Eduteater

Teknik Timing Dalam Pemeranan #Part 3

Teknik Timing Dalam Pemeranan #Part 3

Baca juga : Teknik Timing Dalam Pemeranan #Part2

Pada kondisi ini tidak ada yang ditekankan secara khusus baik gerak maupun dialog. Semua harus dilakukan dengan jelas. Gerak menyulam yang dilakukan sebagai identifikasi bahwa Sarmi dan Murni adalah penyulam. Sementara percakapan yang dilakukan keduanya merupakan pengenalan atau pemaparan tokoh Darsih kepada penonton. Kedua hal ini, baik identifikasi diri Sarmi dan Murni serta informasi diri mengenai siapa itu Darsih sangatlah penting. Oleh karena itu, gerak menyulam dan dialog harus sama-sama jelas.

Penekanan kata baru terjadi ketika Murni memberitahukan bahwa Darsih sudah punya pacar. Untuk memberikan tekanan betapa penting informasi itu, Murni menghentikan sulamannya. Demikian pula dengan Sarmi, ia pun menghentikan sulamannya untuk menegaskan bahwa informasi itu memang penting. Ketika kemudian Sarmi mendekatkan diri ke Murni dan menanyakan siapa pacar Darsih, ini memberikan tanda bahwa apapun jawaban dari Murni sangatlah penting karena akan mengubah status Darsih. Lebih penting lagi adalah siapa pacar Darsih itu.

Timing yang dilakukan oleh Murni dan Sarmi dalam hal ini didasari oleh alasan tertentu. Murni punya alasan ingin memberitahu Sarmi yang memang ingin mengetahuinya. Jadi selain untuk menekankan kata-kata yang diucapkan, timing dalam adegan ini berfungsi untuk menjelaskan alasan dari sebuah perbuatan. Paling penting adalah timing ketika Murni menghentikan kegiatan menyulam dan menyampaikan informasi dan ketika Sarmi menghentikan kegiatan menyulam untuk mendapatkan informasi itu. Kedua hal ini harus dilakukan pada saat yang benar-benar tepat sehingga informasi lanjutan yang akan diberikan Murni kepada Sarmi membangkitkan rasa ingin tahu.

Ketika timing yang dilakukan tepat, maka apa yang dikatakan oleh Murni berikutnya dapat mengubah kondisi yang telah dibangun sebelumnya. Jika Murni mengatakan dengan berbisik-bisik dan kemudian Sarmi berteriak kaget, maka bisa dipastikan ada situasi tak terduga sebelumnya yang telah terjadi. Artinya, pacar Darsih adalah orang yang sama sekali tidak diperhitungkan akan menjadi pacar Darsih. Jika Murni mengatakan dengan nada datar, ekspresi yang biasa-biasa saja dan ekspresi Sarmi juga biasa saja, maka apa yang dikatakan oleh Murni hanya menjadi informasi tambahan semata. Artinya tidak ada yang istimewa mengenai siapa pacar Darsih. Jika Murni pada akhirnya mengatakan dengan pelan-pelan bahwa ia sebenarnya juga tidak tahu, maka kondisi akan cair dan berubah menjadi komik. Intinya, timing menentukan kelanjutan dari peristiwa yang dilakoni oleh pemeran. Semakin tidak tepat timing semakin tidak menarik kelanjutan cerita yang dilakonkan.

Dalam pemeranan, aksi sangat terkait dengan konteks. Jadi, untuk melatihkan timing dalam fungsi penekanan kata dan emosi serta sebagai landasan dasar satu aksi, bukan hanya gerak dan kata semata yang perlu diperhatikan tetapi juga konteksnya. Dalam naskah lakon konteks peristiwa dan kondisi tokoh biasanya telah diberikan oleh penulis baik melalui keterangan maupun tersurat dalam dialog. Oleh karena itu, mempelajari naskah lakon tidak hanya dengan membaca dialog tokoh peran yang akan dimainkan. Semua hal terkait tokoh peran tersebut harus dipelajari.(**)

Dicuplik dari: Eko Santosa. 2013. Teknik Pemeranan 2, Teknik Jeda, Teknik Timing dan Teknik Penonjolan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.