Eduteater

Teater Antara Istilah dan Pengalaman (11)

Oleh: Eko Santosa 11. Drama atau klasik Drama seringkali dipersamakan dengan teater, meskipun asal kata dan sejarah perkembangan lanjutannya masing-masing memiliki arah tersendiri. Hal ini sangat wajar menilik asal kata drama yang sejatinya memaknakan aksi atau laku. Artinya, sebagai karya sastra, drama belum bisa disebut drama sebelum dilakukan. Oleh karena itu pula naskah drama sering […]

Eduteater

Teater Antara Istilah Dan Pengalaman (9)

Oleh: Eko Santosa 9. Katarsis Penonton bertepuk tangan meriah begitu pertunjukan teater selesai. Di belakang panggung banyak orang antre untuk bersalaman dan mengucapkan selamat kepada sutaradara. Hampir semua yang hadir dalam pertunjukan tersebut menyatakan kekaguman atas karya yang disajikan. Begitu semuanya selesai, orang-orang pergi, masih di belakang panggung, sutradara langsung merebahkan badannya, tangan telentang, dan […]

Eduteater

Teater Antara Istilah dan Pengalaman (7)

Oleh: Eko Santosa 7. Blocking Blocking merupakan istilah yang sangat diakrabi dalam proses latihan teater. Meski demikian di dalam pengalaman-pengalaman teater, istilah ini dimaknai secara berbeda. Beberapa orang menganggap bahwa blocking merupakan sebuah posisi di mana pemeran satu menutupi pemeran lain sehingga tidak bisa terlihat oleh penonton. Oleh karena itu pula blocking ini sangat dilarang. […]

Eduteater

Teater Antara Istilah dan Pengalaman (6)

Oleh: Eko Santosa Penanda dinamika Seorang pelatih atau sutradara berada di salah satu sudut ruang atau pinggir panggung, sementara para pemeran melatihkan dialog. Sepanjang dialog berjalan, pelatih atau sutradra tersebut menepukkan tangannya ke paha atau lantai dengan ritme/tempo tertentu. Terkadang tepukannya lambat, terkadang cepat, terkadang merambat dari lambat ke cepat atau sebaliknya, dan pada saat […]

Eduteater

Teater Antara Istilah Dan Pengalaman (5)

Oleh: Eko Santosa Langkah, kalimat, dan ruang Di sebuah studio, beberapa orang pemeran melatihkan dialog sambil berjalan dari titik satu ke titik berikutnya dan kembali lagi. Mereka melakukan itu berulang-ulang. Kemudian pelatih menghentikan latihan itu dan mencoba memberikan arahan khusus untuk setiap orang. Seorang pemeran maju dan diminta untuk mengucapkan kalimat dialognya sambil berjalan menyeberang […]