Tag: kumpulan monolog whani darmawan

A l i e n Monolog Whani Darmawan

PANGGUNG YANG MENYATU DENGAN PENONTON GELAP SEKALI. DI UDARA RUANG PERTUNJUKAN ITU TIBA-TIBA BERMUNCULAN BINTANG-BINTANG SATU PERSATU HINGGA MEMENUHI RUANGAN. MESKI MEMENUHI RUANGAN, TENTU, TIDAK LANTAS BENDERANG SEPERTI LAMPU NEON. KEMUDIAN TERDENGAR SUARA TAT TIT TAT TIT SEPERTI BERASAL DARI ALAT PENGONTROL. DAN TERDENGAR PULA KEMUDIAN SUARA SUARA KEMERESEK DISELINGI LAMAT ORANG SEDANG BERBICARA DALAM […]

Tukang Kayu Monolog Whani Darmawan

SEBUAH RUANG PEMENTASAN KECIL YANG SUBLIM DENGAN PENONTON Ya saya memang sudah terbiasa membuat mebeler dengan bermacam-macam bentuk. Mulai dari gelondongan kayu utu dibelah, gelondonan utuh ditatah, atau bahkan dari serpihan-serpihan yang disatukan, disambung-sambung dengan pantek dan kemudian menjadi barang jadi. Kalau soal bentuk, sudahlah saya bukan sombong, dan tak akan mengaku-aku, tetapi saya bicara […]

Lek War Monolog Whani Darmawan untuk Lek War, Teman Seniman

DI SEBUAH RUANG BERINTERIOR BAJA (ATAU STAINLES?) DALAM KONSTRUKSI DAN BENTUK YANG KONTEMPORER, SESEORANG BERPAKAIAN BENGKEL, NAMUN TERASA TRENDI DAN RAPI. BISA SAJA BENGKEL YANG SUDAH BERSIFAT INDUSTRIAL.  MESKI DENGAN KOSTUM YANG  CANTIK ‘INDUSTRIAL’, DI BALIK KOSTUM ITU ORANG ITU TETAP TERASA NDESIT DAN KUSUT. TOKOH ITU, SEBUT SAJA LEK WAR. LEK WAR BERDIRI MENGHADAPI […]

Back To Top