Eduteater

Catatan Tentang Pelatihan Teater dan Aktor (9)

Oleh: Eko Santosa 9. Budaya Berlatih Seorang pemeran harus menghidupkan budaya berlatih dalam dirinya. Latihan semestinya menjadi kebutuhan. Dalam makna yang lebih luas, hal ini dimaksudkan untuk menjaga fokus terhadap seni peran. Latihan tidak hanya berkaitan langsung dengan latihan tubuh, suara, dan perwatakan namun semua hal yang dirasa penting dalam menunjang seni peran. Penumbuhan budaya […]

Eduteater

Catatan Tentang Pelatihan Teater dan Aktor (4)

Oleh: Eko Santosa 4. Mementingkan Aksi Selama ini pelatihan akting selalu mendahulukan aksi daripada reaksi. Padahal akting dalam teater itu semestinya adalah reaksi karena ada peristiwa pendahulu sebelum lakon. Pementingan aksi ini masih pula didukung dengan fiksasi. Di dalam proses fiksasi pelatih menetapkan aksi yang mesti dilakukan oleh pemeran. Aksi ini benar-benar ditetapkan dan tidak […]

Eduteater

Keberadaan Tata Panggung Dalam Pementasan Teater (3)

Oleh: Eko Santosa 3. Tata Panggung dan Aktor Tata panggung di dalam sebuah pementasan teater tidak hanya menampilkan keindahan secara mandiri namun juga memberikan ruang bermain bagi aktor. Ruang yang disediakan oleh tata panggung semestinya mengakomodasi gerak, laku dan perpindahan aktor dari satu titik ke titik lain. Dengan demikian, luasan serta susunan ruang tidak bisa […]

Eduteater

Keberadaan Tata Panggung Dalam Pementasan Teater (2)

Oleh: Eko Santosa 2. Elemen-elemen Tata panggung dibentuk dari unsur-unsur tata rupa. Konsep dasar tata panggung dapat dikatakan sebagai konsep organisasi unsur ini. Namun karena tata panggung tidak berdiri sendiri di dalam pementasan, maka perlu juga mempertimbangkan pemain di dalam perancangannya. Di luar pemain elemen komposisi tata panggung terdiri dari garis, bentuk, warna, dan cahaya. […]