Eduteater

Seputar Pelatihan Teater Part-7

Oleh: Eko Santosa

6. Capaian dan Evaluasi

Sebagai kelengkapan sekaligus keutamaan keberhasilan sebuah program pelatihan. Asesmen atau cara mengukur ketercapaian tujuan perlu ditentukan. Apa saja yang mesti dievaluasi perlu digolongkan atau dikelompokkan kemudian dinilai dengan cara tertentu. Bentuk penilaian bisa bermacam-macam. Yang paling umum adalah kuisioner yang diisi peserta serta tes yang harus dikerjakan oleh peserta. Pelatihan teater yang mengukur keberhasilan peserta umumnya diselenggarakan oleh instansi diklat atau lembaga pelaithan di mana sertifikat yang dikeluarkan berpengaruh terhadap peserta. Atau bisa juga, tes terhadap peserta dilakukan untuk memilih peserta dengan nilai atau kriteria tertentu untuk diikutsertakan dalam program lanjut berkaitan. Sanggar atau kelompok teater yang menyelenggarakan pelatihan untuk memilih talent atau pekerja artistik bidang tertentu untuk dipekerjakan melakukan tes kemampuan di akhir pelatihan. Cara ini sangat efekti digunakan untuk menemukan pekerja yang kompeten di bidangnya. Jadi, program pelatihan seolah-olah menjadi arena audisi.

Penilaian atau evaluasi ditentukan sesuai dengan tujuan pelatihan. Penilaian terhadap peserta dapat berupa tes tertulis ataupun praktik (unjuk kerja) atau gabungan keduanya. Penilaian tehadap peserta ini penting artinya baik bagi peserta sendiri, penyelenggara maupun trainer. Hasil yang terlalu jelek, misalnya banyak peserta yang nilainya jauh dari target, dapat memberikan gambaran bahwa program pelatihan yang dijalankan kurang tepat bagi peserta bersangkutan. Kekurangtepatan ini dapat mengait pada syarat awal peserta terhubung dengan materi yang akan dilatihkan, tingkat kesulitan materi terhubung dengan kemampuan awal peserta, cara menyampaikan materi terhubung dengan ketersediaan waktu sehingga mempengaruhi daya serap peserta atau persoalan daya dukung lain yang kurang adekuat sehingga membuat materi tidak dapat tersampaikan sebagaimana seharusnya. Demikian juga sebaliknya jika hasil yang dicapai terlalu baik di mana semua peserta mendapatkan nilai baik semuanya. Bisa jadi materi diklat yang disampaikan terlalu ringan untuk kualitas peserta pelatihan atau kemungkinan lainnya peserta telah pernah mendapat atau bahkan menguasai materi yang dilatihkan sebelum program pelaithan dijalankan. Intinya ketidaktepatan bisa terjadi karena adanya ketidakcocokan antara kualitas peserta dengan kualitas materi pelatihan. Bagi peserta tentu saja penilaian ini sangat bermanfaat terutama ketika sertifikat yang didapat dari pelatihan merupakan syarat untuk mengikuti program berikutnya atau untuk mendapatkan pengakuan kompetensi. Hasil ini (pengakuan kompetensi) dengan demikian dapat digunakan oleh peserta untuk mengembangkan kemampuannya dalam dunia kerja.

baca juga : Seputar Pelatihan Teater part-6

Sementara itu penilaian penyelenggaran dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai pelaksanaan program pelatihan. Penilaian terhadap penyelenggaran ini menyangkut daya dukung. Secara umum daya dukung ini dibagi menjadi dua yaitu daya dukung terkait langsung dengan proses (kegiatan di dalam kelas) pelatihan dan yang tidak terkait langsung. Daya dukung tidak langsung di antaranya dapat berupa ketersediaan dan kualitas konsumsi, urinoir dan wc, ruang ibadah, akses lokasi, ketersediaan pertolongan pertama pada kecelakaan. Daya dukung langsung di antaranya ruang training memadai, kualitas bahan (materi) ajar tercetak atau berupa file, sarana untuk presentasi, alat peraga, dan media training yang lain. Penilaian yang diberikan peserta terhadap penyelenggaraan ini dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi penyelenggara untuk kegiatan sejenis berikutnya. Model instrumen yang digunakan harus sederhana, mudah dipahami dan tidak menyulitkan peserta dalam mengisinya.

Satu bagian yang perlu mendapatkan perhatian untuk dievaluasi adalah pemateri. Dalam hal ini peserta diminta untuk menilai pemateri. Poin yang dinilai lebih mengarah kepada model dan metode yang digunakan dalam menyampaikan materi pelatihan. Hasil evaluasi ini sangat penting baik bagi pemateri maupun penyelenggara. Namun demikian, dalam hal pemateri dari luar lembaga atau organisasi penyelenggara biasanya hasil dari evaluasi ini tidak diberikan secara langsung kepada pemateri karena akan memberikan dampak psikologis yang kurang baik terutama ketika hasilnya jauh dari target yang diharapkan. Sementara itu bagi penyelenggara, evaluasi ini mutlak perlu karena dapat dijadikan acuan untuk menentukan pemateri berikutnya dalam pelatihan sejenis. Apakah pemateri yang jasanya digunakan pada saat ini dapat digunakan lagi pada program berikutnya sangat tergantung dari hasil evaluasi ini. Selain itu, evaluasi pemateri ini dapat pula digunakan oleh penyelenggara untuk menentukan level kualifikasi antara pemateri satu dengan yang lain dalam bidang yang sama secara riil.

Evaluasi terkait dengan capaian atau target yang ditentukan dalam penyelenggaraan program pelatihan penting artinya bagi keberlangsungan program itu sendiri. Catatan-catatan atau rekapitulasi yang didapatkan merupakan data acuan. Dari data inilah dapat ditemukan kualitas penyelenggaraan program terhubung dengan materi pelatihan, peserta, pemateri, dan daya dukung penyelenggaraan. Ketika target capaian tidak terpenuhi, maka data ini akan memberitahukan di bagian mana ketidakterpenuhan itu terjadi. Dengan demikian, pada bidang atau bagian yang tidak terpenuhi tersebut dapat dilakukan perbaikan. Meskipun evaluasi yang terdata sangat penting, namun di banyak pelatihan teater hal ini jarang ditemui. Pelatihan yang umumnya disebut sebagai workshop merupakan ajang berlatih bersama dengan target yang hampir tak terukur bukan karena tidak bisa diukur melainkan memang tidak untuk diukur. Karena sifatnya yang demikian, maka banyak pelatihan teater yang berjalan apa adanya, sebagaimana terjadi seperti biasanya dan setelah selesai, maka selesai dalam arti sesungguhnya. Tidak ada tindak lanjut signifikan bagi penyelenggaraan pelatihan sejenis. Oleh karena itu, untuk menumbuhkembangkan iklim positif bagi penyelenggaraan pelatihan teater seyogianya evaluasi tercatat perlu untuk dilakukan. Rekaman catatan ini tidak hanya berguna bagi lembaga dan siapa saja yang terlibat dalam pelatihan namun lebih jauh juga berguna bagi perkembangan teater itu sendiri karena catatatan akan selalu menyimpan sesuatu yang dapat dipelajari.

 

Yogyakarta, Oktober 2018

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.