penyusunan program pelatihan, jenis dan metode pelatihan bisa ditentukan berkait dengan materi yang akan diberikan. Materi tunggal bersifat teoretis dapat diselenggarakan melalui seminar, bincang-bincang atau diskusi. Materi teoretis dalam program pelatihan kurang memadai untuk diberikan dalam jangka waktu panjang karena pelatihan berbeda dengan sekolah. Sifat teorinya pun tidak kemudian bersifat kaku namun lebih pada pengetahuan ilmiah populer atau pengalaman yang diceritakan. Pengetahuan teater dalam konteks ini, yang paling baik dibagikan adalah best practice di mana pengetahuan merupakan hasil dari sebuah praktik yang telah berkali dicobakan. Namun demikian pengetahuan ilmiah pun juga bisa disampaikan dalam forum pelatihan dengan peserta khusus.

Dewasa ini, program bincang-bincang atau diskusi banyak berkembang. Program ini dapat diselenggarakan dengan cara yang formal maupun santai. Akan tetapi umunnya, program semacam ini tidak disebut sebagai sebuah pelatihan. Ya, memang jika pelatihan dimaknai secara harfiah, maka bincang-bincang atau diskusi bukanlah pelatihan melainkan pengajaran. Namun dalam konteks yang lebih luas, program bincang-bincang atau diskusi yang dirancang dengan baik akan menghasilkan luaran yang baik pula. Peserta mampu menambah wawasan untuk kemudian diterapkan dalam laku artistiknya masing-masing. Bincang-bincang serta diskusi bisa sangat efektif dalam kaitannya dengan menggali gagasan, tukar pengalaman inspiratif, dan pengembangan berpikir analitik. Untuk mencapai kondisi ini diperlukan pemantik atau moderator yang menguasai materi dan mampu mengelola forum dengan baik.

Agenda pelatihan bersifat pengetahuan seringkali terjebak menjadi kegiatan ceramah satu arah sehingga melahirkan kejenuhan di tengah-tengah acara. Pemaparan materi berjalan dengan kaku dan seolah-olah pemateri hanya membacakan teks. Di sisi lain moderator yang ditunjuk juga tidak memiliki kreatifitas untuk mengelola forum sehingga ia hanya menjalankan tugas sesuai rundown yang diberikan. Alhasil interaksi yang terjadi setelah peserta diberi kesempatan bertanya pun kurang berjalan dengan maksimal. Atau bahkan, karena kejenuhan peserta juga tidak mau untuk bertanya. Padahal acara bincang-bincang atau seminar bisa berjalan dengan hangat, santai, dan bernas ketika moderator mampu menghidupkan forum secara kreatif atau cerdas. Banyak acara bincang-bincang di televisi yang sukses karena kepiawaian host-nya dalam menggali informasi dari nara sumber serta mengelola forum secara kreatif.

Agenda pelatihan untuk materi bersifat praktik juga seringkali mengalami hambatan meskipun sudah sering dilakukan. Umum yang terjadi adalah pasal pengelolaan kelas dan ketersampaian materi terkait dengan pemateri dan peserta. Seringkali pemateri mengusai materi namun kurang bisa menguasai kelas (mengelola komunikasi dengan peserta) atau sebaliknya. Pemateri sangat atraktif sehingga menarik namun tidak memiliki kecukupan materi atas waktu tersedia. Materi pelatihan dengan demikian harus benar-benar dikuasai oleh nara sumber termasuk di dalamnya cara menyampaikan materi tersebut kepada peserta. Materi tunggal bersifat praktik ini juga kurang tepat diselenggarakan dalam kurun waktu lama.

Untuk program pelatihan dengan rentang waktu lama dapat dilakukan dalam bentuk diklat. Program pelatihan ini mengajarkan kepada peserta materi-materi bersifat pengetahuan dan keterampilan sekaligus. Diklat atau pendidikan pelatihan dapat dilakukan dalam waktu mingguan atau bulanan tergantung dari kedalaman dan keluasan materi yang diajarkan. Materi pelatihan disusun sedemikian rupa sehinga memudahkan peserta dalam meningkatkan kompetensi. Umumnya materi disampaikan secara berurutan atau linier. Program diklat semacam ini dapat dimaknai sebagaimana halnya kursus keterampilan. Di dalam mempelajari keterampilan tertentu diberikan dasar-dasar pengetahuan sebelumnya. Program ini seolah-olah mirip dengan sekolah namun dalam kurun waktu yang jauh lebih singkat.

Materi pengetahuan dan keterampilan juga dapat diberikan dalam waktu singkat atau pendek melalui agenda seminar dan lokakarya. Seminar digunakan untuk memaparkan materi pengetahuan dan lokakarya atau workshop untuk menyampaikan materi keterampilan di mana peserta melakukan praktik secara langsung. Pemilihan materi untuk diberikan dalam seminar dan lokakarya harus benar-benar berkesinambungan sehingga produk yang dihasilkan dalam workshop sesuai dengan konsep yang disampaikan dalam seminar. Jadi, materi pelatihan seni teater dapat dikemukakan dalam berbagai macam forum atau agenda kegiatan. Namun demikian, kesesuaian antara materi, pemateri, lokasi (venue), sarana/prasarana, dan peserta adalah sebuah keniscayaan demi tercapainya target pelatihan yang diselenggarakan.

===bersambung===

One thought on “Seputar Pelatihan Teater Part-4”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.