Eduteater

SEPUTAR PEMENTASAN TEATER Part-8

Oleh: Eko Santosa

8. Misteri

Hal yang sangat menarik dari pertunjukan teater adalah rahasia di balik panggung. Rahasia bagaimana pertunjukan itu diciptakan. Jika pertunjukan berjalan dengan baik dan memukau pasti semua penonton akan bertanya dalam pikiran mengenai proses penciptaan pertunjukan tersebut. Hal-hal yang tidak tampak di mata penonton menjadi misteri. Atas dasar inilah, ketertarikan itu dibangun. Atas dasar ini pula pembelajaran teknik pemanggungan diperlukan. Proses bagaimana aktor memainkan peran, sutradara mengarahkan pemeran, penata panggung menciptakan set, serta seluruh proses kerja artistik menjadi sesuatu yang ingin diketahui. Rahasia balik panggung menjadi bisnis tersendiri.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, proses belakang panggung telah jamak diketahui. Oleh karena itu sudah bukan lagi menjadi misteri. Apakah dengan demikian sudah tidak menarik lagi? Tentu saja tidak. Kerja belakang panggung selalu akan menemukan teknik baru yang menjadi misteri baru sebelum umum mengetahuinya. Di dalam pertunjukan teater konvensional misalnya, seorang pemeran memegang pedang dan tiba-tiba pedang itu mengeluarkan api berkobar pasti akan membuat penonton menjadi heran. Mereka akan bertanya-tanya darimanakah api itu berasal? Sebelum teknik ini diumumkan, maka teknik tersebut menjadi misteri belakang panggung. Dan sesuai dengan perkembangan tekhnologi, kerja belakang panggung akan senatiasa melahirkan misteri. Hal-hal yang luar biasa yang terjadi atau ternampak di atas panggung namun belum di publish teknik pembuatannya. Demikian pula dengan proses penciptaan peran yang akan senantiasa melahirkan teknik baru yang mampu memukau penonton ketika dipentaskan. Aktor yang memiliki kemampuan akrobatik misalnya, pasti akan mengundang tanya mengenai proses pelatihan yang dilakukan sehingga mendapatkan keahlian semacam itu. Aktor yang mampu menyanyi, menari, dan melakukan keahlian lain selalu melahirkan tanya di kepala penonton. Pertanyaan seputar proses latihan yang dilakukan yang masih menjadi rahasia sebelum diumumkan.

baca juga : Seputar Pementasan Teater Part-7

Misteri atau rahasia pertunjukan teater sebenarnya tidak hanya soal belakang panggung, namun juga menyangkut pertunjukan itu sendiri. Sebagai karya seni, teater mengalami perubahan nilai estetis dalam hal penyampaian pesan. Alur kronologis atau linier dan dramatika yang biasanya digunakan sebagai kendaraan penyampai pesan telah mengalami perombakan. Misteri di dalam pertunjukan itu sendiri sekarang ini sering dilekatkan mulai dari konsep lakonnya. Penonton seolah disuguhi persoalan yang belum selesai sehingga mereka harus menentukan penyelesaiannya sendiri di dalam pikiran. Ketidakgamblangan telah meminggirkan tujuan penyampaian pesan yang jelas dan menjadi seni tersendiri, seni dalam menyampaikan pesan. Wujud artistik secara wantah di atas panggung seolah juga menghadirkan misteri. Artinya, penonton tidak sekedar disuguhi sesuatu yang jelas namun juga diajak berpikir atas objek yang ditata di atas panggung. Pikiran-pikiran ini tidak kemudian dituntun untuk menemukan jawaban pasti karena masing-masing orang bisa saja berangkat dari sudut pandang yang berbeda. Tata panggung atau unsur artistik lian mampu berbicara dengan bahasanya dan tidak semua pesan yang hendak disampaikan diungkapkan secara gamblang. Ia membutuhkan penalaran dalam pemaknaan. Hal ini menjadikan daya tarik tersendiri.

Kerahasiaan bagian-bagian tertentu dari pementasan bisa jadi lebih menggelitik dan membuncahkan diskusi ramai dibanding bagian utamanya yang jelas tampak mata. Dalam konteks cerita, hal ini bisa dijelaskan melalui cerita detektif yang mendapatkan tugas untuk mengungkapkan sebuah kasus kriminal dan menemukan pelakunya. Secara umum, penonton akan terpuaskan ketika sang detektif pada akhirnya mampu menguak misteri kriminal dan menemukan pelakunya. Jalan dalam menemukan pelaku ini juga merupakan jalan berliku sehingga melahirkan beberapa tokoh terduga sebagai pelaku. Penonton akan menebak siapa pelaku sesungguhnya dari para terduga dan detektif mengungkapnya di akhir cerita. Penonton kemudian ada yang tidak percaya, heran, terperangah namun ada yang senang karena tebakannya atas sosok pelaku tepat. Di dalam cerita itu pula biasanya sang detektif menguraikan analisis diserta bukti sahih sehingga sang pelaku terungkap. Cerita semacam ini sungguh menarik karena menghadirkan misteri di dalamnya. Namun, masa sekarang pun cerita semacam ini menjadi lebih menarik lagi ketika tokoh yang ditangkap dan dituduh sebagai pelaku dengan segala bukti yang ada itu seolah bukanlah pelaku sebenarnya. Pada bagian akhir cerita ketika pelaku telah tertangkap misalnya, diperlihatkan sosok lain dalam remang yang tersenyum. Penonton yang tadinya sudah terpuaskan karena pelaku tertangkap kembali bertanya dalam pikirannya mengenai sosok tersenyum tersebut. Dugaan kembali merebak dan tidak akan pernah terjawab karena pertunjukan telah usai.

