Eduteater

Teater Antara Istilah Dan Pengalaman (9)

Oleh: Eko Santosa

9. Katarsis

Penonton bertepuk tangan meriah begitu pertunjukan teater selesai. Di belakang panggung banyak orang antre untuk bersalaman dan mengucapkan selamat kepada sutaradara. Hampir semua yang hadir dalam pertunjukan tersebut menyatakan kekaguman atas karya yang disajikan. Begitu semuanya selesai, orang-orang pergi, masih di belakang panggung, sutradara langsung merebahkan badannya, tangan telentang, dan senyum menghiasi wajahnya. Seorang pemeran berbisik kepada teman-temannya dan berkata, “ia sedang katarsis, jangan diganggu.” Ya, “katarsis” menjadi salah satu istilah yang banyak menghiasi panggung teater terutama dalam kaitannya dengan kepuasan atas hasil karya yang disajikan. Jadi, seseorang dapat mengalami sutuasi “katarsis” ini ketika karyanya dianggap sukses.

baca juga : Antara Istilah dan Pengalaman (8)

Christopher Kul-Want dan Piero (2012) menjelaskan bahwa “katarsis” digunakan oleh Aristoteles untuk menjelaskan emosi yang timbul sebagai akibat drama tragedi yang disajikan. Aristoteles merasakan bagaimana drama tragedi mampu membetot perasaan takut dan kasih dalam diri penonton. Katarsis merupakan perasaan simpati yang timbul dalam diri penonton karena menyaksikan tersingkapnya kenyataan di balik peristiwa tragis. Perasaan ini dapat timbul terutama ketika tokoh utama (protagonis) mendapatkan penderitaan atau kemalangan. Contohnya adalah ketika Oedipus (karya Sophocles) menyadari bahwa istinya, Jocasta tidak lain adalah ibunya sendiri. Perasaan iba dan kasih ini muncul dalam diri penonton terutama karena tokoh yang mengabarkan jati diri Oedipus ini menyampaikannya dengan perasaan penuh kegembiraan. Atas perasaan simpati yang muncul dalam diri penonton inilah Aristotelas menampik bahwa sajian teater di atas panggung menghadirkan jarak antara penonton dan pemeran. Yang terjadi justru sebaliknya sehingga kenikmatan estetik dapat dilahirkan dalam penikmatan pertunjukan teater tragedi. Katarsis dengan demikian mampu melahirkan kesadaran di dalam diri penonton dan dapat dikaitkan dengan peristiwa atau kejadian dalam kehidupan nyata. 

Makna katarsis seperti yang diungkapkan di cerita awal bahasan ini berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Kul-Want dan Piero. Dalam cerita, katarsis dimaknai sebagai sebuah kepuasan atas karya yang disajikan sementara Aristoteles memberikan makna katarsis sebagai munculnya empati dalam diri penonton atas apa yang disajikan. Di dalam pengalaman teater dan komunikasi yang terjadi di antara para pelakukan, terkadang istilah memang tidak pernah dirunut secara cermat asal-muasalnya. Istilah, terminologi atau jargon muncul dan berkembang sesuai pemahaman pemakainya. Biasanya ada orang yang pertama kali memunculkan dan sekaligus memaknakan hal itu dan komunitas menyetujuinya. Hal inilah yang kiranya terjadi pada  “katarsis” yang diletakkan sebagai tingkat kepuasan tersendiri atas karya yang dihasilkannya.

Namun jika ditarik garis penghubung yang agak memaksa, bisa saja kepuasan itu muncul karena penonton mampu meresapi atau memberikan rasa penikmatan estetik dan etik atas pertunjukan yang disajikan. Ah, tetapi alasan ini pun juga terlihat sangat memaksa karena “katarsis” terhubung secara langsung dengan perasaan penonton dan bukan pekarya. Perasaan berupa empati atas peristiwa di atas pentas ini pada akhirnya akan menimbulkan kesadaran yang secara dramatik sering dikaitkan dengan penyucian jiwa. Tragedi yang menimpa pada diri Oedipus membuat penonton tersadar bahwa kepiluan itu bisa dialami oleh siapa saja. Dan kepiluan bukanlah hal yang patut untuk ditertawakan karena tidak menimpa pada diri kita melainkan momentum penyediaan ruang kasih dan pengampunan. Kita mesti menjadi iba dan menaruh rasa kasih atas kepiluan yang menimpa pada diri orang lain. Kesadaran semacam inilah yang menguatkan konsepsi fiksi yang diajukan oleh Aristoteles dan menjadikan tragedi sebagai pelatuk estetik yang mendekatkan cerita, panggung, dan penonton.

==== bersambung ====

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.