Monolog

Theatre Game Monolog Whani Darmawan

 

RUANG PERTUNJUKAN BISA SAJA TAPAL KUDA DALAM JARAK YANG RAPAT. SETELAH MC MNGATAKAN SELAMAT MENYAKSIKAN KEMUDIAN TERDENGARLAH SUARA MUSIK YANG RIANG GEMBIRA NAMUN NAIF – MUNGKIN SEMACAM MUSIK BADUT SIRKUS, ATAU BOLEH JUGA MAIND SONG LAWAKAN SRI MULAT JAMAN DULU, DISERTAI TEPUK TANGAN RIUH DARI MESIN TEPUK TANGAN.

MASTER OF THEATRE GAME MUNCUL DARI TENGAH-TENGAH PENONTON MENUJU PANGGUNG MASIF KECIL SETENGAH LINGKARAN.

Selamat malam para peserta pelatihan sekaaliaan, bagaimana kabar Anda hari iniiii??? (HARUS INTERAKTIF DENGAN PENONTON) Ya, syukurlah, semoga semesta alam mendukung semangat Anda. Baiklah, marilah kita mulai pelatihan ini dengan saling berbagi semangat. Mohon saudara-saudara sekalian berdiri bersama saya, silakan. (PENONTON HARUS SAMPAI BERDIRI DAN MENGIKUTI SEMUA INSTRUKSI). Saya akan mengajak Anda sekalian untuk membuka pelatihan ini dengan menegakkan semangat bersama-sama. Marilah bermain empat tiga dua satu[1]. Empat pertama adalah tangan kanan tangan kiri, kaki kanan, kaki kiri. Tiga selanjutnya sama, dua selanjutnya demikian juga, satu terakhir begitu juga. Nah setelah satu ini berakhir kita sama-sama meneriakkan yes. Siaaapp! Mulai ; empat empat empat empat, tiga tiga tiga tiga, dua dua dua dua, satu satu satu satu…..yeeesssss!!!! (DIULANGI LAGI SAMPAI PENONTON KOMPAK MELAKUKANNYA) Baiklaah, terimakasih, tepuk tangan untuk pelatihan iniii!! (SEMUA PENONTON BERTEPUK TANGAN DENGAN MERIAH)

Baiklah, saudara-saudara sekalian. Kali ini kita akan berbagi cerita. Cerita ini kita namakan cerita berantai. Tujuan dari cerita berantai ini adalah menyamakan persepsi dan informasi. Caranya adalah salah seorang Anda membisiki sebuah kalimat pendek ke teman sebelahnya, teman sebelahnya membisiki kalimat yang sama, demikian seterusya……sampai orang terakhir yang akan kita tanya, apakah informasinya sama dengan yang di sampaikan oleh pembisik yang pertama. Mudah kan? Siaiaapp? ………………… eee sebentar. Permainan ini harus dilakukan dengan hati-hati, karena memerlukan konsentrasi tingkat tinggi. Kenapa? Karena informasi dan komunikasi adalah dasar tujuan dari permainan ini. Mari kita lakukan. (SEOLAH-OLAH AKAN SUNGGUH MEMULAI, TAPI….) Ooo, ya. Maaf ada sedikit yang mengganggu dalam pikiran saya. Ah, sebaiknya saya ungkapkan saja. (JEDA)

