Whanidproject 2017

Whanidproject 2017

Tahun 2016 sudah menjadi masa lalu, 2017 datang dan hampir setiap orang menggantungkan harapan agar hidup menjadi lebih baik. Di masa lalu itu, banyak fenomena sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Dari persoalan fenomena ‘kesurupan medsos secara massal’, kenakalan remaja, dan sosial politik lainnya.

Menyimak persoalan-persoalan di masa lalu, Whanidproject sebagai suatu lembaga Pengembangan Pribadi dan Korporasi yang memiliki empat divisi ; Theatre for Art, Theatre for Professional, Edutheatre dan Event Management tentu saja juga ingin terlibat secara proporsional dengan segala fenomena yang terjadi di dalam masyarakat.

Divisi Theatre for Art terus berproses dengan pementasan keliling dengan lakon ‘Semangkuk Sup Makan Siang atau Cultuurstelsel’ karya Toto Hedi Santosa. Pada bulan Maret 2017 divisi ini akan berpentas di Kudus (yang sedang diperhitungkan Surabaya dan Solo), sebelum kemudian pertengahan 2017 akan berproses dengan naskah yang baru (dua naskah yang sedang dibaca oleh tim adalah :

  1. The Martyrdom of Peter Ohey karya Slawomir Mrozek
  2. Barbetje dan Upacara Pemakaman Seekor Kerbau karya Toto Hedi Santosa .

Saat yang sama divisi ini juga menangani proses produksi projek penulisan buku ‘Metanietzsche dan Seratus Monolog lainnya’ karya yang sedang disiapkan oleh Whani Darmawan.

Theatre for Professional yang dikelola oleh Sondang Rumapea tetap berkutat dengan pelatihan di berbagai perusahaan, sambil terus mempertajam sinergi antara pendekatan teater dan kebudayaan dengan konsep-konsep pengembangan sumber daya manusia.

Menanggapi fenomena Klitih dan kenakalan remaja, Eko Santosa yang bertanggungjawab pada pengembangan Edutheatre, dengan produknya theatre games dan theatre by request menyiapkan diri untuk bisa memfasilitasi konsolidasi remaja Sekolah Menengah Atas di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pentas rutin terencana sepanjang tahun 2017.

Melihat berbagai perkembangan yang terjadi selama berproses di tahun 2016, maka di tahun 2017 ini WhaniDProject juga memutuskan untuk mengembangkan potensi di ranah event management khusus untuk acara yang terkait dengan pengembangan sumber daya manusia dan juga kebudayaan. Salah satu kegiatan yang sedang ditimbang adalah tawaran dari lembaga dokumentasi Tangtungan Project, yakni turut serta dalam kegiatan Pencak Malioboro Festival ke V, dengan mengambil sub bidang kegiatan pertunjukan kolaboratif (silat, tari, musik, teater), seminar dan Pencak Wisata Budaya.

Banyak orang menginginkan perubahan dalam hidupnya, tetapi tidak betah menjalani proses yang selumrahnya ia lakukan dalam proses perubahan. Lebih parah lagi keinginan itu tidak sama dengan yang ditempuhnya. Banyak orang menginginkan perubahan, sekaligus tidak ingin perubahan. Meski kalimat ini terbaca absurd, ini nyata. Whanidproject belajar menjadikan keinginan menjadi laku nyata melalui hal-hal kecil. Semoga semesta mendengar, semoga semesta mewujudkannya.

Selamat tahun baru 2017.

Tim Whanidproject

#WhaniDProject adalah lembaga pelatihan pengembangan diri dan korporasi yg mengambil titik pijak pada psikologi dan keilmuan seni peran dalam teater (psycho theatre). Dua bidang yg ditangani adalah Theatre for Profesional (menangani pelatihan untuk para profesional di bidang masing-masing : komunikasi, public speaking, dll) dan Theatre for Art ( pelatihan calon aktor dan pendalaman materi estetika teater untuk kepentingan sosial kemasyarakatan ). Berdiri 2013, di Yogyakarta.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top
%d bloggers like this: