Eduteater

Teater dan Pertunjukan

Oleh: Eko Santosa Teater pada dasarnya adalah salah satu cabang seni pertunjukan. Bahkan menurut kata asalnya, teater itu sendiri dapat memaknakan sebuah pertunjukan. Syarat umum pertunjukan tentu saja ada yang mempertunjukkan, ada yang menyaksikan, dan ada tempat berlangsungnya aktivitas tersebut. Umum juga memahami bahwa pertunjukan teater selalu bertempat di atas panggung, baik terletak di dalam […]

Eduteater

Mengenai Improvisasi (4)

Oleh: Eko Santosa 4. Teknik Pemeranan dan Pertunjukan Pertunjukan teater improvisasi mensyaratkan diperlukannya teknik pemeranan improvisasi. Semestinya demikian, namun praktik teater tradisional Indonesia yang menganut pola pengajaran nyantrik (menjadi pengikut)dengan metode mimesis (menirukan) dalam kurun waktu tertentu justru memudarkan semangat improvisasi ini. Pola ajar dengan menurunkan kemampuan melalui contoh-contoh (demonstrasi) penerapan ini menjadikan sang murid […]

Eduteater

Mengenai Improvisasi (3)

Oleh: Eko Santosa 3. Spontan dan Terencana Spontanitas merupakan kata kunci dari improvisasi. Spontanitas artinya melakukan sesuatu tanpa direncakanan sebelumnya. Jadi secara umum, akting improvisasi adalah akting yang dilakukan secara spontan karena itu tidak harus direncanakan. Logika ini dapat diterima namun di dalam kenyataan di lapangan ditanggapi secara berbeda utamanya perihal perencanaan. Karena akting improvisasi […]

Eduteater

Catatan Tentang Pelatihan Teater dan Aktor (9)

Oleh: Eko Santosa 9. Budaya Berlatih Seorang pemeran harus menghidupkan budaya berlatih dalam dirinya. Latihan semestinya menjadi kebutuhan. Dalam makna yang lebih luas, hal ini dimaksudkan untuk menjaga fokus terhadap seni peran. Latihan tidak hanya berkaitan langsung dengan latihan tubuh, suara, dan perwatakan namun semua hal yang dirasa penting dalam menunjang seni peran. Penumbuhan budaya […]

Eduteater

Catatan Tentang Pelatihan Teater dan Aktor (4)

Oleh: Eko Santosa 4. Mementingkan Aksi Selama ini pelatihan akting selalu mendahulukan aksi daripada reaksi. Padahal akting dalam teater itu semestinya adalah reaksi karena ada peristiwa pendahulu sebelum lakon. Pementingan aksi ini masih pula didukung dengan fiksasi. Di dalam proses fiksasi pelatih menetapkan aksi yang mesti dilakukan oleh pemeran. Aksi ini benar-benar ditetapkan dan tidak […]