Tahukah Anda bahwa akhir-akhir rusuh ada di mana-mana ; bahkan bisa dikatakan di seantero penjuru negeri ini. Pembacokan, pengeroyokan, sipil kepada polisi, polisi kepada sipil, sipil antar sipil, pelarangan pergelaran karya seni oleh ormas, protes keterkaitan dana asing, pengadilan penyair, pencemaran nama baik, pejabat korupsi, debat publik berujung penistaan agama, soal ras, perbedaan agama, ormas berbaju agama berbayar, sikap antoleran atas nama kemurnian nasionalisme, cina, kafir, haram, halal dan entah apa lagi. (JEDA) Oh, agenda hidup menjadi padat oleh urusan yang bukan urusan sendiri. (JEDA)  Di antara banyak kasus itu, ada prioritas kasus yang menjadi pengamatan saya, yaitu — ah ini kok ya cocok sih — game cerita berantai! (KIKUK) Emmm,….tunggu ya saudara-saudara, nanti kita akan mainkan game itu. Tapi perlu saya sampaikan dasar tujuan permainannya adalah untuk membangun keutuhan informasi dan komunikasi. Ingat itu, ya, ingat ; membangun keutuhan informasi dan komunikasi! Tapiiii, sekarang iniiiii,…….. (HANDPHONENYA BERDERING) .             maaf, sebentar,………………halooo?………………..halooo?…………….aduh, maaf. (KEMBALI MEMATIKAN DAN MEMASUKKAN KE SAKU). Emm, sampai di mana saya tadi…………….membangun keutuhan informasi dan komunikasi. Baik. Oke. Jadim, saudara-saudara………….(HANPHONE BERDERING KEMBALI. TOKOH KITA MENGAMBILNYA DARI SAKU DAN MEMENCET TOMBOL ON)……….yaaaa? Haloooo?……………..adooohhh…………(MENGOCAK-OCAK HANPHONENYA) Aaaahh! Ino providernya, pesawatnya, atau apanya siiihh! Setiap kali ada call masuk kok nggak dengar apa-apa. Huuuhh, provideer sekarang memang payah! (MEMATIKAN HANDPHONENYA) Maaf, saudara-saudara saya sesungguhnya capek menggunakan hanphone. Tapi bagaimana lagi, zaman menghendaki begitu. Kalau tidak begitu kita tidak dihitung oleh zaman. Bagaimana, coba. Saya terpaksa berkhianat atas kepercayaan diri saya bahwa komunikasi yang baik adalah komunikasi yang face to face, supaya menjauhkan dari kesalahpahaman. Tapi bagaimana mau face to face, orang sekarang ini face to face juga tak bisa. Namanya face to face kok tidak berhadapan muka. Badan ketemu iya, tetapi face atau muka ini tertuju pada gadget. Sambil melakukan komunikasi jarak pendek, tetap juga melakukan komunikasi jarak jauh. Sayangnya, yang jarak pendek nggak kepegang, yang jarak jauh –– yang sifatnya cuma guyonan dan main-main — tak terlalu memberikan manfaat apa-apa. (TAMBAH SEMANGAT) Lebih celaka lagi, pernah suatu kali saya melakukan pembicaraan face to face, alih-alih ini persoalan penting supaya semuanya jelas. Dan juga tampaknya kok persoalan penting jadi kurang sopan kalau hanya dibicarakan melalui whatsAp. Tapi apa yang terjadi? Di tengah pembicaraan nyambi-nyambi itu, tiba-tiba saja lawan komunikasi saya itu berdiri dan sontak memaki-maki hanphonenya,…………….”Apaa kamuuu! Kamu ngerti nggak maksud dari pembicaraan di grup tadi? Kalau nggak ngerti tanyaaaa! Jangan asal nge-judge! Aku kan hanya menyambung dari pembicaraan kamu………………………link? link apa? Apa urusanku dengan link?……………………haa??? itu urusanmu!! Pahami konteksnyaa baru ngomooong!…………………kamu orang kelahiran mana sih?………………nggak ada urusan aku sama Kroya, Korea, Gombong apa Brebes! Yang aku tanyakan adalah kamu kelahiran dunia mana kok bisa-bisanya kamu nggak ngerti soal medsos? Heeeii,, dengar……..kalau kamu nggak bisa menggunakan medsosmu dengan baik dan benar, nggak usah kamu beli. Medsos kok cuma untuk ngegame! ………………………Haa? E’eh,……loh, jadi apa maumu? Wooh nantaang?? Seriuuss? Wooohh, ookeeee, okeee,….dari mana datangnya cinta, dari mata turun ke hati. Dari mana datangnya lawan, dari medsos turun ke lapangan! Baik, kamu bisa berdiri di hadapanku lebih dari satu menit hebat!” (JEDA, TOKOH KITA MENGANGKAT BAHUNYA)