Konsep dan teknik bercerita semacam ini kemudian tidak hanya hadir dalam cerita detektif yang memang penuh misteri. Kerahasiaan atau ketakgamblangan dapat diwujudkan dalam berbagai macam tampilan dan menjadi semacam simbol baru yang tidak memerlukan ketepatan atau ketunggalan penafsiran. Kegamblangan yang telah berlangsung sekian lama rupanya telah membentuk alur pikir penonton sehingga pada akhirnya hanya menyisakan misteri di balik panggung. Ketakgamblangan hadir untuk menantang daya pikir penonton dalam menafsir pertunjukan. Misteri dengan demikian telah diusung langsung ke hadapan penonton. Misteri yang tidak melulu terkonsep dalam cerita namun terdapat dalam berbagai unsur artistik yang ada. Ia bisa berupa gerak, tata panggung, model dialog atau percampuran di antaranya. Model dialog teater absurd misalnya, telah mampu menantang daya pikir penonton untuk menggali lebih dalam tentang apa yang sebenarnya terjadi. Demikian pula dengan penataan panggungnya yang nampak jauh dari kenyataan. Secara keseluruhan, pertunjukan teater absurd membutuhkan pemikiran lebih dalam untuk menemukan makna pesan yang disampaikan. Ketakgamblangan jika disajikan secara artistik akan melahirkan kemenarikan.

Lalu, apakah kemudian pertunjukan teater baru dikatakan menarik jika menghadirkan ketakgamblangan atau misteri ini? Tentu saja tidak. Misteri atau ketakgamblangan yang dimaksud merupakan bahasa artistik baru yang dapat diaplikasikan dalam sebuah pementasan dengan tujuan agar penonton tidak lagi risau soal benar-salah dalam konteks pemaknaan tunggal pesan. Teater surealis misalnya, memiliki kebebasan jelajah dunia pikiran manusia untuk diwujudkan dalam pementasan tanpa perlu risau dengan soal benar-salah. Penonton juga bisa bebas melihat persoalan yang ditampilkan dari sudut pandang masing-masing. Apakah semua resolusi kemudian menjadi benar meskipun sudut pandangnya berbeda? Hal ini tidak lagi menjadi masalah karena ukurannya adalah logis atau tak-logis. Misteri yang disajikan dalam teater bukanlah sekedar miseteri. Bukan sekedar elemen artistik yang ditampilkan di dalam pementasan dengan tanpa arti. Misteri adalah pesan-pesan tak gamblang yang memiliki makna tertentu yang diselipkan, sisipkan, jejalkan, atau tempelkan dalam satu sajian pertunjukan dengan tujuan menantang daya pikir penonton untuk memperdalam pemaknaan atas pertunjunkan yang disaksikannya. Dengan demikian misteri itu dihadirkan secara sengaja menyatu dalam konsep pementasan.

Daya berontak dalam pencarian estetis selepas realisme menghadirkan beragam pilihan artistik untuk disajikan di atas pentas. Pertunjukan teater seolah diseret kembali ke dalam pemaknaan dasar fiksi di mana ia memiliki dunia dengan struktur dan logika sendiri. Ia tidak lagi terikat dengan sebagia atau seluruh elemen realitas meski sumber gagasannya berawal dari sana. Konsepsi ini memungkinkan untuk menghadirkan ketidakmungkinan di atas pentas. Konsepsi ini memungkinkan untuk menghadirkan ketakgamblangan di atas pentas. Dengan sentuhan artistik yang tepat ketakgamblangan dapat menghasilkan efek pukau dan piskologis tersendiri. Seniman seni teater memiliki dan mendapatkan kebebasan untuk melahirkan misteri nan indah ini dalam sajian pementasannya. Apa yang tidak diketahui secara jelas oleh penonton namun sangat mendukung artistik pementasan menjadikannya sebagai sisi menarik lain. Sisi menarik yang dengan bebas dapat dimaknakan dengan tolok ukur penalaran. (**)

Leave a Reply