Terus face siapa yang mau meneerima face saya. Saya harus berkomunikasi dengan siapa? Dengan benda mati yang seolah-olah hidup itu? Saya kan bukan mesin. Lagian, apa masalahnya to kok sejawat itu bisa sewot semacam itu? Rupanya, kasusnya  adalah pembicaraan di medsos group yang tidak nyambung. Jadi kasusnya adalah, seseorang mengirimkan pesan. Pesannya adalah ‘jagalah kebersihan kota .’ Nah, teman lain menyembunyian kata akhir ‘ah’ pada ‘jagalah’ dan mendelet tulisan ‘kebersihan’, jadilah tulisannya ‘jagal kota,’ ditambah lagi, di depannya ditambahi kata seru, ‘hai’ ; terbacalah ‘Hai, Jagal Kota.’ Lucuuunyaaa, teman yang mencak-mencak tadi adalah sekretaris walikota. Apa hubungannya kata ‘jagal kota-sekretaris dan kemarahan teman itu? Tentu sajalah, siapa yang tidak tahuah bahwa posisi struktural dalam sebuah jabatan menjadi posisi strategis politis untuk dilempar batu? Orang baik itu kan versi. Jika Anda dan Anda melihat seseorang dari kaca buruam dan kaca bening, kan pasti Anda punya perspektif yang berbeda. Ya kan?

Begitulah saudara-saudara, karenanya game cerita berantai ini membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi. Dan konsentrasi tingkat tinggi itu, jangan dibayangkan dengan dahi berkerut dan spaneng. Justru dengan senyuman kita akan bisa melakukannya. Kenapa? Eeeh, gak percaya ya? Lhooo iyaaa! Memangnya? Sudah sejak lama medsos itu artinya berubah ; bukan media sosial, tetapi media njegonggot. Media ndeprok. Media jongkok. Artinya, seolah-olah saja seseorang sedang pesiar ke dunia kemana pun yang ia mau, senyatanya ia cuma duduk di situ saja. Huh, dunia kok mau dikemas.

HANDPHONE BERDERING. LANGSUNG MENGANGKAT DAN TANPA MEMENCET TOMBOL TERIMA, IA MEMAKI-MAKI HANDPHONE TERSSEBUT. ALHASIL, IA NGOMONG SENDIRI, HANDPHONE JUGA TERUS BERDERING…………………

Nanti kalau aku buka, kamu tidak membuka suaramu. Jadi untuk apa aku ikut gerakan globalisasi dunia dan harus percaya pada dogma-dogma modernisasi, seperti mengecilkan dunia-memperpendek jarak-conecting with people’s? Kenapa? Asuuu kamu! (MEMBANTING HANDPHONE DAN MENGINJAK-INJAKNYA) kamu pikir setiap orang di bumi ini harus tunduk pada kesepakatan yang kamu korupsi itu?

JEDA. TERENGAH-ENGAH

Haaahh….maaf saudara-saudara, saya mengacaukan acara pelatihan ini. Mmm… mari kita mulai lagi (MEMPERBAIKI DIRI) Eeh, ….senyatanya cerita berantai itu tetaplah penting saudara-saudara. Mengingat game-game yang lain, seperti tetris, puzle itu sudah kuno. Cerita berantai lah! Tetapi awas, harus menyiapkan konsentrasi tingkat tinggi! Jika tidak cerita berantai ini hanya akan melahirkan pembunuhan beruntun di tubuh masyarakat! Masyarakat informasi menjadi masyarakat full violence! Mari kita akhiri pelatihan sesi pertama ini dengan illustrasi berikut ini…………………

DI LAYAR PUTIH KEMUDIAN TERGAMBAR VIDEO ATAU SLIDE TENTANG MEME (PLESETAN) ATAU PEMUNTIRAN INFORMASI MELALUI SOSIAL MEDIA SEHINGGA MENGACAUKAN INFORMASI YANG SESUNGGUHNYA, SEHINGGA MENIMBULKAN EFEK BERBEDA, YANG JUSTRU TIDAK DIHARAPKAN ; KEKERASAN, MISALNYA. SEMUA ITU, GAMBAR-GAMBAR ITU DIIRINGI DENGAN SUATU THEME SHONG YANG LUCU, SEMACAM MUSIK MUNCULNYA BADUT SIRUKUS, ATAU ILLUSTRASI UTAMA PERTUNJUKAN LAWAK SRI MULAT DI MASA LALU. LAMPU PADAM.

Omahkebon, selasa 28 Juni 2012

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.